Permintaan Rendah, Transmisi Manual Masih Menjual di Jepang

  • Oleh :

Jum'at, 18/Sep/2020 18:00 WIB


SoundandMachine (Kanagawa, Jepang) - Transmisi manual merupakan salah satu yang ditonjolkan dalam perilisan Nissan Z-Proto dan itu sudah terlihat di sub-judul press release Nissan Global Newsroom.

Nissan Z-Proto dan Transmisi Manual (foto: Nissan)

Alasan Nissan menonjolkan transmisi manual dalam peluncuran Z-Proto tak lain karena keistimewaan transmisi manual yang notabene lebih terkoneksi antara pengemudi dan mobil.

Baca Juga:
Jalan-Jalan Sabtu Minggu, Keluar dari Kejenuhan Dengan Sportscar Retro Langka

Di Jepang sendiri meskipun permintaannya jauh lebih rendah, mobil bertransmisi manual masih menjual namun lebih tersegmentasi dalam arti antara kebutuhan dan preferensi pembelinya, berbeda dengan Indonesia ketika pilihan transmisi lebih dipengaruhi oleh image "mewah" dan "anti-capek".

Berikut jenis mobil pasar domestik Jepang (JDM) yang masih menyediakan transmisi manual

Kei-car

Sejumlah manufaktur masih menyediakan varian transmisi manual untuk kei-car-nya kendati bukan varian sport atau performa lebih, meski tidak sebanyak dulu. Manufaktur menyediakan transmisi manual untuk kei-car tak lain agar konsumen lebih bisa menentukan pilihan mana yang lebih disuka.

Namun dilihat dari kapasitas mesin kei-car yang di bawah 660 cc, sepertinya untuk antisipasi terjadinya underpower terutama ketika harus menghadapi tanjakan, terutama kei-car tersebut tidak dilengkapi turbo, seperti Suzuki Wagon R dan Suzuki Alto masih menyediakan transmisi manual.

Compact car

Di atas kei-car yaitu compact car, masih ada beberapa manufaktur yang menyediakan varian transmisi manual kendati compact car tersebut bukan varian sport atau performa.

Toyota Yaris (foto: Toyota)

Namun berbeda dengan kei-car, mobil berjenis ini berpeluang dipakai di ajang balap seperti ajang ketahanan Super Taikyu, gymkhana, reli, dan sebagainya.

Compact car non-sport JDM yang masih menyediakan transmisi manual seperti Mazda2, Toyota Yaris, dan Suzuki Swift.

C-Segment

Honda Civic Hatchback (foto: Honda)

Segelintir manufaktur masih menyediakan varian transmisi manual untuk mobil C-Segment, yaitu di atas compact car.

Mazda3 Fastback (foto: Mazda)

Pihak manufaktur sengaja menyediakan varian transmisi manual untuk mobil C-Segment karena berpeluang bahwa mobil tersebut performanya akan dinikmati lebih dalam bahkan bukan hal yang tidak mungkin akan dipakai balap.

Toyota Corolla Sport (foto: Toyota)
Transmisi Manual Toyota Corolla (kanan) (foto: Toyota)

Namun ada juga manufaktur yang menyediakan transmisi manual untuk kelas ini karena sudah "saklek" dengan transmisi manual sehingga menjadi brand image.

Mobil C-Segment JDM yang tersedia transmisi manual adalah Honda Civic Hatchback, Mazda3 Hatchback, Toyota Corolla Sport, Toyota Corolla, dan Toyota Corolla Touring Wagon.

Compact SUV/Crossover

Toyota C-HR (kanan) (foto: Toyota)

Zaman sekarang mungkin terdengar aneh jika SUV atau Crossover disematkan transmisi manual meskipun compact, namun faktanya manufaktur masih ada yang menyediakan varian transmisi manual untuk mobil JDM-nya yakni Mazda CX-3, dan Toyota C-HR.

Mazda CX-3 (foto: Mazda)

Alasan manufaktur menyediakan transmisi manual untuk mobil berjenis tersebut antara punya potensi di ajang balap seperti C-HR dan idealisme manufaktur seperti Mazda dengan filosofi Jinba-Ittai-nya dan itu membuat Mazda berani merilis varian transmisi manual untuk CX-3.

Off-road

Meski rata-rata mobil JDM banyak yang mengandalkan teknologi untuk kemampuan off-roadnya sehingga transmisi manual tidak begitu dibutuhkan, faktanya masih ada pilihan transmisi manual.

