Konsumsi BBM Oktan Tinggi di Depok dan Bogor Meningkat, Kualitas Udara Diharapkan Makin Bersih

  • Oleh : edo

Minggu, 10/Janu/2021 13:58 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina Ilustrasi SPBU Pertamina

SoundandMachine.com (Bogor) - Setelah Program Langit Biru (PLB) berjalan sekitar dua bulan di Kota Bogor, Depok, dan Sukabumi, kepedulian masyarakat akan hadirnya kualitas udara yang lebih bersih ditunjukkan dengan meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan angka oktan yang lebih tinggi. 

PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat mencatat, pada periode dimulainya PLB di Kota Bogor, Depok, dan Sukabumi tanggal 6 November 2020 hingga periode 4 Januari 2021, rata-rata konsumsi harian produk BBM jenis Premium (RON 88) di tiga kota ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Baca Juga:
Ratusan Pertashop Telah Hadir di Jawa Tengah, Pertamina Buka Peluang Kemitraan

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi, untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan," ujar Eko Kristiawan, Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat.

Di Kota Bogor, tercatat pada Senin (4/1), konsumsi Premium turun hingga 49% atau sekitar 31 Kiloliter (KL) dari konsumsi normal harian yakni 64 KL. Sama halnya dengan Kota Depok, konsumsi Premium turun hingga 75% atau lebih dari 80 KL, dari konsumsi normal harian 116 KL. 

Baca Juga:
Liburan Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Pertamax dan Pertamax Turbo Melonjak

Sedangkan di Kota Sukabumi, Pertamina turut mencatat penurunan konsumsi Premium di angka 55% atau sekitar 14 KL dibandingkan konsumsi harian normal 26 KL. Eko menjelaskan, Pertamina mencatat peningkatan konsumsi BBM jenis Perta Series di Kota Bogor dan Depok. 

Baca Juga:
Libur Nataru, Pertamina Pastikan Ketersediaan dan Layanan Pelumas Tetap Optimal

Pembelian BBM oktan tinggi meningkat

Adapun BBM jenis Pertalite di Kota Bogor dan Depok meningkat hingga sekitar 7% dari konsumsi normal harian yaitu lebih dari 600 KL. Sedangkan konsumsi Pertamax (RON 92) meningkat 9% dari konsumsi harian normal sekitar lebih dari 200 KL.

Untuk produk Pertamax Turbo (RON 98) turut mengalami peningkatan sebesar 35% dari konsumsi normal harian yaitu hampir 8 KL. Sedangkan di Kota Sukabumi, angka konsumsi Pertamax pada Senin (4/1) turut memperlihatkan peningkatan sekitar 5% dari konsumsi harian normal yaitu lebih dari 20 KL.

Sebagai wujud apresiasi Pertamina terhadap upaya dan animo masyarakat yang setia menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina terus menggerakkan Program Pertalite Harga Khusus di Kota Bogor, Depok, dan Sukabumi.

"Sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru untuk menciptakan lingkungan sehat, Pertamina melanjutkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp 6.850 per liter, lebih rendah Rp 800 dari harga normal," jelas Eko.

Program Langit Biru sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, memperoleh dukungan dari masyarakat di Kota Bogor, Depok, dan Sukabumi. Pertamina pun mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan dan merasakan pengalaman langsung keunggulan kualitas Perta Series.

"Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di wilayah Jawa Barat semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi," tutup Eko. (EPS)