Resmi Hadir di Indonesia, Forland Sasar Peluang Strategis Kendaraan Komersial Elektrifikasi

  • Oleh : anto

Selasa, 03/Nov/2026 14:30 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) – Tambah lagi merek kendaraan dari pabrikan Tiongkok yang mencoba menjajaki pasar otomotif di Tanah Air.


Baca Juga:
Varian Baru Truk Mitsubishi Fuso Siap Dukung Produktivitas Bisnis Sektor Logistik

Adalah Forland, merek di bawah naungan BAIC Group di Cina yang resmi hadir di Indonesia, menyasar peluang strategis kendaraan komersial berbasis elektrifikasi.


Baca Juga:
Jadi Truk Listrik Pertama di Indonesia, Mitsubishi Fuso eCanter Siap Dijual di GIIAS 2024

“Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Pengalaman manufaktur global Forland selama dekade terakhir menjadi fondasi utama kami,” jelas Mr. Dong YongSheng, CEO Forland International dalam sambutannya saat peluncuran resmi di Jakarta (3/11/2026).

Baca Juga:
Mitsubishi New Colt L300: Mitra Usaha Andalan Bikin Kelangsungan Bisnis Tetap Berjalan

Disebutnya, Forland menerapkan pendekatan berbasis kesesuaian operasional (application-driven approach) untuk memastikan setiap kendaraan menjawab tantangan muatan dan rute usaha secara presisi.


Untuk pasar Indonesia, lini kendaraan yang ditawarkan berbasis 100% listrik. Mencakup platform ET5 mencakup varian Pick Up, Box, Box Aluminium, Cold Chain Solutions (rantai dingin) hingga Angkutan Kota.


Kemudian Platform EL5e untuk kebutuhan kerja menengah dan konstruksi perkotaan seperti Electric Dump Truck dan Arm Roll Truck.

Lalu ada kategori van seperti Blind Van U7 dan U9 untuk efisiensi logistik perkotaan dan pengiriman barang harian.


Kehadirannya diageni oleh PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) yang merupakan bagian dari MAS Grup, dealer resmi sejumlah merek kendaraan penumpang seperti GWM, Chery, Jaecoo, Omoda, Lepas, iCar dan kendaaran komersial Daimler Truck.


Pertumbuhan ekspansif sektor logistik dan perdagangan digital Indonesia membutuhkan keandalan armada distribusi last-mile yang efisien.

Meski adopsi mobil listrik penumpang telah menembus 20%, sektor armada komersial belum banyak tersentuh oleh solusi berbasis listrik.


Hal ini membuka kesempatan strategis bagi PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) untuk mengambil langkah pionir dalam membangun pasar sejak dini.


“Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal,” jelas Jin Hong Lin (Darwin), Presiden Direktur PT TUS pada kesempatan yang sama.

Dalam pemaparannya disebutkan, PT TUS Mmemahami pentingnya jaminan purnajual bagi pengelola armada komersial (fleet operators).


Untuk itu PT TUS mengandalkan pengalaman dan jaringan MAS Group selama lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional, guna menjamin kesiapan servis teknis serta ketersediaan suku cadang secara berkesinambungan.


Selain keandalan unit, TUS membangun ekosistem energi terintegrasi melalui kemitraan strategis bersama StarCharge, salah satu penyedia infrastruktur pengisian daya terbesar di Cina.

Meliputi infrastruktur pengisian daya (charging), CRRC untuk teknologi Battery Energy Storage System (BESS), serta integrasi energi terbarukan berbasis solar energy.


Kedepannya, Forland akan menyiapkan jaringan sebanyak enam dealer di tahun 2026 ini, lalu rencana sebanyak 13 dealer di tahun 2027. Ditambah 19 titik gudang suku cadang di seluruh Indonesia. (anto)