Ini Komitmen Daihatsu Dalam Pelestarian Penyu di Indonesia

  • Oleh :

Minggu, 27/Sep/2020 18:06 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM), terus membuktikan komitmen dan tanggung jawab sosialnya melalui beberapa program CSR (Corporate Social Responsibility) meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.

Salah satu program CSR yang saat ini tengah berjalan adalah pilar Hijau Bersama Daihatsu. Dalam program Pilar Hijau, Daihatsu terus melakukan wujud nyata dalam melestarikan lingkungan di bidang keanekaragaman hayati, salah satunya adalah Penyu Untuk Indonesia.

Baca Juga:
Daihatsu Tambah Fitur Canggih untuk Hijet dan Atrai di Jepang

Elvina Afny, Customer Satisfaction & Value Chain Division Head PT ADM mengatakan, penyu yang memiliki nama ilmiah Chelonioidea merupakan organisme perairan laut dan termasuk binatang purba yang terancam punah.

"Sejak 2011, Daihatsu terus melestarikan salah satu satwa yang dilindungi ini, bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta komunitas pelestari penyu," tutur Evina.

Baca Juga:
PSBB DKI Jakarta Diperpanjang, Daihatsu Sesuaikan Takt Time Produksi

Hewan berjenis reptil laut ini memiliki 7 spesies di dunia, 6 diantaranya berhabitat di Indonesia. Perubahan iklim, pembangunan industri, serta meningkatnya sampah di laut menyebabkan kehidupan penyu kian terancam.

Saat ini, terdapat 6 konservasi penyu binaan Daihatsu yang tersebar di Indonesia dan telah berhasil menetaskan serta melepas-liarkan sebanyak lebih dari 399.000 Tukik di seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Tiga Mobil Daihatsu yang Menggunakan Platform DNGA

Ada pun 6 lokasi konservasi penyu binaan Daihatsu ini berada di Pulau Pramuka yang bertempat di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang diresmikan pada 2013 Perancak Bali (2013), Batu hiu Pangandaran (2015), Pasir Jambak Padang (2017), Pantai Binasi Sibolga (2019) dan Alun Utara Bengkulu (2020).

"Konservasi Penyu binaan Daihatsu bertujuan melestarikan penyu, yang memiliki fasilitas tempat peteluran penyu, kolam penampungan sementara, ruang dan media edukasi bagi pengunjung," jelas Elvina.

Ia menambahkan, konservasi yang merupakan binaan Daihatsu juga menerima kunjungan dari sekolah, mahasiwa yang sedang melakukan penelitian, dan para wisatawan yang berkunjung.

"Daihatsu mulai memperkenalkan 6 konservasi tersebut di channel social media Daihatsu, dengan harapan, konservasi penyu ini akan semakin dikenal oleh masyarakat luas, sehingga kunjungan ke konservasi akan meningkat kembali setelah masa pandemi berakhir," pungkas Elvina. (EPS)

Tags :