Angkat Tema Retro, Gelaran Auto Kultur Rangkul Para Pecinta Otomotif di Sektor Kultural

  • Oleh : Julfikri

Jum'at, 16/Des/2022 18:00 WIB
Perhelatan Auto Kultur Indonesia yang diadakan di Edutown, BSD, Tangerang. Perhelatan Auto Kultur Indonesia yang diadakan di Edutown, BSD, Tangerang.

SoundandMachine.com (Tangerang) - Kultur otomotif menjadi salah satu barometer seberapa tinggi antusiasme masyarakat terhadap kepemilikan mobil, dan itu lebih dari sekedar alat transportasi. Seperti koleksi mobil, modifikasi atau kustomisasi, hingga restorasi.

Oleh karena itu Auto Kultur Indonesia merangkul para pecinta otomotif yang bergerak di sektor tersebut, untuk berkumpul di Edutown BSD, Tangerang, pada tanggal 10-11 Desember 2022.

Baca Juga:
Tembus 1.000 Starter, Hogers Sukses Gelar Balap Drag Race Harley-Davidson di PIK 2

“Auto Kultur itu bisa dianggap kayak lebarannya anak otomotif, yang berusaha menggabungkan kebanyakan genre modifikasi di Indonesia. Makanya ada Eropa, Jepang, Static, Bagged, ada semua di sini.” buka Jalu selaku Panitia Auto Kultur Indonesia di lokasi acara (11/12/2022).

Untuk tahun ini, penyelenggara Auto Kultur bermitra dengan komunitas Euro Retro Enthusiast, yang membuat peserta kontesnya harus memakai mobil paling muda keluaran tahun 2000.

Baca Juga:
Apresiasi Mobil Keluaran Lama, Wadah Otomotif Eurohauz Ajak Run dan Sarapan Bersama

Sebelum masuk ke gate, pengunjung disambut oleh sejumlah mobil second antara mobil yang langka di Indonesia, atau sempat populer di zamannya tetapi dalam kondisi seperti baru keluar dari dealer.

Baca Juga:
Area Pameran Tambah Luas, GIIAS 2024 Akan Dihadiri Lebih Banyak Eksibitor Baru

Kemudian masuk ke gate, pengunjung disuguhkan beberapa tenant industri pendukung apabila mencari komponen tertentu, atau sekedar pelengkap gaya hidup karena dijual juga merchandise serta miniatur mobil.

Berikutnya, sektor mobil display di area outdoor yang menampilkan sekitar 150 mobil retro milik peserta, dengan beragam aliran modifikasi atau kustomisasi.

Area outdoor tersebut bukan hanya menampilkan mobil retro untuk di jalan aspal, tetapi juga di medan off-road dan itu lengkap dengan tenda serta ditempatkan di area kerikil, sehingga sesuai dengan display-nya.

Apabila gerah di area outdoor, masih ada area indoor dimana pengunjung bisa berteduh, sambil melihat display mobil milik peserta VIP yang tentunya tidak kalah menarik dengan mobil di area outdoor.

Sebut saja Nissan Skyline GT-R R32, Toyota AE86, Land Rover Defender, Shelby Cobra, Porsche 911 964, Mercedes-Benz SL, Holden Monaro, dan sebagainya.

Jika digabungkan dengan peserta, VIP, dan mobil yang akan dijual atau dilelang, Auto Kultur Indonesia dihadiri sekitar 250 mobil.

Bukan hanya display, setiap sore mobil tersebut juga bergerak untuk konten acara car parade, dan akan ada sesi ngobrol ketika pemilik mobil tersebut melewati host.

Auto Kultur juga menjadi ajang edukasi, karena menghadirkan sesi talkshow dengan pembahasan persoalan mengimpor barang komponen, yang kerap dilakukan untuk membangun atau memodifikasi mobil kesayangannya, terutama dalam kondisi bekas.

Dalam talkshow tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bea Cukai selaku pelaksana peraturan pemerintah melalui Kementerian, sementara IMI Mobility sebagai pihak yang menjembatani.

“Kita kan banyak mobil-mobil ini yang barangnya gak ada di sini, jadi terpaksa kirim dari luar, dan itu masih suka jadi masalah. Gak nyampe lah barangnya atau disita. Itulah yang dicari solusinya.” jelas Jalu.

Kabarnya untuk tahun depan, penyelenggara Auto Kultur Indonesia akan memperluas cakupan penggemar otomotif, dimana bukan hanya mobil retro saja yang bisa berpartisipasi.

“Untuk tahun depannya kita akan meluas lagi sampai ke mobil modern.” pungkas Jalu. Selamat atas kesuksesan acara Auto Kultur Indonesia. (Joule)