Kembangkan Baterai Mobil Listrik Lokal, Kemenperin Usung Konsep Daur Ulang

  • Oleh :

Senin, 31/Agu/2020 09:58 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terus berupaya agar Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle).

Doddy Rahadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin mengatakan, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mendorong pengembangan teknologi baterai dalam negeri.

Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis

"Baterai merupakan komponen kunci untuk kendaraan listrik dan berkontribusi sekitar 25-40% dari harga kendaraan listrik," kata Doddy pada acara webinar Teknologi Bahan dan Barang Teknik (TBBT) 2020, Kamis (27/8).

Lebih lanjut ia memaparkan, kendaraan listrik menggunakan baterai lithium ion dengan bahan aktif katoda diantaranya melibatkan unsur lithium, nikel, kobalt, mangan dan alumunium.

Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

"Karena itu, Kemenperin mendorong agar material tersebut harus diproses di dalam negeri untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis, mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah yang dapat diolah menjadi bahan aktif tersebut," tutur Doddy.

Selanjutnya, Kemenperin juga telah berupaya melakukan upaya substitusi impor di bidang energi, dengan membuat bahan aktif katoda berbasis NMC (nikel-mangan-kobalt).

Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

"Dimana, proses pembuatan material aktif tersebut menggunakan produk industri smelter Indonesia. Namun, proses substitusi impor bahan aktif katoda memiliki kendala, yaitu sumber lithium," paparnya.

Indonesia memang tidak memiliki sumber alam mineral lithium, untuk mengatasi hal tersebut, Kemenperin telah menginisiasi proses recovery lithium dari recycle (daur ulang) baterai bekas. Proses recovery lithium dari baterai bekas ini juga dikenal dengan istilah urban mining.

Penelitian terkait urban mining ini sangat diandalkan, tidak terkecuali negaranegara maju. Bagi negara produsen, urban mining ini dijadikan solusi untuk mempertahankan keberlangsungan produksi.

"Dengan inovasi tersebut nantinya Indonesia dapat memiliki cadangan lithium meski tidak terdapat tambang lithium dari alam. Upaya ini juga merupakan salah bentuk circular economy di bidang energi khususnya kendaraan listrik," pungkasnya. (EPS)

Tags :