Daihatsu dan GT Radial Berikan Edukasi Cara Mengemudi yang Aman

  • Oleh :

Kamis, 24/Sep/2020 11:58 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bersama produsen ban GT Radial, kembali menyelenggarakan acara Safety Driving dengan tema Aggressive VS Defensive Driving.

Acara yang sarat eduksi dengan tajuk Ngobrol Asyik tersebut, ditayangkan langsung melalui saluran Instagram atau IG Live dalam akun @daihatsuind pada Sabtu, 19 September 2020.

Elvina Afny, Customer Satisfaction & Value Chain Division Head PT ADM mengatakan, acara ini juga mengajak masyarakat khususnya Sahabat Daihatsu agar selalu menjaga perilaku berkendara yang aman demi meminimalisir potensi kecelakaan.

"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Dalam 3 tahun terakhir ini, Daihatsu bekerja sama dengan GT Radial, tanpa henti memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara. Ini merupakan tanggung jawab kami," tuturnya.

Pada acara berdurasi 50 menit ini, Sony Susmana, selaku Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) berperan sebagai narasumber.

Ia mengajak untuk berkendara secara defensive, karena mayoritas angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya disebabkan oleh gaya mengemudi yang aggressive.

Secara singkat, ia memaparkan, bahwa defensive driving merupakan perilaku mengemudi yang mengedepankan sisi proaktif, yang artinya berpikir panjang, mencegah sebelum terjadi, dan melakukan antisipasi, sehingga potensi bahaya dapat dicegah dan dapat meminimalisir potensi kecelakaan.

Sama halnya dengan safety driving, secara prinsip defensive driving, bertujuan meminimalisir resiko bahaya. Namun, perbedaannya adalah safety driving memerlukan kemampuan/skill berkendara yang baik dan benar.

Lain halnya dengan aggressive driving, tipe ini biasanya didominasi oleh green driver yang pada umumnya adalah pengemudi berusia muda dengan jam terbangnya sedikit, emosinya tidak stabil, dan sering show off.

"Ciri-ciri tipe ini adalah ngebut dengan kecepatan yang tidak konsisten, berjalan zig-zag tanpa memberikan lampu isyarat (sign), akselerasi dan deselerasi kasar," jelas Sony.

Perilaku Green driver tidak patut dicontoh dan pihak berwajib harus jeli dalam menertibkan mereka agar kondisi lalu lintas menjadi baik, karena jika dibiarkan, tipe ini akan menjadi pengemudi yang aggressive.

Berdasarkan statistik data kecelakaan di Indonesia, tipe pengemudi ini penyumbang kecelakaan tertinggi dengan persentase sebesar 55%. Sony menambahkan, untuk dapat mengemudi secara defensive driving ternyata cukup mudah.

"Selalu berpikir positif, toleransi, sopan, berbagi, jaga jarak kendaraan, jaga kecepatan, kontrol emosi, atur manajemen waktu perjalanan, utamakan keselamatan orang lain dan tidak seruntulan," pungkasnya. (EPS)

Tags :