Gantikan Auto Kultur, Perhelatan Suddenly Meet-Up Dihadiri Sejumlah Figur Otomotif Ternama

  • Oleh : Julfikri

Jum'at, 03/Nov/2023 18:00 WIB
Perhelatan Suddenly Meet-Up di Cibis Park. Jakarta Selatan. Perhelatan Suddenly Meet-Up di Cibis Park. Jakarta Selatan.

SoundandMachine.com (Jakarta) - Meski tergolong baru dari segi nama, perhelatan Auto Kultur termasuk yang sukses menarik banyak perhatian para pecinta otomotif, bahkan menembus sejumlah figur ternama sekalipun.

Baca Juga:
Event Auto Kultur Akan Diadakan 2024, Animo Tinggi Sudah Dari Pre-Event Suddenly Meet-Up

Namun penyelenggara Auto Kultur memutuskan untuk meniadakan perhelatannya untuk tahun ini, salah satunya karena prinsip agar mobil yang tampil berbeda.

Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan bagaimana supaya Auto Kultur ini tetap eksis, salah satunya melalui perhelatan Suddenly Meet-Up pada tanggal 21 Oktober 2023 di Cibis Park, Jakarta Selatan, dengan pengadaan tergolong mendadak.

Baca Juga:
Subaru Indonesia Club Ajak Anggota Coba Produk Upgrade Performance di Meet-Up Awal 2024

“Kalau Auto Kultur itu terkurasi, kalau yang di sini lebih terbuka. Gak ada batasan jenis kendaraan, karena yang kita meet-up petrolhead-nya.” buka Rama, Founder Auto Kultur kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (21/10/2023).

Baca Juga:
Hidupkan Kembali Suasana Meet-Up Klasik Retro, Carwalk Adakan Event Sunday Wheels Spent

Meski waktu persiapannya tidak banyak, Suddenly Meet-up pada akhirnya memberi rasa event Auto Kultur, jika dilihat dari antusiasme, mobil yang hadir, hingga konten acara seperti garage sale dan sesi diskusi atau talkshow, terkait antara regulasi dari pemerintah untuk kustomisasi.

Sekedar informasi, di Auto Kultur terdapat sesi diskusi atau talkshow terkait kustomisasi dan regulasi pemerintah, dan pada waktu itu topiknya mengenai bea cukai memasukkan barang dari luar negeri.

Namun untuk Suddenly Meet-Up kali ini, momennya berdekatan dengan regulasi pemerintah terkait kustomisasi yang pada waktu itu baru disahkan, dan menjadi momen yang tepat untuk disosialisasikan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Mobilitas.

“Kebetulan tanggalnya berdekatan dengan Suddenly Meet-up, yang ngumpul anak-anak mobil semua yang harus tahu informasi tersebut. Makanya gua ngomong sama mas Rifat (Wakil Ketua IMI Mobilitas), ini momen yang pas untuk mensosialisasikan.” kata Rama.

Suddenly Meet-up juga menjadi momen untuk mengkurasi mobil yang berpotensi untuk dihadirkan di acara besarnya nanti, yaitu Auto Kultur. Itupun akan diadakan di berbagai daerah di Indonesia, dan yang di Jakarta sudah mencakup Jabodetabek.

“Kita targetnya itu ada 5 kali Suddenly Meet-up menuju Auto Kultur. Untuk kota-kotanya, kemungkinan yang bisa gua mention itu di Colomadu sama Surabaya. Mungkin ada 2 kali cuma levelnya small, cuma belum tahu.” jelas Rama.

Suddenly Meet-up juga dihadiri sejumlah figur ternama di kalangan otomotif, yaitu Rifat Sungkar, Jejelogy, Gazpoll Racing Team, Didietoz, The Elite, HPT Motorsport, dan sebagainya.

Tak ketinggalan, dalam Suddenly Meet-Up tersebut juga ada sesi parade untuk memperkenalkan mobil yang dibawa untuk display, sehingga membuat rasa Auto Kultur semakin kentara.

Mengenai kapan event Auto Kultur akan diselenggarakan, Rama mengaku belum bisa memastikan, terlebih karena tahun politik di 2024. Namun yang terpenting bagaimana supaya Auto Kultur akan dihadiri dengan mobil yang sevariatif mungkin.

“Auto Kultur harusnya tahun ini, makanya jadi ada Suddenly untuk menggantikan. Kemungkinan besar Auto Kultur akan 2 tahun sekali, karena custom mobil gak setiap tahun juga. Takutnya nanti tahun ini mobilnya ini, tahun depan ini lagi ini lagi, itu yang kita gak mau, karena modifikasi gak secepat itu, dan kita kurasi banget.” pungkas Rama. (Joule)