Menolak Punah, Mesin Jaguar E-Type Klasik Ini Diganti dengan Motor Listrik

  • Oleh : edo

Rabu, 07/Jul/2021 17:26 WIB


SoundandMachine.com (London) - Suka tidak suka, saat ini dunia otomotif telah memasuki era elektrifikasi, dimana para pabrikan seakan saling berlomba untuk memproduksi kendaraan bertenaga listrik, dengan teknologi modern.

Tren tersebut, sempat menuai pro dan kontra di kalangan para penggemar otomotif, apalagi bagi pecinta kendaraan klasik. Sebab, mereka khawatir seiring makin menjamurnya kendaraan listrik, maka mobil klasik dengan teknologi lawas akan tergusur.

Apalagi, bila ada regulasi yang mengatur pembatasan mobil tua beredar. Tentunya akan membuat mobil tua atau mobil klasik tidak bebas berkeliaran di jalan raya, karena mesin yang digunakan dinilai menghasilkan polusi.

Sebagai solusi, sebuah perusahaan elektrifikasi mobil yang berbasis di Inggris, bernama Electrogenic, menyediakan jasa konversi dengan merubah mesin mobil klasik Jaguar E-Type dari pembakaran konvensional, menjadi listrik sepenuhnya.

Mobil ini didasarkan pada jaguar E-type Series Coupe 1967, dan Electrogenic menawarkan kepada pelanggan hingga tiga paket konversi powertrain. Opsi paling terjangkau adalah Tourer, yang menawarkan bobot powertrain lebih ringan dari aslinya dan kecepatan tertinggi 160 km/jam. 

Menariknya, gearbox asli masih digunakan di sini, untuk mempertahankan nuansa berkendara 'klasik'. Lalu di atasnya, Electrogenic memberi opsi konversi Sprint dengan torsi 470 Nm. 

Paket ini membuat tipe E elektrik lebih bertenaga dari spesifikasi pabrik, dan juga lebih ringan, sehingga memberikan keseimbangan optimal antara performa, handling, dan kenyamanan. 

"Itu juga menggunakan gearbox pabrik, meskipun kami mendorong pemilik untuk meningkatkan rem dan suspensi untuk mengatasi torsi tambahan," ujar Ian Newstead, Company director and co-founder Electrogenic.

Sementara paket konversi teratas, diisi oleh Grand Tourer, dengan motor listrik yang menghasilkan 300 kW (408 PS) dan torsi 600 Nm. Seperti kebanyakan mobil listrik saat ini, ia menggunakan transmisi satu kecepatan.

Dalam hal jangkauan, model Tourer dan Sprint menawarkan jangkauan sekitar 241 km dengan kondisi baterai terisi penuh. Sementara opsi Grand Tourer, mampu menyediakan jangkauan lebih dari 400 km.

Semua konversi yang dilakukan oleh Electrogenic akan membuat mobil tetap dalam keadaan aslinya, termasuk peranti-peranti kecil seperti sakelar dan dial, yang akan digunakan kembali asal dianggap sesuai.

Misalnya, pengukur bahan bakar sekarang akan menunjukkan status pengisian baterai. Perusahaan juga tidak akan melakukan modifikasi pada bodywork, dan powertrain listrik dirancang untuk dipasang pada engine mount yang ada. Konversi sepenuhnya reversibel.

Biaya untuk konversi dimulai dari £54,000 atau senilai Rp 1 miliar untuk Tourer. Lalu £62,000 atau sekitar Rp 1,2 miliar untuk Sprint dan £80,000 atau Rp 1,6 miliar untuk Grand Tourer. Biaya tersebut belum termasuk mobil donor yang harus disiapkan konsumen. Jadi, apakah Anda punya mobil klasik yang perlu diubah? (EPS)