Oleh :
SoundandMachine (jakarta), 15 November 2020 - Mal Blok M merupakan salah satu lokasi yang memiliki kejayaan pada era 80-90-an terutama bagi kawula muda di zamannya.
Seiring berjalannya waktu, kejayaan Mal Blok M tergerus semenjak pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan dan sekitarnya terus bertambah dan sukses sehingga menjadi "terlupakan" bahkan berbeda nasib dengan Blok M Plaza yang hidup kembali semenjak MRT dan Blok M Square karena UKM-nya.
Baca Juga:
Ketika SUV Jagoan Off-road Mercedes-Benz G-Class Dimodifikasi Senyaman Limosin

Pada akhirnya Mal Blok M kembali hidup bukan karena pusat perbelanjaan, melainkan sentra otomotif yang terdiri dari pusat onderdil atau variasi dan jual-beli mobil bekas sehingga membentuk simbiosis mutualisme di kawasan legendaris tersebut.
Awalnya menjadi pusat aksesoris dan sparepart yang didirikan pada Februari 2019 semenjak kontrak untuk tenant bengkel di ITC Fatmawati tidak lagi diperpanjang karena akan dibongkar untuk dibangun apartemen.
Baca Juga:
Diikuti 80 Ribu Peserta, Kompetisi Brio Vitual Drift Challenge Usai Digelar
"Ketika mulai sepi, kita beralih, artinya dapat kesempatan ketika dari ITC Dutamas itu di sana kontrak untuk sparepart tidak diperpanjang, mereka kita undang untuk gabung sama kita nah itu langsung gabung sama kita." buka Yuandra Hoga, Company Head Mal Blok M kepada SoundandMachine (5/10/2020).


Setidaknya terdapat 105 tenant toko sparepart atau aksesoris yang pindah dari ITC Dutamas ke Mal Blok M dan secara keseluruhan sekitar 95%.
Baca Juga:
Banyak Promo, Jangan Lewatkan IMX Year End Modz Sales 12.12 di Bukalapak


Secara perlahan, Mal Blok M berekspansi menjadi bursa otomotif mobil bekas mulai bulan Mei 2019 dengan memanfaatkan lantai paling bawah sekitar 5000 m persegi dan terus berkembang. Sampai dengan bulan ini sudah 23 showroom dengan kapasitas sekitar 225 unit mobil dengan berbagai merk.
Namun menariknya, bursa otomotif tersebut sudah memiliki segmen yaitu mobil yang lebih ke hobi seperti built-up atau klasik.
Segmen mobil hobi tersebut membuatnya bertahan dan ketika pandemi impaknya tidak begitu besar sehingga membentuk prospek.
Selain itu antusiasme para tenant melalui aktifitasnya di media sosial juga turut memperkuat eksistensi Mal Blok M sebagai sentra ototmotif dan bisa dibilang awal mula menjadi perbincangan hingga menjadi lebih hidup.
Bentuk unik dari mobil dagangan di bursa otomotif tersebut juga membuat antusias otomotif betah berlama-lama di showroom hingga menjadi salah satu spot nongkrong.
"Karena memang selatan ini informasi dari para pemilik showroom itu justru yang diminati adalah mobil-mobil Eropa dan mobil-mobil klasik." jelas Yuandra.

Meski berada di ruang ber-AC, pengunjung tidak perlu khawatir polusi atau sirkulasi udara karena sudah dipasang exhaust fan yang mampu menyedot asap kendaraan ketika dihidupkan sehingga bisa lebih nyaman bertransaksi.
(Joule)
"