Oleh :
SoundandMachine (Jepang), 6 November 2020 - Umumnya manufaktur Jepang mengandalkan pihak ketiga soal sistem audio untuk mobil yang dipasarkan ke negaranya sendiri (JDM), baik sebagai standar maupun opsi.
Pihak ketiga tersebut tentunya yang memang bergerak di bidang audio, baik spesifik audio mobil maupun elektronik, namun memiliki lini bisnis dan itupun tidak hanya produsen Jepang saja.
Baca Juga:
Ketika SUV Jagoan Off-road Mercedes-Benz G-Class Dimodifikasi Senyaman Limosin
Terlepas dari soal apakah manufaktur menampilkan pihak pembuat komponen audio tersebut atau tidak, berikut pihak ketiga yang menjadi andalan manufaktur Jepang untuk mobil JDM-nya,


Produsen asal Jepang tersebut telah memiliki reputasi sebagai OEM untuk sistem audio Lamborghini dan sampai sekarang masih diandalkan manufaktur Jepang. Seperti misalnya Daihatsu, Honda, Subaru, Suzuki, dan Mitsubishi.
Baca Juga:
Diikuti 80 Ribu Peserta, Kompetisi Brio Vitual Drift Challenge Usai Digelar

Untuk Honda, Alpine hanya sebagai manufaktur untuk produk opsional audio-nya, kemudian di-rebrand dengan nama Gathers.


Produk buatan Alpine untuk upgrade audio sebagai opsi manufaktur antara lain speaker Hi-Res dan head unit untuk Subaru dan Nissan.
Baca Juga:
Banyak Promo, Jangan Lewatkan IMX Year End Modz Sales 12.12 di Bukalapak
2. Kenwood


Seperti halnya Alpine, Kenwood juga menjadi andalan manufaktur dalam hal opsi upgrade audio, seperti Subaru, Mitsubishi, dan Suzuki. Namun berbeda dengan Alpine, untuk upgrade audio sebagai opsi manufaktur, Kenwood lebih ke head unit ketimbang speaker.
3. Mitsubishi Electric

Perusahaan elektronik dari grup konglomerat Mitsubishi Electric juga membuat car audio untuk mobil JDM seperti Subaru dan Mitsubishi, paling tidak speaker dan head unit dengan label DIATONE-nya.

Namun Mitsubishi Electric bukan hanya membuat sebuah produk tetapi juga tuning untuk upgrade audio Honda melalui kolaborasi.
4. Pioneer


Seperti perusahaan elektronik lainnya, Pioneer juga memiliki lini bisnis audio termasuk untuk di mobil dan menyuplai kompnen untuk manufaktur seperti Subaru, Suzuki, dan Mitsubishi sebagia opsi upgrade audio. Produk yang disuplai antara lain head unit dan speaker termasuk dengan label Carrozzeria.
5. Panasonic


Perusahaan yang kesohor di bidang elektronik tersebut juga merambah bisnis car audio meskipun untuk mobil tidak se-fokus produk seperti teknologi AC mobil, electronic toll card, kamera mobil, dan sistem navigasi.
Untuk car audio opsi manufaktur, Panasonic menyuplai speaker dan head unit untuk Subaru, Suzuki, dan Mitsubishi.
6. Clarion


Clarion juga turut menyuplai komponen audio seperti speaker dan head unit ke manufaktur seperti Mitsubishi, Suzuki, dan Subaru.
7. Bose



Berbeda dengan produsen lain, Bose tidak banyak menyediakan paket upgrade audio atau standar OEM-nya. Setidaknya hanya dua manufaktur yang mempercayakan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dalam menangani audio yakni Mazda dan Nissan.
8. JBL

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dipercaya oleh Toyota untuk menangani sistem audio mobil JDM-nya, baik sebagai standar maupun opsional. Setidaknya mobil seperti Camry, Alphard, GR Supra, dan sebagainya sudah memakai audio JBL sebagai standar.
9. Mark Levinson

Seperti halnya Bose, Mark Levinson juga hanya menyediakan satu paket upgrade audio, namun bedanya perusahaan satu induk dengan JBL tersebut hanya menggarap Lexus.
10. Rockford Fosgate

Rockford Fosgate dan dunia OEM bukan hanya di Indonesia dengan Mitsubishi Pajero Sport-nya tetapi juga di Jepang dengan Mitsubishi RVR-nya. Namun bedanya, Rockford Fosgate pada RVR hanya sebatas opsi manufaktur, bukan varian.
Seperti perusahaan asal Amerika Serikat yang menangani opsi OEM Audio, Rockford Fosgate juga hanya menawarkan paket upgrade namun bedanya sebatas RVR.
(Joule)