Langkah Mudah yang Perlu Diperhatikan Agar Transmisi Otomatis Mobil Lebih Awet

  • Oleh : edo

Selasa, 05/Janu/2021 11:58 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Mobil bertransmisi otomatis saat ini semakin digemari masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berdomisili di kota-kota besar. Alasannya, tentu saja agar lebih nyaman saat harus berkutat dengan kemacetan, sehingga tak perlu repot menginjak pedal kopling.

Meski demikian masih banyak pengguna yang belum paham bagaimana melakukan perawatan berkala bagi mobil bertransmisi otomatis. Sebagai pemilik mobil, sangatlah penting bagi Anda untuk dapat merawat mobil tersebut agar tahan lama. 

Baca Juga:
Tingkatkan Kenyamanan Konsumen, Hyundai City Store Kedua Resmi Dibuka

Secara umum, perawatan pada mobil bertransmisi otomatis tidak terlalu berbeda dengan mobil manual. Perbedaannya hanya terletak pada sistem transmisinya saja yang tentu membutuhkan penanganan tersendiri.

Berikut ini ulasan singkat cara merawat mobil transmisi otomatis, sesuai dengan petunjuk pada buku manual kendaraan seperti dikutip dari laman resmi Mitsubishi :

Baca Juga:
Hingga Belasan Juta Rupiah, Ini Besaran Insentif PPnBM Mitsubishi Xpander

Ganti oli transmisi

Pergantian oli adalah hal yang tidak boleh dilupakan oleh pemilik mobil bertransmisi otomatis. Mengingat kegunaan oli transmisi ini sangatlah vital, untuk melumasi bagian mekanis di dalam sistem transmisi. 

Baca Juga:
Perhatikan Hal ini Ketika Melibas Banjir Menggunakan Sepeda Motor

Pada perawatan berkala mobil bertransmisi matik, akan dilakukan pengecekan oli transmisi setiap 20.000 km. Jika ditemukan kekurangan pada oli transmisi ini sebaiknya segera ditambah untuk menghindari terjadinya kerusakan pada sistem transmisi.

Ilustrasi penggantian oli 

Apabila kendaraan dipergunakan pada medan operasi yang berat, maka pemeriksaan harus dilaksanakan lebih sering dari jadwal standar yang ada di buku manual kendaraan. 

Adapun yang dimaksud dengan penggunaan kondisi berat ini antara lain mobil sering digunakan di daerah berdebu atau di area yang terkena udara laut atau air garam. 

Selain itu, lebih dari 50% dioperasikan di jalanan kota yang macet pada suhu panas sekitar 32 derajat atau lebih, serta dioperasikan dengan beban berlebihan.

Penggantian pelumas ini dilakukan agar sistem transmisi tetap terlumasi dengan baik, karena pelumas juga memiliki masa pakai yang akan berkurang fungsinya seiring waktu pemakaian. Ketika melakukan penggantian oli transmisi, gunakanlah oli yang memang direkomendasikan oleh pabrikan mobil.

Pindahkan ke posisi N saat berhenti

Agar transmisi matik pada mobil tetap awet dan tahan lama sebaiknya perhatikan juga cara penggunaannya. Misalnya ketika berhenti di lampu merah atau macet yang cukup lama, ada baiknya posisikan tuas transmisi pada posisi netral (N). 

Sebaliknya, jika posisi tuas transmisi di posisi Drive (D) hal ini memicu kanvas kopling mobil terus bergesekan. Hindari memindahkan tuas transmisi ke posisi Parking (P) ketika lampu merah atau berhenti sesaat.

Sebab, hal tersebut akan menimbulkan banyak gesekan ketika tuas transmisi dipindahkan lagi menuju posisi D. Posisi P sebaiknya hanya digunakan saat parkir saja.

Kenali tanda-tanda transmisi matik bermasalah

Ketika merawat mobil bertransmisi otomatis maka Anda juga harus mengenali tanda-tanda jika transmisi matik ini bermasalah. Pertama adalah ketika melakukan perpindahan tuas dari posisi P ke N, atau D, dan R apakah terasa kasar dan ada bunyi keras yang mengganggu. 

Kalau ada tanda-tanda seperti itu berarti sudah saatnya Anda melakukan pemeriksaan ke bengkel resmi. Tanda lainnya ketika transmisi matik bermasalah bisa dilihat saat memasukkan gigi pada posisi transmisi D atau R kemudian lepas rem. 

Jika dalam kondisi normal, maka mobil akan langsung bergerak. Jika tidak langsung bergerak itu berarti ada sesuatu pada sistem transmisi matik mobil Anda. Pada kendaraan Mitsubishi, ada indikator pada meter cluster jika terjadi transmisi menyentak, atau tarikan berat (failsafe). 

Jika indikator ini muncul berarti tandanya mobil harus dibawa ke bengkel resmi untuk diperiksa lebih lanjut. (EPS)