Manfaatkan Momen GIIAS Bandung 2026, Suzuki Unjuk Performa Produksi di Jawa Barat

  • Oleh : Julfikri

Kamis, 10/Sep/2026 16:00 WIB
Partisipasi Suzuki di pameran GIIAS Bandung yang diadakan pada tanggal 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat. (sumber: Suzuki) Partisipasi Suzuki di pameran GIIAS Bandung yang diadakan pada tanggal 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat. (sumber: Suzuki)

SoundandMachine.com (Bandung) - Memanfaatkan momentum pameran GIIAS Bandung pada tanggal 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengadakan sharing session mengenai daerah produksi mobilnya, sehari sebelum pameran.


Baca Juga:
Catatkan Pemesanan Lebih Dari 1.300 Unit, Suzuki XL7 Terbaru Serentak Mengaspal

Dalam sharing session tersebut, SIS mengungkap bahwa Jawa Barat, sebagai provinsi dimana GIIAS Bandung 2026 diadakan, memiliki peran penting bagi Suzuki, karena menjadi wilayah penjualan terbesar ke-4, sekaligus bagian dari kegiatan manufaktur di Indonesia. 


Baca Juga:
Ada Subsidi Hingga Rp 4 Juta, Suzuki Gelar Promo Trade-In Eksklusif di GIIAS 2026

“Bagi Suzuki, kehadiran di Jawa Barat memiliki arti lebih dari sekadar aktivitas bisnis. Kami melihat wilayah ini sebagai bagian dari perjalanan Suzuki dalam membangun dan mengembangkan ekosistem otomotif di Indonesia.” buka Rendy Anggadiputra, Sales 4W Department Head PT. SIS dalam keterangan resmi (8/9/2026).

Baca Juga:
Lagi Cari SUV Terbaru Bergaya Sporty di GIIAS 2026? Suzuki Fronx SGX Kuro Bisa Jadi Pilihan

(sumber: Suzuki)

Hal ini terlihat dari besarnya kontribusi kendaraan produksi lokal terhadap penjualan Suzuki di di Jawa Barat, karena selama Januari–Juli 2026, 88% penjualan ritel berasal dari model yang diproduksi secara lokal.

Melalui lokasi pabrik di Plant Cikarang dan Tambun, Jawa Barat, Suzuki membuat berbagai model kendaraan untuk pasar dalam negeri dan ekspor. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya Suzuki membangun ekosistem manufaktur otomotif di Indonesia. 

Produk mobil Suzuki yang diproduksi di dalam negeri mendapat respons positif dari konsumen Jawa Barat. 

(sumber: Suzuki)

Sepanjang Januari-Juli 2026, retail sales Suzuki di Jawa Barat (di luar wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi) mencapai lebih dari 2.400 unit, tumbuh 25% secara YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Dari capaian tersebut, New Carry menjadi model dengan kontribusi terbesar sebesar 42%, diikuti XL7 sebesar 21% dan Fronx sebesar 19%, sehingga komposisi tersebut menunjukkan beragamnya kebutuhan konsumen di Jawa Barat. 


New Carry hadir sebagai kendaraan yang mendukung aktivitas usaha, sementara XL7 dan Fronx melengkapi pilihan kendaraan penumpang untuk kebutuhan keluarga maupun mobilitas konsumen urban.


“Karena itu, kami terus berupaya menjaga keberlanjutan operasional sekaligus memperkuat peran kami dalam industri otomotif nasional.” jelas Rendy.

Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, Suzuki terus memperkuat jaringan layanan purna jual di berbagai wilayah. 


Suzuki memiliki 17 outlet di wilayah Jawa Barat, di luar area Bogor, Depok, dan Bekasi, yang terdiri dari 14 outlet 3S (Sales, Service, dan Spare Parts), 2 outlet 1S (Sales), serta 1 outlet 1S yang dilengkapi dengan service point.


Kemudahan layanan juga diperkuat melalui MySuzuki, platform digital yang memungkinkan pelanggan melakukan reservasi servis berkala serta mengakses katalog suku cadang dan aksesori resmi. 


Dengan dukungan layanan secara offline maupun digital, Suzuki berupaya menjaga kemudahan akses pelanggan sejak kendaraan dibeli hingga digunakan dalam mobilitas sehari-hari.


Besarnya peran Jawa Barat dalam ekosistem otomotif tersebut juga berjalan beriringan dengan tingginya kebutuhan mobilitas di wilayah ini. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kendaraan bermotor kategori mobil penumpang yang tercatat di Jawa Barat mencapai 2.384.174 unit pada tahun 2025.


Angka tersebut mencerminkan luasnya basis mobilitas masyarakat Jawa Barat yang didukung oleh aktivitas ekonomi yang beragam, mulai dari kawasan metropolitan dan perdagangan hingga kawasan industri. 


Kondisi tersebut menjadikan Jawa Barat memiliki karakter kebutuhan kendaraan yang beragam, baik untuk menunjang aktivitas produktif maupun mobilitas sehari-hari.


“Pertumbuhan penjualan tentu perlu berjalan beriringan dengan kualitas pengalaman kepemilikan. Karena itu, kami terus memperkuat akses pelanggan terhadap layanan purna jual.” pungkas Rendy. (Joule)