Oleh : Julfikri
ilustrasi kompetisi car audio Car Audio Network.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Car Audio Network (CAN) International semakin memperkuat taringnya di mancanegara, dengan mengadakan kompetisi car audio tingkat internasional yaitu Asia CAN Finals 2025.
Asia CAN Finals merupakan kompetisi car audio internasional tingkat Asia, dimana para juri yang dipilih akan berkeliling menilai car audio di delapan negara peserta.
Baca Juga:
Kompetisi Mobile Sound Festival Tunjukkan Peningkatan Minat Modifikasi Car Audio EV
Namun ada perbedaan dibanding regulator lain yang mengadakan kompetisi seperti ini, mulai dari negara kompetitor hingga juri.

Baca Juga:
Lanjutkan Tradisi, Daihatsu Ajak Komunitas Penggunanya Mudik Bareng
“Kita mau untuk Asia CAN ini biar juri keliling-keliling tetapi tidak boleh lebih dari 24 mobil. Supaya presisi. Jadi setiap juri dalam satu hari di tingkat Asia hanya bisa menjuri tidak lebih dari 10 mobil, dan satu kelas tiga maksimum.” buka Wahyu Tanuwidjaja, Founder CAN International kepada SoundandMachine.com dalam satu pertemuan (21/5/2025).
Untuk tahun ini Asia CAN Finals diadakan di Korea Selatan, Taiwan, China, Filipina, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
Baca Juga:
Resmi! Bukan di NICE PIK 2, Pameran GIIAS 2026 Tetap Diadakan di ICE BSD
Sementara untuk Indonesia, tahun ini terpilih sebagai host yang artinya tidak bisa berpartisipasi, tetapi berpeluang terpilih menjadi juri.
“Tahun ini Indonesia jadi host, tidak bisa ikutan, ini akan menyebabkan kompetisi di setiap negara menjadi lebih kompetitif, karena 3 terbaik dari masing-masing negara akan maju ke tingkat Asia. Jadi harus menjadi 3 terbaik dari masing-masing negara.” kata Wahyu.
Untuk bisa maju ke tingkat Asia, harus terpilih menjadi 3 terbaik di kompetisi nasional, atau apabila tidak mengadakan kompetisi nasional di negara tersebut, antara berdasarkan rekor kompetisi atau atas penunjukkan oleh afiliasi.
Agar penjurian Asia CAN Finals 2025 dapat dilakukan dengan presisi, CAN International melakukan improvisasi di akuntabilitas dan keadilan.
Untuk akuntabilitas, para juri yang bertugas maksimal menilai 24 mobil secara keseluruhan, dan ketika hari-H, dalam satu hari maksimal 10 mobil, ditambah satu kelas maksimal 3 mobil.
Apabila memiliki keterbatasan fisik, seperti misalnya faktor usia, juri boleh menilai kurang dari maksimum.
“Di Asia kebanyakan mereka tidak peduli hasil sejak 10 tahun lalu, mereka hanya peduli seberapa besar, seberapa rendah. Karena ini kami ingin meningkatkan akuntabilitas. Di akuntabilitas kita tahu bahwa untuk mencari yang terbaik di Asia, sebagai juri ada batasan.” kata Wahyu.
Salah satu tujuan CAN International membuat negara yang terpilih sebagai host tidak diperkenankan berpartisipasi di Asia CAN Finals adalah untuk keadilan dalam menilai.
Dengan demikian, juri dari negara yang terpilih sebagai host akan lebih leluasa dalam menilai, karena negaranya tidak berpartisipasi, sehingga meminimalisir konflik kepentingan.
“Kalau 2025 adalah host, mungkin 8 tahun ke depan akan menjadi host berikutnya. Karena tidak tanding, (juri) bisa bicara lebih bebas, karena negaranya tidak berkompetisi. Nasionalitas itu penting.” jelas Wahyu.
Dalam Asia CAN Finals tersebut juga ada Asia Master Tuner Championship untuk instalatur yang direkomendasikan oleh afiliasi dengan 36 kompetitor dari 9 negara, sementara negara host tetap tidak diperkenankan untuk berpartisipasi.
Namun demikian, Indonesia tetap memiliki kesempatan untuk bertanding melawan kompetitor dari luar negeri, salah satunya melalui Indonesia Open Master Tuners Cup.
Indonesia Open Master Tuners Cup merupakan kompetisi untuk para instalatur dari Indonesia yang mau berkompetisi di Indonesia bisa berpartisipasi hingga 36 kompetitor. Sementara untuk instalatur dari luar negeri, hanya bisa berpartisipasi melalui undangan.
“Untuk berkompetisi di Indonesia harus dikirim oleh afiliasi, harus tanding di Asia Tuners, tidak bisa langsung tanding di Indonesia Open.” tambah Wahyu.
Adapun jadwal pengadaan Asia CAN Finals antara lain 18 Oktober 2025 di Korea Selatan, 20 Oktober 2025 di Taiwan, 22 Oktober di China, 24 Oktober 2025 di Filipina, 26 Oktober 2025 di Singapura, 28 Oktober 2025 di Vietnam, 30 Oktober 2025 di Thailand, 1 November 2025 di Malaysia, dan 3 November 2025 di Indonesia sebagai Asia Master Tuner Championship.
Dengan diadakannya Asia CAN Finals, diharapkan dapat memperkuat pasar car audio di Asia, baik dari antusiasme partisipan maupun para sponsor.
“Asia CAN bukan untuk profit tetapi agar industri kuat bersama. Ini akan membuat pasar car audio semakin kuat di Asia. ” pungkas Wahyu. Selamag berkompetisi! (Joule)