Oleh : Julfikri
Ilustrasi Dominations Car Audio Installer School.
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Audioworkshop (AWS) selaku pemegang brand Dominations Audio mengadakan pelatihan untuk para instalatur dan juga pehobi modifikasi car audio, yaitu Car Audio Installer School.

Baca Juga:
Gandeng Semua Unsur Industri Roda Dua, IMOS 2026 Siap Digelar di ICE BSD City
(sumber: Dominations)
Setelah sesi pertama diadakan pada tanggal 10 Januari 2024, AWS akan mengadakan sesi kedua pada tanggal 5 Februari 2024 di Grand Orchardz Hotel Kemayoran, dengan pelatih yang sama, yaitu pakar car audio Wahyu Tanuwidjaja dan instalatur gerai Robert William.
Baca Juga:
Semarak Menjelang Acara Puncak, Honda Culture Indonesia Adakan Night Meet-Up Terakhir
“Tujuannya kita mau cari bibit-bibit baru dari konsumen jadi toko, dari hobbyist jadi toko. Bali ada generasi kedua, Tulungagung generasi kedua, Semarang generasi kedua, jadi mereka umur 26 takeover usaha bapaknya.” buka Wahyu Tanuwidjaja, Trainer Car Audio Installer School kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (10/1/2024).
Adapun materi yang akan dibahas di sesi kedua adalah fundamental menggunakan Digital Sound Processor (DSP) sebagai 'otak' dari modifikasi sistem audio mobil.
Baca Juga:
ASIA CAN Finals 2026 Asia Master Tuner dan Indonesia Open Penuh Antusias di Seri Terakhir
Car Audio Installer School sesi kedua terbuka untuk instalatur, pemilik toko, dan pehobi, dengan biaya Rp. 2.100.000,- dan pendaftaran paling lambat 1 Februari 2024.

Adapun benefit dari pembayaran tersebut berupa sertifikat dan diskon pembelian DSP Dominations 8425 MK2 dari Rp. 6.352.500,- menjadi Rp. 4.252.500,-.
Selain itu, setelah mengikuti Car Audio Installer School bisa praktek langsung dan untuk kalangan tertentu akan mendapatkan beasiswa sampai 100 persen.
“Kesempatan untuk bekerja diluar negeri untuk orang yang mempunyai kemampuan di bidang otomotif. Sekarang Malaysia kesulitan manpower dalam bidang expertise ini, Hongkong juga sama, Taiwan juga sama, bahkan salahsatu dealer kita, saya sudah usahakan untuk berangkat ke Australia jadi installer. Cuma dia mentok di Bahasa Inggris.” pungkas Wahyu. Berminat? (Joule)