Terbesar di Dunia, Automechanika Indonesia Hadirkan Pameran B2B Lebih Interaktif

  • Oleh : Julfikri

Jum'at, 25/Sep/2026 15:00 WIB
Pameran aftermarket B2B terbesar di dunia Automechanika untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia, dan memberikan pengalaman interaktif. Pameran aftermarket B2B terbesar di dunia Automechanika untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia, dan memberikan pengalaman interaktif.

SoundandMachine.com (Tangerang) - Automechanika merupakan pameran industri pendukung atau aftermarket business to business (B2B) terbesar di dunia dari Jerman, yang menjadi salah satu wadah penghubung bagi pelaku usaha dari dalam dan luar negeri.

Perhelatan ini sudah diadakan di berbagai negara, yaitu Malaysia, Vietnam, Tiongkok, Inggris, Afrika Selatan, dan masih banyak lagi.

Baca Juga:
Hyundai Tampilkan Lini Model Lengkap di GIIAS 2026, Ada Konsep Mobil Listrik Baru

Untuk tahun ini pertama kalinya Automechanika diadakan di Indonesia, tepatnya pada tanggal 24-27 September 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.

“Pameran ini menyediakan platform internasional bagi industri untuk menjelajah lebih jauh. Inovasi mutakhir, membangun kemitraan strategis, dan memperoleh wawasan penting untuk bidang-bidang masa depan.” buka Stephan Kurzawski, Senior Vice President Consumer Good, Automotive, and Textile Shows and Sales Messe Frankfurt Exhibition GmbH, kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (24/9/2026).

Baca Juga:
Stargazer Jadi Andalan, Hyundai Luncurkan Kampanye Semangat Sepak Bola ASEAN

Memanfaatkan lahan seluas 20.000 meter persegi, Automechanika dihadiri 339 eksibitor, yang terdiri dari 60 persen dari Indonesia dan 40 persen dari luar negeri.

Baca Juga:
Dibanderol Rp 932 Jutaan, Hyundai Santa Fe XRT Meluncur di IIMS 2026

Astra Otoparts sebagai strategic partner dan platinum sponsor, menunjukkan ekosistem bisnisnya, mulai dari manufaktur komponen, produk aftermarket, layanan perawatan kendaraan, hingga solusi dan kanal distribusi digital.

25 perusahaan dalam Grup Astra Otoparts dihadirkan dalam satu area terintegrasi, beserta unit display hasil produksi perusahaan nya.

“Kami berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh segmen, mulai dari OEM dan replacement market, pelanggan Grup Astra dan non-Astra, hingga pasar domestik dan ekspor.” kata Yusak Kristian, Presiden Direktur Astra Otoparts.

Automechanika bukan hanya sekadar menjadi ajang unjuk hasil produksi, tetapi juga produk yang relevan dengan perkembangan otomotif masa kini atau bahkan untuk ke depannya.

Sebut saja eksibitor Launch Tech, yang menghadirkan produk kalibrasi ulang sistem Advanced Driving Assistance System (ADAS) untuk berbagai pelaku usaha bengkel.

Melalui sesi workshop, Launch Tech menyarankan bahwa pelaku usaha bengkel sebaiknya memiliki kapabilitas kalibrasi ulang sistem ADAS, seperti setelah memodifikasi ground clearance atau perbaikan di mana perangkat sistem ADAS diletakkan.

“Bila ada kejadian kecelakaan, penggantian suspensi, penggantian ban, atau penggantian gril pun akan sangat berpengaruh. Jadi harus dikalibrasi ulang. Standar nya bagaimana, tergantung kondisi masing-masing.” jelas Nur Budhiriyanto, Product Manager Launch Tech.

Dibanding pameran aftermarket B2B lain, Automechanika lebih merangkul pelaku industri otomotif untuk berpameran, sehingga membuatnya terasa lebih interaktif dalam arti tidak monoton pada booth perusahaannya saja.

Alhasil, Automechanika menarik perhatian agen pemegang merek, salah satunya adalah Hyundai Motors Indonesia, yang hadir menghadirkan unit display statis serta test drive Stargazer Cartenz, Creta N Line, Santa Fe Hybrid, dan Palisade Hybrid.

“Partisipasi Hyundai di Automechanika Jakarta mencerminkan komitmen kami untuk terus mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia melalui inovasi produk, kolaborasi industri, serta pengalaman pelanggan yang lebih dekat dan relevan.” ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia.

Kehadiran mobil modifikasi juga turut membuat Automechanika menjadi pameran B2B yang memberi daya tarik lebih, dan untuk tahun ini menggandeng European Mobile Media Association (EMMA) dengan program EMMA Racing.

Partisipasi EMMA di Automechanika mengikuti perhelatan di negara sebelumnya yaitu Malaysia, yang juga menghadirkan sub-acara EMMA Racing.

“Cuma pameran saja, belum buat kontesnya.” kata Robert Adrianto dari EMMA Indonesia.



Kehadiran display mobil klasik menambah kesan merangkul bahwa industri aftermarket juga untuk melestarikan sejarah otomotif.

Untuk masuk ke Automechanika tidak dikenakan biaya sama sekali, tetapi ada peraturan yang berbeda dibanding pameran otomotif lain, salah satunya harus berusia 16 tahun ke atas. (Joule)