Pertemukan Seni dan Teknologi, Denza Hadir di Pameran Seni ArtMoments 2026

  • Oleh : Julfikri

Senin, 08/Jun/2026 18:00 WIB
Denza hadir di pameran seni ArtMoments 2026, mempertemukan teknologi unggulannya dengan seni visual dan audio. (sumber: Denza) Denza hadir di pameran seni ArtMoments 2026, mempertemukan teknologi unggulannya dengan seni visual dan audio. (sumber: Denza)

SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. BYD Indonesia selaku agen pemegang merek Denza di Indonesia, hadir dalam perhelatan ArtMoments yang diadakan pada tanggal 4-7 Juni 2026 di Agora Mall, Jakarta.

Kehadiran Denza di ArtMoments menunjukkan seni dalam sebuah teknologi mobilitas, sehingga memberikan pengalaman tersendiri.

Baca Juga:
Auto China 2026: Denza Z Tampil Perdana, Akan Menjadi Supercar Revolusioner

“Bagi kami, teknologi dan seni memiliki kesamaan mendasar: keduanya berupaya menciptakan pengalaman yang mampu menginspirasi, membangkitkan emosi, dan memperkaya kehidupan.” buka Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Indonesia dalam keterangan resmi (5/6/2026). 

Baca Juga:
Siap Jadi Luxury MPV Revolusioner, Denza D9 Generasi Baru Segera Hadir

(sumber: Denza)

Denza D9 menjadi kanvas artistik bagi Arief Witjaksana, seniman Indonesia yang dikenal melalui pendekatan visual yang menggabungkan imajinasi, spontanitas, dan eksplorasi pengalaman manusia. 

Baca Juga:
Gandeng Aktor James Bond, Denza Terus Perluas Jangkauan Ekspansi Global 2026

Melalui karya bertajuk The Mallacan Leisure, Arief menghadirkan sebuah lanskap visual yang mengajak audiens memasuki ruang di mana rasa ingin tahu, kebebasan, dan kemungkinan hidup berdampingan. 

Dituangkan pada Denza D9, karya ini mentransformasi kendaraan menjadi lebih dari sekadar objek desain, melainkan medium ekspresi yang mempertemukan seni, teknologi, dan pengalaman emosional dalam satu kesatuan yang harmonis.

Melalui The Mallacan Leisure, ia menciptakan ruang yang mengundang audiens untuk melihat dunia dengan rasa ingin tahu yang lebih besar serta membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang lahir dari eksplorasi dan kreativitas.

Ketika dihadirkan pada Denza D9, karya ini menjadi sebuah dialog antara ekspresi artistik dan inovasi, memperlihatkan bagaimana teknologi dan kreativitas dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna,” ujar Arief Witjaksana, sang seniman.

(sumber: Denza)

Kemudian untuk Denza B8 menghadirkan pengalaman audio imersif melalui instalasi bertajuk ‘Head in the Clouds’ dan sistem audio Devialet nya.

Karya ini merupakan floating soundscape dari Gabriel Cheah, musisi dan seniman kontemporer asal Malaysia yang dikenal melalui pendekatan artistik yang memadukan suara, visual, serta eksplorasi emosional.

Audio ini direkam memberikan pengalaman pendengar seakan-akan berada didalam pesawat yang melaju di ketinggian 40.000 kaki, menghadirkan suara perjalanan di antara awan sebagai metafora mengenai aspirasi, refleksi, dan perjalanan menuju tujuan. 

(sumber: Denza)

Atmosfer suara yang tenang dan meditatif menciptakan ruang emosional yang mempertemukan ambisi dengan ketenangan, sekaligus merefleksikan filosofi Gabriel mengenai keseimbangan antara pengalaman yang menyenangkan dan tujuan hidup yang bermakna.

Melalui interpretasi audio ini, Denza B8 memperlihatkan bagaimana teknologi premium dapat menjadi medium untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya terdengar, tetapi juga dirasakan,

Tepatnya dari menghubungkan suara, emosi, dan perjalanan dalam satu ruang multisensori yang lebih personal.

(sumber: Denza)

Sebagai VIP Mobility Partner ArtMoments 2026, Denza memperluas pengalaman Art in Motion hingga ke perjalanan para tamu VIP. 

Melalui layanan shuttle menggunakan Denza D9, para kolektor, seniman, galeris, media, dan undangan khusus dapat merasakan langsung kenyamanan, keheningan, serta kemewahan mobilitas premium menuju penyelenggaraan ArtMoments 2026.

“Melalui kolaborasi dengan para seniman dalam instalasi ini, DENZA menghadirkan kendaraan bukan hanya sebagai simbol inovasi dan kemewahan, tetapi juga sebagai medium ekspresi kreatif yang mempertemukan desain, craftsmanship, dan teknologi dalam satu pengalaman yang utuh.” pungkas Luther. (Joule)