Oleh : Julfikri
Bandung JDM Fest 2026 menunjukkan pesona mobil Jepang dari segi kultur otomotif.
SoundandMachine.com (Bandung) - Di tengah agresivitas pabrikan asal Tiongkok, pabrikan Jepang masih punya pesonanya sendiri, terutama kalau sudah bicara kultur otomotif, seperti modifikasi mobil dan budaya populer.
Tidak bisa dipungkiri, otomotif Jepang memiliki sinergi yang kuat antara industri, kultur otomotif, dan budaya populer-nya. Jika ada sesuatu yang berbau otomotif Jepang, umumnya dengan embel ‘JDM’ misalnya, akan menarik perhatian penggemar otomotif, bahkan pop culture-nya.
Baca Juga:
Lebih Memacu Skill Mengemudi, JDM Fun Day Kembali Diadakan di Sirkuit Mandalika

Bandung JDM Fest adalah salah satu buktinya, karena perhelatan otomotif khusus pabrikan Jepang ini sudah tahun ketiga berjalan, dan konsisten menghadirkan sesuatu yang berbeda, begitu juga peningkatan animonya.
Baca Juga:
Ada Konten Acara Baru, Bandung JDM Fest 2025 Akan Lebih Bernuansa Jepang
Tahun ini Bandung JDM Fest diadakan pada tanggal 18 Juli 2026, dan lokasinya masih sama, yaitu Bandung Convention Center, Bandung, Jawa Barat.
“Peserta tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, yaitu sekitar 250 mobil. Tahun lalu 200 mobil lebih sedikit. Layout tidak terlalu rapat, dikurasi lebih ketat lagi. Banyak yang ingin ikut juga cuma space-nya kurang,” buka Chris Zibekk, Penyelenggara Bandung JDM Fest kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (18/7/2026).
Baca Juga:
Hadirkan Suasana Baru, Bandung JDM Fest 2024 Tunjukkan Animo Otomotif Jepang yang Tinggi
Mobil yang tampil di Bandung JDM Fest 2026 bukan hanya dari Bandung saja, tetapi juga dari luar Bandung seperti Jabodetabek, sehingga menjadi magnet bagi para penggemar otomotif.

Pengadaan Bandung JDM Fest 2026 bukan tanpa dukungan dari merek mobil Jepang. Jika dua tahun sebelumnya didukung oleh salah satu jaringan dealer resmi, kali ini dari agen pemegang merek-nya langsung, yaitu PT. Toyota-Astra Motor dengan Gazoo Racing-nya.
Dalam perhelatan tersebut, Gazoo Racing membuka booth, yaitu GR Drive Lifestyle, dengan sejumlah kendaraan Toyota yang dimodifikasi, dan di area indoor yang menjual merchandise sekaligus Toyota GR Yaris, ditambah beberapa mobil Toyota di sekelilingnya.
Untuk mobil modifikasinya kebanyakan dari pemiliknya langsung, setelah diberi panggung oleh Gazoo Racing, sehingga menunjukkan antusiasme-nya.
“JDM Fest punya satu visi yang sama dengan GR Brand, kita ingin ada lebih banyak excitement. Kalau dilihat, ternyata banyak juga mobil modifikasi, dan beragam. GR Brand itu tidak hanya balap, tetapi juga excitement, dan kita ingin soul of excitement-nya ada di mobil.” kata Philardi Ogi, Head of Public Relation & Motorsport, PT Toyota-Astra Motor.

Dengan adanya Bandung JDM Fest dan animo otomotif Jepang seperti ini, semestinya bisa menjadi benefit bagi para agen pemegang merek mobil Jepang untuk para pelanggan, tinggal bagaimana penyelenggara merangkulnya.
“Animo untuk hobi JDM tetap banyak. Memang ada pengaruh juga dari mobil listrik, yang lebih efisien. JDM kan hobi dan penggemar khusus, jadi tidak terpengaruh sebenarnya. Biarpun sehari-hari menggunakan mobil elektrik tetapi koleksinya JDM.” pungkas Chris. (Joule)