Oleh :
SoundandMachine.com (Bekasi) - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), beberapa waktu lalu sempat mengatakan bahwa pihaknya akan menambah kandungan lokal pada salah satu produk andalannya, yakni Xpander.
Pada akhir Desember 2020, MMKSI baru saja membuktikan dengan mengumumkan dimulainya produksi mesin Mitsubishi Xpander, sebagai upaya peningkatan rasio kandungan lokal Xpander menjadi sekitar 80%.
Baca Juga:
Tembus 1.000 Unit, iCar Mulai Lebih Fokus Pengalaman Kepemilikan
Presiden Direktur MMKI, Shinji Matsumura mengatakan, hal ini tentunya diharapkan akan memperbesar manfaat ekonomi bagi rantai pasokan lokal, yang tentunya melibatkan vendor-vendor dalam negeri.
"Lokalisasi pembuatan mesin Mitsubishi Xpander merupakan pemenuhan komitmen MMKI untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia. Kami akan terus berupaya untuk turut berpartisipasi dalam menggerakkan ekonomi di Indonesia," kata Shinji.
Baca Juga:
Terbesar di Dunia, Automechanika Indonesia Hadirkan Pameran B2B Lebih Interaktif

Kandungan lokal akan semakin ditingkatkan
Baca Juga:
Gerai Legendaris di Lokasi Strategis, Permaisuri Ban Gading Serpong Resmi Dibuka
Lebih lanjut ia mengatakan, tersedianya fasilitas tambahan di MMKI ini akan mampu memproduksi 160.000 unit mesin Mitsubishi Xpander per tahun. Pada akhir Tahun Fiskal 2019, kapasitas produksi MMKI secara keseluruhan telah ditingkatkan menjadi 220.000 unit per tahun.
"Sedangkan, pada Tahun Fiskal sebelumnya kapasitas produksi MMKI sebesar 160.000 unit per tahun," ungkap Shinji. Menurutnya, Indonesia masuk dalam kawasan ASEAN yang menjadi growth driver atau pendorong pertumbuhan pada Rencana Jangka Menengah Mitsubishi Motors.
Sehingga, peran MMKI sangat signifikan mengingat MMKI adalah pabrik induk dari Mitsubishi Xpander dan mesinnya. "Dengan dimulainya produksi mesin Mitsubishi Xpander, kami berharap dapat memperkuat bisnis produksi dengan meningkatkan daya saing dan mempergunakan fasilitas produksi secara efektif," pungkasnya.
Sebelum diproduksi MMKI, mesin Mitsubishi Xpander didatangkan langsung dari Jepang. Lokalisasi dinilai tidak hanya menguntungkan bagi pasar Indonesia, namun juga untuk pasar ekspor. (EPS)