Oleh :
SoundandMachine (Tokyo, Jepang), 30 September 2020- Dalam mempromosikan pusat keselamatan mengemudi, Honda akan memasuki 50 tahun perjalanan, tepatnya 1 Oktober 2020.
Aktifitas promosi pusat keselamatan berkendara sudah menjadi DNA Honda hingga membentuk slogan secara global "Keselamatan untuk Semua Orang," yang mewakili pendekatan Honda dalam memberikan keselamatan dan kepercayaan diri untuk semua pengguna jalan.
Baca Juga:
Pertama di dunia, Honda Luncurkan All New Honda City Bermesin Hybrid di Malaysia

Pusat Pendidikan Lalu Lintas di Sirkuit Suzuka yang dulunya dipakai untuk melatih petugas kepolisian mengendarai sepeda motor menjadi akar Honda mempromosikan pusat keselamatan mengemudi.
Memasuki tahun 1970, ketika Jepang berada dalam pesatnya tahap perkembangan motorisasi, Honda menjadi yang pertama di antara produsen mobil yang memulai aktivitas untuk mempromosikan berkendara aman dengan mendirikan Driving Safety Promotion Center.
Baca Juga:
Masuki Kuartal Ketiga 2020, Brio Mendominasi Penjualan Honda di Tanah Air

Mulai tahun 1972, Honda menciptakan sebuah divisi di pusat yang didedikasikan untuk memfasilitasi promosi keselamatan berkendara di luar Jepang, termasuk pendirian Pusat Pendidikan Lalu Lintas di Brazil pada tahun 1978.
Terlebih di negara-negara Asia di mana motorisasi berkembang pesat, Honda telah proaktif dalam melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi aktual negara dan wilayah masing-masing.
Baca Juga:
Jalani Balap F1 GP Eifel 2020, Honda Raih Hasil Cemerlang
Itulah mengapa Honda mendirikan Singapore Safety Driving Centre di Singapura pada tahun 1985 dan Traffic Education Center opened in Thailand pada tahun 1994.

Mulai tahun 1994 di Jepang, sistem koordinator keselamatan diperkenalkan untuk melatih anggota staf penjualan / servis agar dapat memberikan nasihat mengenai keselamatan kepada pelanggan di dealer.

Tidak sebatas orang dewasa, Honda juga memperkenalkan aspek keselamatan berlalu-lintas untuk anak-anak usia sekolah dasar atau di bawahnya mulai tahun 1995.
Seiring kemajuan teknologi, pada tahun 2001 Honda memperkenalkan Honda Driving Simulator sebagai simulasi menghadapi potensi bahaya di lingkungan yang aman sebelum melakukannya di mobil sungguhan.
Bertepatan dengang 50 tahun promosi keselamatan di tahun 2020, dampak pandemi virus corona mengharuskan masyarakat mempraktikkan cara hidup baru termasuk social distancing.
Sambil mempertahankan fokus pada "meneruskan pendidikan keselamatan dari orang ke orang" dan "menyediakan pendidikan partisipatif langsung", Honda mulai mengeksplorasi metode baru pendidikan keselamatan.
Seperti adoptive learning yang dioptimalkan untuk setiap pengguna individu dan pembelajaran melalui pengalaman simulasi yang dimungkinkan dengan penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) dan Head-Mounted Display (HMD).
Honda memiliki visi lingkungan dan keselamatan untuk "mewujudkan kegembiraan dan kebebasan mobilitas serta masyarakat yang berkelanjutan di mana orang dapat menikmati hidup".
Dalam Visi 2030, Honda menyatakan tekadnya untuk "memimpin terwujudnya masyarakat bebas benturan" berdasarkan pengetahuan keselamatan yang dikumpulkan melalui aktivitas 50 tahun di dalam dan di luar Jepang.
Oleh karena itu Honda akan melanjutkan dan memajukan aktivitas promosi keselamatan berkendara untuk mewujudkan masyarakat di mana kegembiraan dan kebebasan mobilitas akan diberikan dengan keamanan dan kepercayaan diri kepada semua pengguna jalan.
Andai saja promosi keselamatan seperti ini benar-benar diterapkan di Indonesia, paling tidak jadi standar ujian SIM. (Joule)