Subaru Community Indonesia, Ketika Semangat Pelihara Mobil Membuahkan Hasil

  • Oleh : Julfikri

Kamis, 23/Sep/2021 18:30 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) – Ketika mobil tersebut ditinggalkan oleh agen pemegang merk (APM), besar kemungkinan peminatnya akan turun karena persoalan layanan purna jual.

Seperti pabrikan asal Jepang Subaru misalnya, yang sempat ditinggalkan oleh APM sebelumnya yaitu Motor Image Indonesia, pada tahun 2014 karena persoalan pajak.

Baca Juga:
Subaru Historical Gallery Terbuka Untuk Komunitas Lintas Merek, Begini Cara Daftarnya

Setidaknya sekitar setahun setelah APM-nya hengkang, berdirilah Subaru Community Indonesia (SCI) yang memiliki semangat agar mobil Subaru kesayangannya tetap bisa dipakai.

“Sebelum SCI terbentuk sudah ada komunitas, cuma jumlahnya kecil. Ternyata dari 2015 banyak peminatnya.” buka Harist Kusuma dari SCI kepada SoundandMachine.com di BSD, Tangerang (18/9/2021).

Baca Juga:
Subaru Weekend Experience, Dekatkan Agen Pemegang Merk dengan Komunitas

SCI siap membantu pemilik Subaru yang ingin melakukan perawatan, termasuk mencari sparepart, dengan memberikan referensi seperti bengkel.

Selain bengkel resmi yang menjadi rujukan oleh APM lamanya, ada beberapa bengkel spesialis Subaru di berbagai daerah Jabodetabek.

Begitu APM-nya kembali ke Indonesia, sekarang bengkel resmi Subaru hanya di Plaza Subaru di daerah Alam Sutera, Tangerang.

Soal perawatan, memang Subaru agak berbeda dengan mobil Jepang lain karena mesin flat-nya.

“Subaru parts-nya interchangeable, Forester, XV, dan Impreza itu salah satu yang interchangeable.” tambah Harist.

Beberapa orang SCI juga ada yang bermain modifikasi mobil, dan pernah mengadakan kontes dyno khusus anggota di Rev Engineering pada tahun 2019 silam.

SCI juga menjadi ajang silaturahmi bagi sesama pemilik Subaru, dan sebelum pandemi Covid-19 cukup sering mengadakan acara kumpul.

Seperti di Plaza Senayan, Pantai Indah Kapuk, dan Mitra Terrace di acaranya Goodrides yaitu Cars and Coffee.

SCI memiliki sub-komunitas atau sub-group yang menyesuaikan antara mobil dan preferensi masing-masing pemilik Subaru.

Seperti misalnya, buat yang suka adventure ada Subaru Adventure Indonesia, pemilik Forester ada Subaru Forester Indonesia, pemilik WRX atau WRX STI ada WRX STI Owner Club, dan sebagainya.

Di luar itu, seperti pemilik BRZ misalnya, berada di grup induk, karena SCI membuat sub-komunitas berdasarkan jumlah pemilik mobilnya.

“Subaru peminatnya luas, jadi kita SCI itu sebagai induknya. Ada yang demen touring, ada yang demen standar, akhirnya kita buat gimana kalau kita buat sub-group-nya.” jelas Harist.

Dari semangat tersebut, pada akhirnya membuahkan hasil, karena SCI langsung dirangkul oleh Subaru Indonesia selaku APM yang baru.

“Karena komunitas Subaru yang resmi ini adalah SCI, benar-benar kita harus support, kita harus dekat, mereka bisa menjadi ‘ambassador’-nya Subaru Indonesia.” ungkap Arie Christopher, Chief Operations Officer Subaru Indonesia.

Dengan demikian, kehadiran SCI mengingatkan kita agar tetap semangat untuk memelihara sebuah mobil apapun merk-nya, dan juga ada atau tidak APM-nya.

Tidak kalah penting, tetap kompak dalam berkomunitas agar membuahkan hasil.

(Joule)