Oleh :
SoundandMachine.com (Jakarta) - Beberapa wilayah di Indonesia saat ini masih mengalami musim hujan. Terkadang hujan turun dengan sangat deras sehingga menyebabkan genangan air hingga banjir di sejumlah lokasi.
Dalam kondisi hujan dan banjir, terkadang mobil bermesin diesel menjadi sorotan masyarakat. Sebab, mobil berbahan bakar solar tersebut dianggap lebih kuat menerjang genangan air alias banjir, dibandingkan mobil bermesin bensin.
Baca Juga:
Model Legendaris Laris Manis, Sportscar Honda Prelude Unjuk Gigi di Indonesia
Seperti dikutip dari laman resmi Mitsubishi, faktor utamanya adalah karena umumnya mobil bermesin diesel itu punya postur bodi SUV atau mobil-mobil komersial ringan dengan ground clearance yang lebih tinggi dari mobil lainnya.
Selain itu, pada mobil mesin diesel tidak lagi menggunakan busi dan koil sebagai pemantik di ruang bakar layaknya yang ada pada mobil bensin. Mobil diesel ini, menggunakan glow plug untuk sistem pembakarannya.
Baca Juga:
Auto China 2026: Denza Z Tampil Perdana, Akan Menjadi Supercar Revolusioner

Berbeda dengan mobil bermesin bensin yang menggunakan busi, sistem pembakaran glow plug dinilai lebih tahan air. Lalu, sistem kelistrikan pada mobil diesel konvensional jauh lebih sederhana dibandingkan mobil bensin, sehingga lebih aman saat menerjang genangan banjir.
Baca Juga:
Akan Dihadiri Bintang Fast and Furious Sung Kang, The Elite Showcase 2026 Siap Digelar
Oleh karena kelistrikan yang sederhana itulah, risiko terjadi arus pendek pada mobil diesel juga lebih kecil. Meski lebih andal dalam urusan melibas banjir, mobil diesel pada dasarnya tetap sama dengan mobil bensin.
Jika air sampai masuk ke ruang bakar melalui filter udara, turbo lalu ke intake injection pump, mesin tetap akan mati seperti mobil bensin. Jadi, sebaiknya jangan sampai jika menemukan jalan banjir dilewati begitu saja.
Air tetap bisa masuk ke saluran udara dan menyebabkan water hammer atau kerusakan parah pada bagian mesin, baik mesin bensin maupun diesel. Apabila mobil diesel sudah mengalami water hammer, maka ada kemungkian harus melakukan perbaikan total atau dikenal dengan istilah turun mesin.
Apalagi untuk mesin diesel modern yang sudah dibekali dengan turbo, ada kemungkinan harus mengganti piranti turbo di mesin diesel jika sampai bermasalah karena kemasukan air.
Belum lagi kalau ada sensor-sensor di dalam mobil diesel modern yang banyak fitur canggihnya, jika sampai terendam air maka bisa dipastikan biaya perbaikannya tidak sedikit.
Jadi, baik mesin diesel maupun mesin bensin tidak ada yang kebal terhadap air ya. Kalau ada yang bilang mesin diesel lebih kuat menerabas banjir itu hanya mitos. Nah, jangan asal terabas ya! (EPS)