Tiga Aspek Ini Maksimalkan Eco Driving, Bikin Konsumsi BBM Tetap Irit Selama Mudik

  • Oleh : redaksi

Senin, 31/Mar/2025 12:00 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) – Perjalanan mudik selama libur Lebaran tentunya perlu mengalokasikan biaya untuk bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya tidak sedikit.

Tingkat efisiensi BBM dipengaruhi banyak hal. Perilaku mengemudi, sering melakukan akselerasi hingga putaran mesin tinggi, hingga pengereman mendadak.

Baca Juga:
Perkuat Posisi SUV Keluarga, TIGGO 8 CSH Beri Perlindungan dan Kenyamanan Maksimal

Untuk itu, diperlukan teknik berkendara Eco Driving, merupakan cara mengemudi dengan tujuan mengoptimalkan konsumsi bahan bakar agar lebih efisien serta berperan mengurangi risiko kecelakaan.  

Baca Juga:
LEPAS L8 Hadir untuk Perjalanan Modern: Nyaman di Kota, Tenang untuk Perjalanan Jauh

Eco Driving diyakini mampu menghemat waktu dan biaya, aman, serta ramah lingkungan. Teknik ini dipengaruhi perilaku mengemudi, kondisi mobil serta lingkungan selama perjalanan.  

Selain untuk efisiensi bahan bakar, teknik Eco Driving juga merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang usia pakai kendaraan karena kinerjanya tidak dipaksakan.  

Baca Juga:
Lengkapi Lini Produk Elektrifikasi, MGS5 EV Jadi SUV Listrik untuk Keluarga Terkini

Guna mengoptimalkannya, Sobat Sound perlu tahu setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan supaya konsumsi BBM tetap irit selama perjalanan mudik.

1.Hitung Waktu dan Tentukan Rute serta Tujuan Perjalanan
Hitung estimasi waktu berkendara dengan memperhatikan rute perjalanan agar dapat menghindari kemacetan.  

Jika sudah terjebak dalam kemacetan, mobil akan sering melakukan ‘stop and go’, kondisi dimana mobil harus berhenti dan dijalankan kembali sesuai dengan kepadatan lalu lintas, sehingga mengakibatkan boros bahan bakar.  

Namun, selain menghindari kemacetan, dalam menghitung estimasi waktu berkendara, Sobat Sound juga harus menyediakan waktu lebih jika menghadapi kejadian tidak terduga di perjalanan.
 
2. Perilaku Mengemudi
Sebisa mungkin hindari mengemudi secara agresif karena dapat memicu penggunaan bahan bakar yang boros.  

Dalam mengemudi dengan teknik Eco Driving, untuk mencapai putaran maksimum Sobat Sound harus menekan pedal gas secara perlahan dan segera pindah ke posisi gigi percepatan yang lebih tinggi.  

Pengemudi idealnya menjaga putaran mesin di angka 2.000 hingga 3.000 rpm. Jika melakukan perpindahan gigi melebihi angka tersebut putaran mesin menjadi terlalu tinggi dan penggunaan bahan bakar akan jauh lebih boros.
Manfaatkan momentum akselerasi saat bertemu dengan medan yang menanjak dan gunakan engine break saat bertemu dengan medan yang menurun.  

Akselerasi tinggi dalam mengemudi hanya akan menyebabkan konsumsi bahan bakar secara berlebihan.  

Begitu pula ketika hendak mengerem, Sobat Sound harus memperhitungkan jarak pengereman sekitar 3 detik dengan menekan pedal rem secara halus dan memanfaatkan engine break untuk pengereman.  

Selain itu, gunakan kecepatan ideal kendaraan dengan konstan sekitar 60-70 kilometer per jam untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar.
3. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai
Hal penting lainnya yang harus Sobat Sound perhatikan adalah penggunaan bahan bakar yang sesuai anjuran, yaitu bahan bakar tanpa timbal (unleaded fuel). 

Bahan bakar tanpa timbal akan meminimalisir polusi dari gas buang kendaraan, sehingga menjadi lebih ramah untuk lingkungan sekitar.

Pemilihan ban mobil juga merupakan faktor yang penting dalam mendukung teknik Eco Driving. Salah satunya, Sobat Sound bisa menggunakan ban bertipe hambatan gulir (rolling resistance) yang rendah.  
 
Ban dengan tekanan angin yang kurang dapat memperlambat roda bergulir sehingga membutuhkan tenaga ke poros roda lebih besar.

Selain bahan bakar dan ban mobil, penggunaan AC juga menjadi salah satu faktor borosnya bahan bakar. Untuk itu, hindari menggunakan AC dengan suhu maksimal dan gunakan suhu ideal ruang kabin sekitar 20-23 derajat celcius.

Jika Sobat Sound sudah memperhatikan tiga aspek ini, penerapan teknik mengemudi Eco Driving diyakini bisa lebih maksimal. Mudik tetap irit! (*)