Ratusan Pertashop Telah Hadir di Jawa Tengah, Pertamina Buka Peluang Kemitraan

  • Oleh : edo

Minggu, 03/Janu/2021 10:59 WIB
Ilustrasi Pertashop (Pertamina) Ilustrasi Pertashop (Pertamina)

SoundandMachine.com (Semarang) – PT Pertamina terus menjalankan komitmennya untuk pemerataan energi hingga daerah pedesaan yang belum terjangkau SPBU melalui Pertashop, yaitu fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) serupa SPBU dalam bentuk lebih kecil. 

Pertashop sendiri merupakan satu-satunya lembaga penyalur BBM di pedesaan yang dioperasikan oleh Pertamina secara resmi, yang telah memenuhi aspek legal dan aspek keselamatan kerja atau Health, Safety, Security, Environment (HSSE).

Baca Juga:
Dukung Korban Gempa di Majene dan Mamuju, Pertamina Lubricants Berikan Layanan Ganti Oli Gratis

Kevin Kurnia Gumilang, Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah mengungkapkan, saat ini sudah ada 106 unit Pertashop yang telah beroperasi dan tersebar di 28 kabupaten di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. 

"Sebanyak 100 unit Pertashop telah hadir di Jawa Tengah dan 6 unit di DI Yogyakarta," ujar Kevin. Menurutnya, kehadiran Pertashop di tengah desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendekatkan sumber penyaluran energi yang aman dan berkualitas di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Konsumsi BBM Oktan Tinggi di Depok dan Bogor Meningkat, Kualitas Udara Diharapkan Makin Bersih

Mempermudah masyarakat desa yang belum tersentuh SPBU 

Baca Juga:
Liburan Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Pertamax dan Pertamax Turbo Melonjak

"Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami berharap jumlah Pertashop akan semakin bertambah, utamanya di desa-desa yang belum terjangkau SPBU," tambah Kevin.

Ia menambahkan, Pertamina juga telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) dimana dalam satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop.

Guna mempercepat perluasan Pertashop, Pertamina juga membuka peluang kemitraan Pertashop kepada para pengusaha yang berminat untuk berinvestasi Pertashop. 

"Sama halnya seperti SPBU, pengusaha juga memiliki peluang untuk berinvestasi sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat, kali ini dalam skala kecil berupa Pertashop yang harganya realtif lebih rendah ketimbang SPBU," pungkas Kevin.

Investasi terendah diberi harga kurang lebih Rp 250 juta untuk perangkat modular Pertashop. Nilai tersebut belum termasuk lahan dan ongkos kirim yang disiapkan oleh pengusaha. Tertarik? (EPS)