Oleh : Julfikri
Arcfox T1 (atas) dan Arcfox T5 (bawah), model volume maker yang akan dipasarkan oleh BAIC Indonesia, dan menargetkan pasar BYD. (sumber: Arcfox)
SoundandMachine.com (Tangerang) - Di Indonesia BAIC mungkin tidak seagresif merek Tiongkok lain, terutama dari segi pemasaran dan kehadiran kendaraan listrik murni yang masih belum ada sampai sekarang.

Baca Juga:
Detailnya Mulai Diungkap, Begini Impresi Wuling Eksion Varian EV dan PHEV
Namun bukan berarti di Indonesia BAIC tidak berkembang, karena dengan BAIC BJ40 Plus saja meskipun terkesan tersegmen tetapi pasarnya termasuk bagus, sehingga menjadi salah satu tulang punggung.
Ditambah, segmen kendaraan 4x4 yang terus naik di tengah pasar otomotif di Indonesia yang sedang mengalami penurunan pada tahun 2025.
Baca Juga:
Diduga Omoda C5 Facelift Tanpa Kamuflase di Jalanan Jakarta, Segera Meluncur?
BAIC sendiri menjadi merek nomor 27 dari 42 di Indonesia pada tahun 2025, meningkat dari tahun 2024 yang berada di posisi 30 dari 39 merek.
Oleh karena itu, mulai tahun 2026 ini BAIC akan menambah model untuk dipasarkan ke Indonesia, dimana merek sesama Tiongkok yaitu BYD jadi sasaran, berdasarkan pengumuman di konferensi pers pada tanggal 5 Maret 2026 di BAIC Tower, Gading Serpong, Tangerang.
Baca Juga:
Pasar Otomotif Nasional Menurun, Toyota Masih Nomor Satu di Indonesia
“Meskipun pasar turun, kita ada perbaikan dari sisi positioning ranking penjualan kita. Di 2026 per Januari, Februari belum di-closing sudah naik ke posisi 25. Target kita, ada di posisi 20 besar.” buka Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi konferensi pers (5/3/2026).

Di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) mendatang, BAIC akan meluncurkan model baru dengan sub-brand-nya yaitu kendaraan listrik Arcfox T1.
Berjenis hatchback, Arcfox T1 memiliki panjang sekitar 4,3 meter, pelek 18-19 inci, daya jelajah 380 km - 420 km. “Ini di kelasnya Dolphin dari BYD.” tambah Dhani.
Selain itu, pada bulan September 2026 mendatang BAIC juga akan memasarkan kendaraan listrik BAIC X1, yang belum tampak wujud mobil produksinya, yaitu berjenis hatchback dengan panjang 3,9 meter.
“Kita harap positioning-nya head to head dengan (BYD) Atto 1. Ini yang akan menambah volume generator di product line-up kita.” jelas Dhani.

Lebih jauh, BAIC Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa MPV bermesin range extender electric vehicle (REEV) Arcfox N80 KS akan diluncurkan pada tahun 2027 mendatang.
“MPV kurang lebih 5,5 meter REEV jadi ada mesin kecil untuk mengisi baterai. Ini untuk (bersaing dengan) Denza D9.” kata Dhani.
Selain itu, pada tahun 2027 mendatang BAIC juga akan merilis Arcfox T5, yaitu premium midsize SUV dengan motor penggerak electric REEV. “Ini mungkin lebih ke Sealion 7 untuk kompetisinya.” ujar Dhani.

Dari model yang direncanakan rilis tersebut, diantaranya akan diproduksi di Indonesia. Untuk Arcfox T1 ini rencananya akan diproduksi di Indonesia mulai September 2026, dengan kandungan lokal sebesar 40 persen di tahap awal.
Seperti Arcfox T1, X1 juga akan diproduksi di Indonesia mulai Januari 2027 dengan kandungan lokal sebesar 40 persen di tahap awal.
Melihat pengumuman tersebut, ke depannya BAIC akan terfokus pada segmen volume maker atau pasar gemuk setelah cukup sukses dengan model yang tersegmen.
Artinya, untuk model BAIC seperti BJ41, BJ80, dan BJ81, yang menjadi isu atas kehadirannya di Indonesia, dikesampingkan terlebih dahulu.
“Jadi BJ41, BJ80, BJ81 yang kita studi banyak sekali, kita sekarang fokus bagaimana bisa mendapatkan pasar volume.” pungkas Dhani. (Joule)