Oleh :
SoundandMachine (Jakarta), 23 Agustus 2020 - Sejumlah insan klub otomotif berkumpul di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) pada tanggal 23 Agustus 2020 dalam rangka acara Pride and Nationalism.
Pride and Nationalism acara kumpul klub otomotif yang disertai sosialisasi empat pilar utama bangsa oleh MPR-RI untuk memperingati 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga:
Perkuat Posisi SUV Keluarga, TIGGO 8 CSH Beri Perlindungan dan Kenyamanan Maksimal
Automobile Indonesia selaku pihak yang mewadahi 100 klub otomotif tersebut mempertemukan hobi otomotif dengan sosialisasi empat pilar utama bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Selain empat pilar utama, tujuh budi utama menjadi pegangannya yaitu Jujur Dipercaya, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli.
Baca Juga:
LEPAS L8 Hadir untuk Perjalanan Modern: Nyaman di Kota, Tenang untuk Perjalanan Jauh



Sebelum berangkat ke Gedung MPR, para peserta berkumpul di dua titik kumpul berbeda yaitu Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Plaza Senayan.



Kami berada di Plaza Senayan sebagai titik kumpul dan sejumlah mobil klasik dan retro dengan beragam merk, tipe, dan tahun pembuatan berkumpul di Plaza Senayan, termasuk yang langka dan tidak beredar lewat ATPM pada zamannya.
Baca Juga:
Lengkapi Lini Produk Elektrifikasi, MGS5 EV Jadi SUV Listrik untuk Keluarga Terkini




Sekitar pukul 07.00 rombongan dari Plaza Senayan berangkat menuju Gedung MPR yang masuk dari gerbang dekat Lapangan Tembak.



Setibanya di kawasan Gedung MPR dan acara dimulai di Gedung Nusantara IV, Komisaris Jenderal (Purn.) Nanan Soekarna, mantan Wakapolri dan penggiat otomotif.
"Inilah klub Automobile yang biasanya hepi-hepi saja kami bertekad untuk bisa sebagai mendukung program pemerintah terutama komit terhadap empat pilar yang ingin menunjukkan sikap ahlak terbaik bagi bangsa negara." ujar Nanan Soekarna dalam sambutannya kepada SoundandMachine di Gedung MPR Nusantara IV (23/8/2020).

Sejumlah politisi seperti Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo serta Wakil Ketua MPR Dr. Achmad Basarah, dan motivator sekaligus pendiri ESQ Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian hadir memberi sosialisasi di hadapan para anggota klub.
Sebagai ketua MPR-RI yang juga hobi terhadap otomotif, Bambang Soesatyo atau dikenal sebagai Bamsoet memberikan sambutan atas dukungan MPR-RI terhadap acara kumpul tersebut.
`Bagian dari implementasi tugas konstitusional MPR-RI untuk memasyarakatkan nilai-nilai empat pilar MPR-RI." ujar Bamsoet dalam sambutannnya kepada SoundandMachine di Gedung MPR (23/8/2020). "Kita berkumpul tanpa melihat dia jenderal, kopral, kombes, atau siapapun kita kumpul dalam pagi ini dalam posisi yang sama yaitu sama-sama hobi mobil tua." tambahnya.

Sementara Wakil Ketua MPR Achmad Basarah menyampaikan empat pilar utama bangsa yang pada intinya adalah nilai-nilai empat pilar tersebut, salah satunya Pancasila, benar-benar harus dijaga dan diamalkan.
Selama hampir setahun lebih menjabat sebagai Wakil ketua MPR, Basarah melihat realita sosialisasi dilakukan jauh menembus komunitas-komunitas yang selama ini nyaris tidak terpikiran membumikan Pancasila.

"Semangat persaudaraan, kesetiakawanan, itu adalah inti daripada nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, yang menjadi nilai organisasi mobil klasik. Jadi sebenarnya Pancasila sebenarnya sudah hidup dalam kehidupan para penggemar mobil klasik dan itu adalah satu tarikan nafas dengan nilai-nilai Pancasila." ujar Basarah.
Suro Adhiwibowo selaku ketua panitia menyampaikan petikan deklarasi atas klub dan komunitas yang dimotorinya yaitu Bimmer-Benz Indonesia.
"Kami, klub dan komunitas Automobile Indonesia adalah klub dan komunitas hobi non-politis yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, Tahun 1945 dalam Bermasyarakat dan Bernegara." ujar Suro Adhiwibowo yang biasa dipanggil Pae Bowo kepada SoundandMachine di Gedung MPR (23/8/2020).

Ary Ginanjar turut menyampaikan pesan kepada seluruh audiens di Gedung MPR dengan membuat perumpamaan antara mobil dan empat pilar bangsa,
"Setiap kali melihat mobil, jangan lupa empat roda. Setiap kali melihat empat roda, jangan lupa empat pilar Indonesia. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika." ujar Ary Ginanjar yang biasa dipanggil Ary.


Acara ditutup dengan peninjauan mobil klasik oleh sejumlah figur nasional seperti Bamsoet dan Ary secara kasual.
Hobi boleh, tetapi jangan lupa nasionalisme-nya sebagai Warga Negara Indonesia ya. (Joule)