Oleh :
SoundandMachine.com (Jakarta), 21 November 2020 - Ketika kita mendengar mobil hobi, kemungkinan yang ada di pikiran kita adalah pasarnya relatif kecil. Kalau untuk mobil baru mungkin benar, tetapi bicara mobil bekas atau bursa otomotif itu bisa lain cerita.
Bursa otomotif dengan segmen hobi ternyata prospeknya tinggi dan tidak kalah dengan bursa otomotif yang menjual mobil untuk dipakai, bahkan lebih tahan terhadap pandemi Covid-19, seperti di Mal Blok M.
Baca Juga:
Ketika SUV Jagoan Off-road Mercedes-Benz G-Class Dimodifikasi Senyaman Limosin


Didirikan sejak Mei 2019, arena mall sekitar 5.000 m persegi yang sudah kosong semenjak Mal Blok M "tenggelam", dijadikan lahan bursa otomotif. Seiring berjalannya waktu, tenant showroom terus bertambah hingga 23 showroom dan ketika kami wawancara ada sekitar 225 mobil.


Kesuksesan tersebut berawal dari para tenant yang menjual mobil hobi seperti mobil klasik, sportscar mobil Jepang built-up, mobil Eropa dan mobil dengan segmen tertentu lainnya hingga membentuk segmen secara keseluruhan.
Baca Juga:
Diikuti 80 Ribu Peserta, Kompetisi Brio Vitual Drift Challenge Usai Digelar
Pasalnya, dibanding bursa otomotif daerah utara Jakarta yang umumnya menjual mobil untuk dipakai atau mainstream, setidaknya salah satu faktor kesuksesan tersebut, selain karena segmen berbeda, pasarnya juga tepat,
Karena memang selatan ini informasi dari para pemilik showroom itu justru yang diminati adalah mobil-mobil Eropa dan mobil-mobil klasik. jelas L Yuandra Y Hoga, Company Head Mal Blok M kepada SoundandMachine (5/11/2020).
Baca Juga:
Banyak Promo, Jangan Lewatkan IMX Year End Modz Sales 12.12 di Bukalapak
Menurut salah satu tenant, rata-rata pembelinya adalah kolektor yang memiliki banyak mobil sebelumnya, sehingga membuat bursa otomotif dengan segmen hobi prospeknya bertahan,

"Jadi di Indonesia ini banyak sekali orang kaya yang mungkin kelebihan duit jadi mereka memang pengin koleksi, bukan untuk harian." ungkap Sutan Zein, tenant KJM Garage kepada SoundandMachine (5/10/2020).

Selain karena niat koleksi, faktor nostalgia dari sentimental value juga menjadi sebuah market semenjak adanya tenant yang menjual mobil lawas namun mainstream di zamannya.
"Zaman-zaman mudanya dia jalan-jalan segala macam, dia naik mobil itu dan dia kangen mobil itu. Pas bapaknya meninggal mobil itu dijual sama kakaknya, padahal itu mobil kesayangannya dia." ungkap Michael mewakili tenant Malique Selatan Jakarta kepada SoundandMachine (7/11/2020).
Tentu tidak semata jual-beli, tetapi juga aktifitas tenant di media sosial mulai dari sekedar posting barang dagangannya di Instagram hingga membentuk channel YouTube untuk review mobil dagangannya. Pengelola tempat juga menyediakan lahan sebagai studio untuk foto mobil dagangannya.
Aktifitas media sosial itulah yang bukan hanya menjadi awareness bagi para tenant tetapi juga Mal Blok M itu sendiri sehingga jadi memiliki massa.

Para tenant tentunya sangat memperhatikan barang dagangannya terutama ketika hendak membeli mobil untuk modal. Salah satunya,
"Kita cek kondisinya dulu, pertama bekas banjir tidak, bekas tabrak tidak, track record-nya bagus tidak, dan keempat kita menjamin tidak ada putar kilometer." tegas Prayudi Wibowo, tenant IEV kepada SoundandMachine (7/11/2020).
Meski berada di ruang ber-AC, tidak perlu khawatir soal sirkulasi udara karena sudah dipasang exhaust fan yang mampu menyedot asap kendaraan ketika dihidupkan sehingga bisa lebih nyaman bertransaksi.
(Joule)