Toyota Pakai Baterai Teknologi Baru di Mobil Hybrid, Ini Keunggulannya

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 21/Jul/2021 13:30 WIB


SoundandMachine.com (Jepang) – Baterai merupakan salah satu komponen krusial, di era mobil elektrifikasi yang semakin semarak. Pasalnya, mobil elektrifikasi apapun akan membutuhkan baterai, sebagai salah satu tenaga penggerak motor listriknya.

Sebagai salah satu pencetus mobil elektrifikasi, Toyota mengumpulkan para ahli dalam pengembangan teknologi, manajemen kualitas, dan sistem baterai agar hasilnya bisa lebih baik, dan itu sudah dilakukan dari awal membuat mobil hybrid, yaitu Toyota Prius keluaran 1997.

Baca Juga:
Mercedes-Benz Lakukan Persiapan untuk Beralih ke Elektrifikasi Penuh

Baca Juga:
Takut Dipakai Teroris, Toyota Wajibkan Pembeli Land Cruiser 300 Teken Kontrak

Toyota Aqua generasi kedua (sumber: Toyota)

Setelah mengerahkan para ahli dalam pembuatan baterai, akhirnya Toyota memutuskan untuk memilih baterai Nikel-Hidrogen Bipolar untuk mobil kompak hybrid yang baru diluncurkan dan menjadi mobil hybrid pertama di dunia dengan baterai tersebut, yaitu Toyota Aqua generasi kedua.

Baca Juga:
Angka Kasus Bergerak Dinamis, Toyota Indonesia Turut Serta Dalam Penanganan Covid-19

Nikel-Hidrogen Bipolar menjadi baterai terbaru untuk mobil hybrid Toyota karena memiliki ukuran lebih kompak dan menghasilkan output lebih tinggi.

(sumber: Toyota)

Pasalnya, dalam baterai Nikel-Hidrogen Bipolar, katoda diterapkan ke satu sisi pengumpul arus dan anoda ke sisi lainnya. Struktur ini dikenal sebagai "elektroda bipolar" yang ditumpuk bersama untuk membentuk baterai.

Dibandingkan dengan baterai nikel-hidrogen yang non-bipolar, bipolar terdiri dari pengumpul arus lebih sedikit dan bagian lain, sehingga lebih memungkinkan untuk dibuat lebih kompak.

(sumber: Toyota)

Dengan dibuat menumpuk akan lebih banyak sel dalam baterai Nikel-Hidrogen Bipolar dibanding baterai Nikel-Hidrogen Non-Bipolar dengan ukuran yang sama.

Selain itu, karena baterai bipolar memiliki luas permukaan aktif yang lebih besar dan konstruksi yang lebih sederhana, ada hambatan yang lebih rendah di dalam baterai itu sendiri. Hal ini memungkinkan aliran arus yang lebih besar, yang mengarah ke peningkatan output.

Sebagai perbandingan, baterai nikel-hidrogen bipolar yang ada di Aqua generasi kedua memiliki output sekitar dua kali lebih tinggi dibanding baterai nikel-hidrogen non-bipolar di Aqua generasi sebelumnya.

Dengan output lebih besar membuat akselerasi Aqua generasi kedua lebih responsif saat dibejek dari berhenti atau kecepatan rendah, serta bekerja lebih halus.

(sumber: Toyota)

Kemudian dengan dimensi lebih kompak, baterai bipolar memiliki kapasitas lebih besar dibanding baterai non-bipolar meski berdimensi sama. Alhasil, dengan baterainya saja sudah kuat untuk menggerakkan mobil tanpa melibatkan mesin konvensional.

(Joule)