Oleh : Julfikri
XPENG X9 menjadi penantang baru dalam segmen MPV luxury berpenggerak motor listrik. (sumber: XPENG)
SoundandMachine.com (Jakarta) - XPENG X9 menjadi penantang baru di segmen luxury MPV electric vehicle (EV) dengan harga yang sudah menembus Rp. 1 Miliar dan dirakit di Indonesia melalui PT. Handal Indonesia Motor.
Meskipun jadi termahal di segmennya, dari apa yang ada di X9 sebanding dengan harganya, terutama, karena diantaranya tidak dimiliki oleh kompetitor.
Baca Juga:
Mulai Dari Rp 389 Juta, Wuling Eksion Jadi Kendaraan Elektrifikasi Pertama di Kelasnya
“Kita pengin dikenal sebagai provider mobilitas yang cerdas, aman, dan nyaman. X9 ini adalah pinnacle atau top line produk kita, bagaimana sebuah inovasi, kemewahan, dan kecerdasan bisa demikian harmonis. Tidak mudah untuk menyatukan itu.” buka Hari Arifianto, Vice Director Marketing XPENG Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (13/10/2025).
Tim soundandmachine.com mendapat kesempatan untuk mencoba X9 dengan jarak yang tergolong jauh yaitu dari Jakarta-Bogor Pergi Pulang (PP), melalui sesi test drive pada tanggal 13 Oktober 2025.
Baca Juga:
Detailnya Mulai Diungkap, Begini Impresi Wuling Eksion Varian EV dan PHEV

Mulai dari jadi penumpang, duduk di jok baris kedua X9 terasa lebih nyaman dibanding kompetitor, setidaknya karena bisa sampai rebah baik itu sandaran maupun penyangga pahanya.
Baca Juga:
Dari Masyarakat hingga Pemerintahan, BYD Sealion 7 Mendapat Pengakuan Secara Global
Selain itu dari segi posisi, banyak yang bisa dinikmati, salah satunya layar untuk in-car entertainment dan tray untuk menaruh makanan dan minuman serta beberapa barang seperti handphone, kacamata, dan lainnya.
Kenyamanan tersebut juga cukup terasa ketika duduk di jok depan. Selain karena jarak pandang luas, juga ada fitur seperti pemijat sehingga kenyamanan untuk semua penumpang terasa dipikirkan.

Beralih ke jok pengemudi, mengendarai X9 terasa menyenangkan, baik saat dipacu maupun dibawa santai.
Saat dipacu, X9 terasa halus namun tetap kencang sehingga terasa nyaman dikendarai. Rasa berkendara seperti ini juga ada di XPENG yang lebih terjangkau yaitu G6, sehingga sudah menjadi ciri khas.

Selain itu, X9 juga terasa gesit berkat adanya rear wheel steering yang juga berperan memperkecil radius putar, sehingga membuatnya tidak terasa mengendarai MPV berukuran besar.
Dalam perjalanan menuju Taste and See Summarecon Bogor sebagai salah satu rute test drive dari panitia, kami harus putar arah dengan mobil dengan panjang sekitar 5,29 meter ini di jalanan dua arah satu jalur karena tidak sengaja salah jalan.
Alhasil, X9 mampu putar balik di jalanan dua arah satu jalur, dengan dua kali mundur, sehingga manuvernya termasuk sangat baik untuk MPV dengan panjang sekitar 5,29 meter.

Di tengah sesi test drive, kami juga mendemonstrasikan sejumlah keunggulan X9 seperti menggerakkan mobil via smartphone, karaoke tanpa mic, mekanisme lipat jok baris ketiga yang hanya menggunakan satu tombol, dan sebagainya.
Untuk rute Jakarta - Bogor PP, X9 menghabiskan baterai sekitar 33 persen, setelah menempuh jarak sekitar 194 km, sehingga konsumsi baterai X9 sekitar 5,79 km/kWh.
Setelah test drive dengan jarak yang cukup jauh, dengan harga di kisaran Rp. 1 Miliar X9 terasa menguntungkan, karena fitur dan teknologinya sangat terasa sepanjang perjalanan, bahkan dengan mobil ini rute Jakarta - Bogor PP bisa dibilang masih kurang jauh.
Bukan hal yang tidak mungkin jika X9 akan menjadi MPV EV terlaris di segmennya, terutama jika insentif kendaraan listrik impor sudah ditiadakan hingga membuat kompetitor yang awalnya Rp. 950 jutaan bisa menyentuh Rp. 1 Miliar. (Joule)