Oleh : Julfikri
Mazda CX-30 dengan kombinasi speaker dan subwoofer Focal dari seri berbeda.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Salah satu keunggulan dari speaker Focal adalah output suara yang lebih bisa disesuaikan, melalui pemilihan speaker dan subwoofer.
Untuk produk tertentu Focal memang sudah dirancang sebagai produk yang a la carte dalam arti, pelanggan bisa mengkombinasikan dengan seri yang berbeda.
Baca Juga:
FOCAL x Cartens: Premiere Store Pertama di Indonesia Resmi Hadir
Salah satu contoh menariknya ada di Mazda CX-30 milik salah satu pelanggan gerai Mega Audio, dengan memakai speaker Focal yang serinya ‘gado-gado’.

Baca Juga:
Terintegrasi, Sistem Audison Terbaru Suguhkan Performa Dinamis dan Detail Presisi
“CX-30 ini kita upgrade audionya daily sekaligus kompetisi.”buka Regan Andrew dari Mega Audio kepada SoundandMachine.com saat ditemui di gerainya (11/1/2025).
CX-30 tersebut menggunakan midbass dan midrange K2 Power M, tweeter-nya Beryllium dari seri Focal Utopia M. Kombinasi speaker dari seri Focal yang berbeda tersebut dilakukan salah satunya karena budget, mengingat konsepnya siap kompetisi di kelas budget tertentu.
Baca Juga:
Sambut Asia CAN Finals 2026, Indonesia Car Audio Network Siap Gelar Training di Dua Kota
“Tweeter ini kita mau bikin jauh lebih detail, makanya kita gunakan Beryllium. Untuk midrange dan midbass-nya, K2M jadi pilihan karena budget gak terlalu tinggi tapi teknologinya udah menggunakan dari Focal Utopia M, jadi masih sangat mumpuni mengimbangi tweeter.” jelas Regan.
Terkesan unik, karena biasanya kalau pemilik mobil sudah memilih satu seri Focal, Utopia M misalnya, paling tidak semua komponennya dipakai, seperti midbass, midrange, tweeter, dan subwoofer.
Namun kalau ada niatan untuk mengikuti kompetisi car audio, kombinasi seperti ini cukup lazim dilakukan, karena salah satu concern-nya adalah budget, bagaimana supaya tidak melampaui kelas maksimum budget tersebut.

Selain speaker, subwoofer Focal yang dipakaikan ke CX-30 ini serinya juga berbeda, yaitu 25 KX dari K2 Power berukuran 10 inci.
Hanya saja subwoofer K2 Power cukup jamak, karena seri K2 Power M dimensinya terlalu kecil untuk subwoofer belakang, dan Utopia M terlalu tinggi budget-nya.
“Subwoofer-nya masih satu seri dengan midrange dan midbass. Kita pakai yang 10 inci. Punch-nya dapat, low-nya dapat.” kata Regan.
Menurut Regan, untuk mengoptimalkan keluaran suara dari speaker kombinasi dari seri yang berbeda ini, salah satu kuncinya adalah tuning. Oleh karena itu dibutuhkan digital sound processor, power amplifier, dan peranti pendukung lainnya yang tepat.
Lantas bagaimana hasilnya dengan racikan seperti ini? “Kita cobain kombinasi seperti ini dan hasilnya diluar ekspektasi. Bagus suaranya, tapi ada soft-nya. Jadi berkarakter sekali.” pungkas Regan. (Joule)