Melalui Kebijakan Euro 4, Isuzu Sebut Indonesia Punya Peluang di Pasar Global

  • Oleh : edo

Minggu, 02/Mei/2021 12:08 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Penerapan standar emisi Euro 4 pada kendaraan mesin diesel, masih terus digodok oleh pemerintah pusat. Peraturan yang sedianya ditetapkan April 2021, mundur menjadi 2022. 

Anjuran untuk beralih ke Euro 4 itu sendiri sudah tertuang didalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Terlepas dari dinamika penerapan Euro 4 oleh Pemerintah, tentunya inovasi dan standarisasi Euro 4 akan baik sekali di terapkan di Indonesia. 

Baca Juga:
Jelang Lebaran, Isuzu Berikan Diskon Hingga 40% untuk Perawatan Mesin

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Sony Sulaksono menjelaskan bahwa, ada empat faktor yang memengaruhi penundaan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel. 

Faktor pertama adalah impor komponen dan suku cadang kendaraan Euro 4, dari negara-negara calon pemasok yang saat ini belum pulih dari dampak pandemi Covid-19. Kedua, antre pengujian emisi Euro 4 karena fasilitas pengujian yang terbatas untuk pengujian kendaraan diesel lebih kurang 3,5 ton. 

Baca Juga:
Kerjasama Toyota, Hino, dan Isuzu, Gabungkan Teknologi dan Pengembangan Kendaraan Komersil

"Sementara itu, pengujian kendaraan diesel di atas 3,5 ton dilakukan di luar negeri, seperti di Jepang dan Jerman," ungkap Sony. Faktor ketiga adalah pemenuhan kebutuhan tenaga ahli, untuk pengembangan teknologi Euro 4 baik dari sisi produksi maupun uji coba mengalami kendala karena pandemi Covid-19. 

Baca Juga:
Dukung Kebijakan Uji Emisi, Astra Isuzu Siagakan Lima Bengkel Resmi

Keempat, tambahan teknologi standar baku mutu emisi Euro 4 berdampak terhadap harga kendaraan, sehingga dikhawatirkan tidak terserap oleh pasar yang daya belinya sedang menurun. 

Menanggapi kebijakan tersebut, Tonton Eko, General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menjelaskan, bahwa bicara kesiapan pelaku industri, PT Isuzu Astra Motor Indonesia menyatakan siap.

"Kesiapan ini kami breakdown dalam 3 kategori, yaitu produk, layanan aftersales yaitu service dan spareparts, dan fasilitas pendukung seperti karoseri dan leasing partner. Perubahan landscape bisnis dengan penerapan Euro 4 akan berpengaruh besar pada industry secara keseluruhan,” ungkap Tonton.

Dari sisi produk, Isuzu telah lebih dulu membawa teknologi commonrail di Indonesia sejak tahun 2011 pada truk Isuzu Giga, dan pada tahun 2018 pada truk Isuzu Elf NMR81. Teknologi Commonrail adalah teknologi yang nantinya akan digunakan pada saat implemantasi kebijakan Euro 4 pada April 2022. 

Untuk layanan aftersales, Isuzu yang lebih dulu mencuri start dengan menggunakan teknologi commonrail sejak tahun 2011 membuat tenaga dan sumber daya mekanik lebih siap. Begitu juga dengan spareparts. "Kami akan membantu dari sisi APM agar proses transformasi dari Euro 2 ke Euro 4 lebih lancar," pungkas Tonton. (EPS)