Oleh : Julfikri
Mitsubishi meluncurkan Xforce varian mesin hybrid, yang dibuat lebih memberikan rasa percaya diri untuk pengemudi.
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah resmi meluncurkan penyegaran untuk compact SUV-nya yaitu Mitsubishi Xforce, pada tanggal 16 Juli 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta.

Baca Juga:
Mitsubishi Destinator dan Xforce Edisi Khusus Curi Perhatian di IIMS 2026
Penyegaran tersebut antara lain penyempurnaan pada suspensi untuk semua varian, dan frameless panoramic roof untuk salah satu tipenya yaitu Ultimate. Namun yang paling menarik dari penyegaran tersebut adalah Xforce kini tersedia varian mesin hybrid, yaitu tipe HEV.
“New Xforce bukan hanya tampil lebih baru, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun perjalanan bersama keluarga. Dari sisi lebih modern.” buka Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT. MMKSI kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (16/7/2026).
Baca Juga:
Ulang Sukses Xpander, Mitsubishi Destinator Raih FORWOT Car of the Year 2025
Mitsubishi membuat tampilan eksterior Xforce varian mesin hybrid berbeda dengan mesin bensin. Seperti desain pelek 18 inci, gril depan, lampu belakang, dan tentunya sejumlah emblem di gril, pintu depan, dan pintu bagasi.

Baca Juga:
Diseleksi Ketat, FORWOT Car of the Year 2025 Jadi Apresiasi Jurnalis Paling Prestis
Tampilan interior juga turut dibedakan, selain panel instrumen untuk memantau kerja mesin hybrid, shifter-nya juga mengusung model electric shifter, sementara varian mesin bensin mengusung shifter model tuas.
Sistem hybrid Xforce terdiri dari mesin bensin 1.6L DOHC MIVEC bertenaga 107 PS dan torsi 134 Nm, yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 116 PS dan torsi 255 Nm..

Motor listrik berperan sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, dari mulai berjalan, dan melaju dengan kecepatan rendah seperti di lalu lintas perkotaan.
Pada kondisi jalan menurun atau saat deselerasi, motor listrik berfungsi sebagai generator yang mengubah energi pengereman menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.
Mesin bensin tetap bekerja untuk mendukung performa, mengisi daya baterai, atau bekerja bersama motor listrik ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat menanjak, menyalip, atau melaju di kecepatan tinggi.
Saat menanjak atau membutuhkan akselerasi tambahan, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama untuk menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan responsif.
Xforce dilengkapi 4 mode berkendara atau Drive Mode, yang terdiri dari Normal, Wet, Gravel, Mud, ditambah tiga mode terbaru, Tarmac, EV Priority, dan Charge khusus varian HEV untuk memberikan kendali yang lebih intuitif terhadap pengelolaan energi.
Melalui Charge Mode, sistem dapat mengisi daya baterai sesuai kebutuhan, sementara EV Priority Mode memungkinkan kendaraan memprioritaskan penggunaan tenaga listrik pada kondisi tertentu.
Tarmac Mode menghadirkan karakter berkendara yang lebih responsif saat melintasi jalan beraspal.
Xforce hybrid dilengkapi mode Long EV Drive, yaitu penggunaan tenaga listrik yang lebih panjang dalam kondisi tertentu, sehingga membuat perjalanan lebih senyap, minim getaran, dan lebih nyaman, terutama dalam penggunaan urban.
“Elektrifikasi adalah tentang menghadirkan nilai, kualitas, dan pengalaman berkendara, yang benar-benar bermanfaat bagi pelanggan dalam kehidupan sehari-hari.” kata Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT. MMKSI.
MMKSI sudah membuka harga khusus periode launching untuk Xforce mesin hybrid dan juga mesin bensin.
Untuk varian hybrid atau HEV, Xforce dibanderol mulai dari Rp. 445 juta, tanpa Premium Package dengan tambahan fitur seperti Dynamic Sound Yamaha Premium, Power tailgate, power driver seat, smartphone wireless charger, ambient lighting, TPMS, dan fitur penunjang lainnya.
Sementara untuk varian mesin bensin, Xforce dibanderol Rp. 388 juta untuk tipe Exceed, dan Rp. 399 juta untuk tipe Ultimate, tanpa Premium Package.
Apabila konsumen ingin Premium Package yang tersedia khusus tipe Ultimate dan HEV, dikenakan biaya tambahan Rp. 25 juta. Sementara untuk pilihan warna Quartz White Pearl, dikenakan biaya tambahan lagi sebesar Rp. 1,5 juta.
“Baik HEV maupun ICE (mesin pembakaran dalam) dikembangkan dengan filosofi yang sama, menghadirkan rasa percaya diri di setiap perjalanan.” pungkas Kurita. (Joule)