Dari Tahun 2009 ke 2020, Toyota Tunjukkan Peningkatan Tren Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 20/Janu/2021 23:26 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta), 19 Januari 2021 – Di tengah penjualan yang relatif stabil menghadapi kondisi pandemi, di tahun 2020 PT. Toyota Astra Motor (TAM) selaku APM Toyota di Indonesia juga menunjukkan tren kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat.

 

Baca Juga:
Launching di Bulan Mei, Inden Toyota Raize Sekarang Dapat Unit Mulai Juni 2021

Pasalnya, TAM berhasil membukukan penjualan ritel kendaraan elektrifikasi lebih dari 3.400 unit secara total sejak awal diperkenalkan yaitu 2009 hingga Desember 2020 dan untuk tahun 2020 rata-rata terjual 86 unit per bulan.

 

Baca Juga:
SUV Kompak Raize Sudah Bisa Inden, Ini Tanggapan Toyota

Itu berarti dari tahun ke tahun penjualan mobil terelektrifikasi Toyota terus meningkat. Seperti misalnya di tahun 2009, rata-rata penjualan ritel elektrifikasi TAM ialah dua unit per bulan dan di 2015, meningkat menjadi rata-rata 15 unit per bulan.

 

Baca Juga:
Serius Garap Pasar Indonesia, MG Berencana Datangkan Mobil Listrik

Hal ini menandakan bahwa secara bertahap masyarakat semakin menerima kendaraan elektrifikasi ini.

 

“Kami melihat pelanggan semakin memahami pentingnya kehadiran kendaraan elektrifikasi sebagai salah satu pilihan sarana mobilitas.” buka Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM.

 

Saat ini TAM memiliki 10 line up kendaraan elektrifikasi, terdiri dari 8 Hybrid Electric Vehicle (HEV), 1 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan 1 Battery Electric Vehicle (BEV).

 

Di awal tahun, TAM telah menghadirkan teknologi elektrifikasi PHEV bekerjasama dengan perusahaan taxi online dengan menggunakan Toyota Prius PHEV.

 

Selain itu, TAM menghadirkan tambahan pilihan kendaraan HEV dengan harga yang lebih kompetitif dengan menghadirkan Corolla Cross HEV. Menutup tahun 2020, TAM menghadirkan teknologi BEV melalui Lexus UX300e.

 

“Kami berkomitmen untuk tidak hanya terus menghadirkan teknologi elektrifikasi yang lengkap untuk dipilih sesuai kebutuhan pelanggan, tapi juga membangun ekosistem agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan pengalaman bermobilitas dengan kendaraan elektrifikasi,” tutup Henry.

 

(Joule)