Nissan LEAF ini Dimodifikasi Menjadi Pemasok Energi Listrik Daerah Terdampak Bencana

  • Oleh :

Rabu, 30/Sep/2020 13:50 WIB


SoundandMachine (Paris, Perancis), 30 September 2020 - Nissan membuat sebuah prototipe kendaraan listrik (EV) yang didesain sebagai pemasok energi listrik ke daerah terdampak bencana alam atau cuaca ekstrim yaitu Nissan RE-LEAF.

Nissan RE-LEAF (foto: Nissan)

Seperti yang terlihat di eksterior, Nissan RE-LEAF merupakan EV Nissan yaitu Nissan LEAF Tekna dengan baterai 62 kW-jam dimodifikasi menjadi mobil pemasok listrik yang bisa melewati beragam kondisi jalan sehingga memudahkan perjalanan ke daerah terdampak.

Nissan RE-LEAF melewati puing daerah terdampak (foto: Nissan)

Agar dapat melewati jalan dengan penghalang atau puing-puing yang jatuh, ground clearance RE-LEAF dinaikkan dari 70 mm menjadi 225 mm dengan sump guard khusus melindungi bagian lantai mobil.

Ban BF Goodrich Baja All Terrain Tires  225/65/17 dengan trek ban yang lebih lebar 90 mm bagian depan dan 130 mm belakang membalut pelek Compomotive MO5 8" x 17 inci, wheel arch GRP composite 40 mm wide arches, dan mud flap dipasang agar lebih bisa melewati beragam medan.

Warna corak amber RE-LEAF yang berasal dari kata Yunani kuno untuk amber - elektron sebagai asal kata listrik, berpasangan dengan skema warna biru dari visi Nissan Intelligent Mobility untuk merujuk pada kemampuan terhubung konsep tersebut.

Nissan RE-LEAF dengan lampu menyala (foto: Nissan)

Lampu LED di atap dengan kilatan kuning untuk memperingatkan pengguna jalan lain ketika sedang melintas dan berdekatan.

Soket Nissan RE-LEAF (foto: Nissan)

RE-LEAF dilengkapi soket colokan tahan cuaca yang dipasang langsung ke eksterior membuat perangkat 110-230 volt diberi daya dari baterai lithium-ion berkapasitas tinggi di mobil.

Kapasitas besar dan keandalan baterai lithium-ion memastikan pasokan daya stabil untuk mendukung beberapa perangkat bertenaga saluran dan sistem manajemen energi terintegrasi mampu mengeluarkan daya baterai hingga 230 volt.

Ada tiga soket - dua konektor bentuk-C eksternal tahan cuaca untuk akses mudah, dan soket domestik internal yang dipasang di bagasi.

Sistem pengisian dua arah RE-LEAF tidak hanya dapat "menarik" daya untuk mengisi ulang baterai berkapasitas tinggi, tetapi juga "mendorong" kembali ke jaringan melalui teknologi V2G (Vehicle-to-Grid), atau langsung ke perangkat listrik melalui V2X (Vehicle-to-everything).

Sekat cargo Nissan RE-LEAF (foto: Nissan)

Jok belakang dilepas dan lantai diratakan untuk menyediakan penyimpanan peralatan penting serta sangkar custom menjadi sekat antara jok depan dari area kargo.

Layar LED 32 inci Nissan RE-LEAF (foto: Nissan)

RE-LEAF memiliki meja tarik yang dibuat memanjang dari bagasi dengan layar LED 32 inci dan catu daya khusus agar menciptakan hub operasional untuk menjalankan komunikasi dan mengelola proses pemulihan selama berada di daerah terdampak.

Setelah daya listrik di daerah terdampak sudah pulih, LEAF dapat diisi ulang menggunakan profil pengisian daya seperti 7 kW type 2 dan fast charger 50 kW CHAdeMO, bahkan menggunakan soket domestik jika tidak ada infrastruktur EV tersedia di sekitarnya seperti 3.7 kW domestic socket.

Untuk pengisian baterai mobil, paling lama 18 jam untuk mengisi 0-100% apabila memakai 3,7 kW domestic socket, namun paling sebentar 90 menit (20-80%) apabila memakai rapid charger 50 kW.

Nissan RE-LEAF dalam pengoperasian (foto: Nissan)

Bertindak sebagai pembangkit listrik portabel, generasi terbaru, RE-LEAF dengan baterai terisi penuh dapat menyediakan listrik yang cukup untuk memberi daya pada rata-rata rumah tangga Eropa selama enam hari.

Sebagai kendaraan pemulihan bencana, RE-LEAF dapat memberi daya pada banyak perangkat secara bersamaan dan berikut beberapa contoh penggunaan daya 230 volt,

  • Jackhammer listrik - 24 jam - 36 kWh
  • Kipas ventilasi bertekanan - 24 jam - 21,6 kWh
  • Ketel sup 10 liter - 24 jam - 9,6 kWh
  • Ventilator medis perawatan intensif - 24 jam - 3 kWh
  • Lampu sorot LED 100 watt - 24 jam - 2,4 kWh.

Setelah listrik di area tersebut pulih, RE-LEAF dapat diisi ulang dan kembali menjadi transportasi tanpa emisi hingga 385 km dengan sekali pengisian baterai.

Nissan menciptakan RE-LEAF untuk mendemonstrasikan potensi kendaraan listrik dalam pemulihan bencana dan meski hanya sebatas konsep, teknologinya sudah digunakan di dunia nyata.

Di Jepang, Nissan telah menggunakan LEAF untuk menyediakan tenaga dan transportasi darurat setelah bencana alam sejak 2011, dan perusahaan tersebut telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 60 pemerintah daerah untuk mendukung upaya bantuan bencana.

Rumah modifikasi RE-LEAF yaitu RJN yang berbasis di Inggris dan juga membidani mobil balap Nissan GT-R GT3, dengan manajemen proyek oleh GTA Global Ltd.

"Konsep seperti RE-LEAF menunjukkan kemungkinan penerapan EV dalam manajemen bencana dan menunjukkan bahwa teknologi yang lebih cerdas dan lebih bersih dapat membantu menyelamatkan nyawa dan memberikan ketahanan lebih besar." ujar Helen Perry, Head of Electric Passenger Cars and Infrastructure Nissan Eropa.

Fungsional dan bermanfaat bagi orang banyak ya. (Joule)

Tags :