Mazda CX-5 (foto: Mazda)

Seperti misalnya Mazda CX-30 dan Mazda CX-5, meski sudah dilengkapi sejumlah teknologi seperti i-ACTIV AWD dan Off-road Traction Assist, Mazda tetap menyediakan transmisi manual yang mungkin agar pembeli lebih ada pilihan untuk transmisinya.

Transmisi Manual Suzuki Jimny dan Suzuki Jimny Sierra
(foto: Suzuki)

Namun lain cerita dengan kei-car Suzuki Jimny atau compact Jimny Sierra yang notabene lebih banyak mekanikal ketimbang techno-wizardry seperti Mazda, ditambah kehadiran transmisi manual menjadi tradisi untuk mempertahankan DNA.

D-Segment

Mazda6 (foto: Mazda)

Zaman dahulu mobil D-Segment bertransmisi manual bukan hal yang aneh, termasuk dalam konteks JDM. Sekarang bisa dibilang hal aneh karena untuk mobil kelas D-Segment larinya sudah ke transmisi otomatis karena masalah kenyamanan selain menunjang elektrifikasi dan tentunya eksklusifitas.

Namun faktanya masih ada mobil D-Segment JDM yang tersedia transmisi manual yaitu hanya Mazda6 baik sedan maupun wagon namun hanya mesin turbo Diesel 2.200 cc. Menariknya lagi ada varian transmisi manual Mazda6 dengan penggerak AWD.

Sportscar

Jepang punya pola pemasaran sportscar yang jauh lebih santai dibanding Eropa yang teramat gencar dengan teknologi hingga membuat varian transmisi manual menyusut drastis.

Itulah mengapa masih banyak sportscar Jepang yang tersedia transmisi manual meskipun tentu saja sudah tidak sebanyak era 90-an. Sebut saja Mazda Roadster, Toyota 86, Subaru BRZ, Nissan Fairlady Z, dan Toyota GR Yaris.

Menariknya sportscar berdimensi kei-car seperti Honda S660 dan Daihatsu Copen juga tersedia transmisi manual.

Sports Variant

Maksud dari sports variant adalah varian sport dari model reguler yang artinya mobil tersebut dasarnya mobil biasa, namun agar menunjang performa untuk varian sport, manufaktur merilis varian tersebut dengan transmisi manual.

Seperti Suzuki Swift Sport, Suzuki Alto Works, Nissan Note Nismo S, Honda N-ONE RS, dan Nissan March Nismo S.

Commercial

Mobil komersil JDM masih ada yang tersedia transmisi manual tak lain karena aspek kebutuhan atau preferensi pembeli mobil komersil tersebut, baik berbentuk pikap maupun van, baik kei-car maupun di atas kei-car.

Untuk mobil komersil kei-car ada Suzuki Carry, Suzuki Every, Daihatsu Hijet, Honda Acty, dan Honda N-VAN.

Tidak hanya kei-car, mobil komersil bertransmisi manual dengan dimensi lebih besar dari kei-car juga ada, seperti Toyota Townace, Nissan NV200 Vanette, dan Nissan NV350 Caravan.

Training Car

Di Jepang, terampil mengendarai mobil bertransmisi manual masih diistimewakan karena apabila lulus ujian SIM dengan mobil bertransmisi manual, pemohon diperbolehkan mengendarai mobil bertransmisi otomatis tanpa perlu tes lagi.

Untuk mendapatkan SIM di Jepang memang tidak harus bisa mengendarai mobil bertransmisi manual, namun pemohon SIM apabila lulus dengan mobil ujian bertransmisi otomatis, tidak diperbolehkan mengendarai mobil bertransmisi manual dan untuk mendapatkan izinnya harus tes lagi.

Oleh karena itu sejumlah manufaktur merilis mobil khusus sekolah mengemudi bertransmisi manual, baik yang pada dasarnya manufaktur menyediakan maupun tidak. Seperti Honda Grace khusus sekolah mengemudi Honda menyediakan varian transmisi manual meski Honda pada dasarnya tidak menyediakan.

Namun menariknya Mazda mengimpor Mazda2 Sedan dari Thailand karena pabriknya di Jepang tidak memproduksi Mazda2 sedan.

Save the manual. (Joule)

Tags :