Oleh :
SoundandMachine (Jakarta), 6 November 2020 - Sebagian besar daerah di Indonesia sudah memasuki musim penghujan.
Dalam beraktivitas sehari-hari, terutama ketika berkendara di saat hujan membutuhkan persiapan tersendiri, mulai dari persiapan fisik karena membutuhkan konsentrasi ekstra, kondisi mobil, hingga memahami teknik mengemudi yang baik.
Baca Juga:
Ketika SUV Jagoan Off-road Mercedes-Benz G-Class Dimodifikasi Senyaman Limosin
Berikut tips aman ketika akan berkendara dalam kondisi hujan,
Sebelum berkendara, sudah pasti harus memastikan kondisi kesehatan tubuh karena merupakan aspek terpenting dalam beraktivitas, terlebih ketika akan berkendara.
Baca Juga:
Diikuti 80 Ribu Peserta, Kompetisi Brio Vitual Drift Challenge Usai Digelar
Sedia payung sebelum hujan bukan sekedar pepatah, tapi juga berarti secara harfiah semenjak tempat tujuan tidak selalu memiliki fasilitas atap kanopi sehingga dapat melindungi tubuh dari guyuran air hujan ketika turun dari mobil.
Membawa atau menggunakan baju hangat ketika akan berkendara, dan untuk berjaga-jaga agar dapat membawa alas kaki atau sandal cadangan di dalam mobil.
Baca Juga:
Banyak Promo, Jangan Lewatkan IMX Year End Modz Sales 12.12 di Bukalapak
Periksa kondisi ban, jika karet ban sudah tipis, sebaiknya segera ganti. Pasalnya, alur ban yang masih baik membantu menghindari risiko melayang di atas air (aquaplaning) dan tergelincir (slip) ketika hujan.
Periksalah karet wiper secara berkala karena komponen ini sangat penting dalam menyapu air terutama bagian kaca depan demi menjaga visibilitas berkendara. Apabila sudah getas dan sapuannya tidak bersih gantilah dengan yang baru di bengkel resmi.
Pastikan semua lampu kendaraan berfungsi dengan baik karena komponen ini akan sangat membantu dalam memberikan visibilitas baik bagi Sahabat atau pun pengendara lainnya.
Nyalakan lampu ketika hujan deras, karena pandangan di jalanan biasanya kurang jelas, sehingga lampu kendaraan khususnya lampu rem, akan sangat membantu dan memberi tanda untuk pengendara di belakang.
Menjaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan lain dapat memberi jarak dan waktu yang cukup bagi kita untuk bereaksi terhadap manuver pengendara lain yang mendadak, juga dapat memberikan waktu dalam menghindari genangan air yang dapat menyebabkan mobil melayang di atas air (aquaplanning).
Lampu hazard hanya digunakan hanya untuk darurat berhenti di bahu jalan, jangan menyalakan lampu hazard ketika hujan, hal ini dapat mengganggu konsentrasi dan menyulitkan pandangan pengendara lainnya, khususnya di belakang kita.
Pengendara lain di belakang menjadi tidak peka saat kita memperlambat laju kendaraan dan menjadi tidak tahu ketika kita akan berpindah jalur atau berbelok arah.
Kami berharap, melalui sharing tips ini, Sahabat dapat tetap beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman ketika dalam kondisi hujan. Sahabat juga dapat memastikan kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan service rutin di bengkel resmi Daihatsu terdekat, ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
(Joule)