Oleh :
Soundancmachine.com (Jakarta) - Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-5, pada Kamis (15/10), Carro sebagai portal jual beli mobil bekas, meresmikan gedung showroom yang dinamakan Automall.
Aditya Lesmana, Co-founder Carro mengatakan, sejak awal berdiri pada 2015, Carro memiliki misi untuk dapat meningkatkan pertumbuhan industri otomotif khususnya pasar mobil bekas di Asia Tenggara.
"Melalui teknologi, Carro menciptakan ekosistem yang saling melengkapi, antara lain showroom, institusi keuangan, hingga konsumen. Dan kami bersyukur dapat diterima dengan baik, dan hingga hari ini ribuan showroom telah bergabung menjadi pengguna aktif," tutur Aditya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di tengah tantangan akibat situasi pandemi Covid-19, Carro tetap berkembang berkat transformasi digital yang dilakukan melalui penerapan penjualan secara contactless.
Aditya menyebut, solusi inovatif ini memudahkan konsumen untuk membeli mobil bekas dengan aman dan nyaman, langsung dari rumah mereka masing-masing atau melalui aplikasi Tokopedia.
"Konsumen dapat melakukan test drive dan membeli mobil secara online, tanpa harus melakukan kontak fisik atau bertemu secara langsung dengan penjual," tutur Aditya, saat ditemui di kawasan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.
Calon konsumen, hanya perlu memilih kendaraan sesuai dengan keinginan dan Carro akan mengirimkan mobil langsung ke rumahnya. Carro juga mengedepankan standar 5S, yakni safety, savings, standardization, super quality dan style.

"Jadi, setiap mobil yang di jual harus memenuhi persyaratan yang ketat, dimana mobil tersebut harus melewati 150 titik inspeksi," ungkap Aditya.
Menariknya, semua mobil yang dijual, juga dijamin bebas banjir, bebas kecelakaan, bukan mobil curian, tidak ada kerusakan akibat air atau api, odometer asli, dan dilengkapi dengan riwayat servis serta dokumen dan surat-surat lengkap.
"Sebagai rencana kedepan, Carro bertujuan untuk tumbuh lebih besar dengan memperluas pasar ke seluruh negara di Asia Tenggara, dan membuka setidaknya 10 lagi Automall yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan," pungkas Aditya. (EPS)