Michael Santoso, Sosok Installer Muda Pendiri Reborn Audio Kini Telah Tiada

  • Oleh : ADV

Jum'at, 23/Jul/2021 13:54 WIB
Michael Santoso (Foto: Reborn Audio) Michael Santoso (Foto: Reborn Audio)

SoundandMachine.com (Jakarta) - Berita duka kembali menghampiri dunia otomotif, khususnya segmen modifikasi. Pada 21 Juli 20201 lalu, Freddy Hermawan, punggawa rumah modifikasi New Face Auto Modification, dikabarkan telah meninggal dunia.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, jagat modifikasi audio juga baru saja kehilangan Michael Santoso, sosok pemuda yang namanya mulai berkibar di beberapa kancah kontes audio Tanah Air, beberapa tahun belakangan.

Baca Juga:
Rayakan 20 Tahun Eksistensinya, Cartens Audio Berkomitmen Terus Tingkatkan Pelayanan

Michael sendiri merupakan salah satu punggawa bengkel Reborn Audio, yang bermarkas di bilangan Meruya, Jakarta Barat. Mengawali bisnis audio sejak 2018, ia dikenal sebagai sosok yang gigih, dan kerap menjadi peserta beberapa kontes audio yang diadakan di beberapa kota.

"Dari awalnya sebagai hobi, dengan ikut beberapa kontes, akhirnya kami berdua memutuskan untuk mendirikan toko audio sendiri yang dinamakan Reborn Audio," kata Christanto W, selaku partner sekaligus salah satu owner Reborn Audio.

Baca Juga:
Harga Terjangkau Kualitas Memukau, Pioneer Rilis Head Unit dan Speaker Terbaru di Indonesia

Lebih lanjut pria ramah itu mengatakan, bersama Michael ia membangun Reborn Audio dengan suka duka. Bahkan tak jarang, Chris bersama Michael juga turun langsung untuk membantu proses instalasi komponen audio di mobil konsumen. 

Baca Juga:
Catat Tanggalnya! Car Audio Network Kembali Adakan Training Skala Internasional untuk Kontestan dan Juri

"Karena kita belajar dari awal semua dikerjakan sendiri, mulai dari tarik kabel, pasang sepaker, sampai pasang peredam. Belajar juga dari Youtube, karena dia (Michael) suka cari referensi cara pasang dan setting," ungkap Christianto.

Selain belajar secara otodidak, Michael yang wafat dalam usia 27 tahun itu juga ikut beberapa Judge Training, seperti digelar oleh SQC, ICAN serta USACI. Sembari mengenang, Chris menceritakan bahwa Michael adalah pribadi yang sangat baik.

"Michael anak yang baik, dia mau belajar jadi lebih baik. Sebagai partner saya menilai dia orang yang jujur, memiliki pikiran terbuka, serta punya daya juang yang gigih. Salah satu buktinya ia ikut kontes audio bahkan hingga keluar kota," tuturnya.

Bersama Reborn, ia kerap tampil sebagai juara di beberapa kelas bergengsi, termasuk juara nasional dari bermacam kontes audio yang diadakan. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk terus menghasilkan karya terbaik, termasuk di mobil para konsumennya.

"Reborn Audio memiliki slogan rethink, rebuild dan revolution. Artinya, mobil konsumen yang masuk, kita akan pikirkan dulu konsepnya (rethink), maunya seperti apa. Jika sudah, baru kita bangun (rebuild), sehingga nantinya dia akan berubah atau berevolusi menjadi lebih baik," jelasnya.

Christanto mengaku merasa sangat kehilangan, sebab mereka berdua sudah pasti hampir tiap hari bertemu. Apalagi, meninggalnya Michael terbilang agak cukup mendadak, karena dalam kondisi proses pemulihan pasca terpapar Covid-19. 

"Tanggal 20 Juli secara mendadak dia pergi. Tanpa diduga padahal kondisinya membaik, saya sempat bilang ayo cepat sembuh, perjalanan kita masih jauh, semangat!," ucapnya. Meski kehilangan partnernya, ia mengaku akan terus membawa kenangan dari Michael.

"Dunia audio kehilangan sosok anak muda yang baru mau berkembang. Kita dan teman-teman hanya bisa mendoakan agar di sana dia mendapat tempat terbaik. Saya akan teruskan impian Michael agar Reborn Audio menjadi lebih baik dan berkembang," pungkas Christanto. Selamat jalan Michael. (EPS)