Sambut Tahun 2026, BYD Indonesia Siapkan Ekosistem EV Lengkap dari Hulu ke Hilir

  • Oleh : redaksi

Sabtu, 20/Des/2025 10:00 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia dalam dua tahun terakhir dinilai sebagai salah satu yang tercepat di dunia. Dari pangsa pasar EV sebesar 2 persen pada 2023, angka tersebut melonjak menjadi 5 persen di 2024 dan menembus 12 persen di 2025.

 

Baca Juga:
Pasar Otomotif Nasional Menurun, Toyota Masih Nomor Satu di Indonesia

Pencapaian ini dipaparkan PT BYD Motor Indonesia dalam sesi media gathering di Royal Golf Sentul, Jawa Barat pada Kamis, 11 Desember 2025 lalu.


Akselerasi ini tidak lepas dari dukungan pemerintah Indonesia, baik melalui kebijakan, insentif, maupun arah pengembangan industri.

Baca Juga:
Cina Mendominasi, Segmen EV Indonesia Tumbuh Tercepat di Dunia

 

Di tengah momentum tersebut, BYD menegaskan keseriusannya untuk tidak hanya menjual produk, tetapi membangun ekosistem EV secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Baca Juga:
Peminatnya Membludak, Pengiriman BYD Tembus 10.000 Unit di Oktober-November 2025

Saat ini, penetrasi EV memang masih didominasi wilayah Jabodetabek. Namun BYD melihat potensi besar di kota-kota lain yang juga menantikan kehadiran kendaraan listrik secara lebih dekat.

Di saat industri otomotif nasional menghadapi tantangan sepanjang 2024-2025, segmen EV justru menunjukkan kontribusi positif terhadap volume pasar, khususnya pada kelas small hatchback, sedan, hingga MPV premium. Kondisi ini memperkuat posisi EV sebagai pendorong pertumbuhan industri otomotif ke depan.

 

Komitmen jangka panjang BYD diwujudkan melalui pembangunan pabrik di Indonesia yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026. Proyek ini disebut berjalan sesuai jalur, dengan dukungan dan masukan dari berbagai otoritas terkait.



Kehadiran fasilitas produksi lokal tidak hanya memperkuat pasokan kendaraan listrik, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja serta memperkuat rantai pasok nasional. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam strategi vertical integration BYD di Indonesia.

 

Selain produksi, BYD juga menyiapkan penguatan jaringan pendukung. “Hasil yang kami capai juga mencakup perluasan jaringan pengisian daya serta dukungan purna jual untuk memastikan pengalaman BYD yang menyeluruh. Kami juga memperluas level jaringan dealer dan layanan aftersales,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, dalam sesi tanya jawab dengan media (11/12/2025).

Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus BYD tidak berhenti pada penjualan, tetapi pada keberlanjutan pengalaman konsumen.

Menuju 2026, BYD menargetkan peningkatan pangsa pasar EV nasional hingga 25 persen, seiring ekspansi jaringan dari Jabodetabek ke wilayah lain di Indonesia.

Portofolio produk juga akan diperluas, termasuk pengenalan segmen baru di bawah lini premium seperti Denza, mencakup sedan, hatchback, hingga SUV.

Di saat yang sama, BYD menyiapkan dukungan pembiayaan, investasi infrastruktur, serta kolaborasi dengan berbagai mitra untuk menciptakan ekosistem EV yang terintegrasi.

Keseluruhan langkah ini menegaskan arah BYD di Indonesia bukan sekadar mengikuti tren kendaraan listrik, melainkan membangun fondasi industri EV yang lengkap, berkelanjutan, dan relevan bagi pasar nasional.

Dengan pertumbuhan pasar yang agresif dan dukungan ekosistem yang terus diperkuat, target BYD menuju 2026 menjadi cerminan optimisme baru bagi masa depan kendaraan listrik di Indonesia. (*)