Persaingan Makin Ketat, Toyota Tetap Juara Seri Ketiga World Endurance Championship 2021

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 21/Jul/2021 14:56 WIB


SoundandMachine.com (Italia) – Ajang World Endurance Championship (WEC) mulai kompetitif dalam arti tidak bisa diprediksi siapa yang akan juara. Selama 2 seri sebelumnya, Toyota memang kerap mendapat podium, namun tidak untuk seri ketiga di sirkuit Monza, Italia, 18 Juli 2021 silam.

Meski demikian, secara keseluruhan Toyota dengan GR-010 Hybrid-nya tetap juara seri WEC yang diikuti oleh Alpine dengan selisih 1 menit 0,908 detik dan United Autosports dari lain kelas, yaitu LMP2 dengan selisih 4 putaran.

Baca Juga:
Performa Mulai Meyakinkan, Mobil Baru Toyota Juara Seri Kedua World Endurance Championship

Dalam sesi kualifikasi, Toyota sudah dua posisi teratas dimana peraih pole position-nya mencetak waktu 1 menit 35,889 detik, kemudian diikuti oleh peserta sesama Toyota dengan waktu 1 menit 35, 961 detik.

Baca Juga:
Perjuangan Toyota Ikut Balap Pakai Mesin Hidrogen Berbuah Manis

(sumber: Toyota)

Kemudian ketika balapan, setelah menempuh sirkuit sepanjang 5,793 km sebanyak 204 putaran, Toyota berhasil meraih posisi pertama dengan total waktu 6 jam 1 menit 12,290 detik. Selain itu Toyota juga meraih fastest lap dengan catatan waktu 1 menit 36,951 detik.

Baca Juga:
Jago Main Gran Turismo Sport? Yuk Ikutan Toyota Gazoo Racing GT Cup

Peserta Toyota GR-010 Hybrid yang pole position dan juara seri adalah nomor 7 dengan trio pembalap Mike Conway, Kamui Kobayashi, dan Jose Maria Lopez.

Sementara peserta GR-010 Hybrid nomor 8 dengan trio pembalap Sebastien Buemi, Kazuki Nakajima, dan Brendon Hartley, berada di posisi ke-33 karena mobilnya mengalami masalah ketika balapan.

Meski salah satu pesertanya juara seri, ,masalah tersebut tetap menjadi perhatian team founder yang juga orang nomor satu di Toyota, Akio Toyoda.

“Kami tidak bisa menyiapkan mobil yang dikendarai tanpa perhatian di reliabilitas, jadi saya minta maaf kepada semua pembalap, tetapi GR-010 merupakan mobil yang baru memulai proses pengembangan melalui balapan.” ujar Akio.

Toyoda berpesan kepada anggota tim agar mendengarkan pembalap, karena yang “berbicara” antara mobil dan jalanan sehingga itu yang membuat mobilnya menjadi lebih kuat. Dengan demikian, pembalap akan mendapatkan perasaan yang lebih baik untuk berjuang membuat mobil lebih baik.

“Sebuah permasalahan itu ada yang bagus dan jelek. Bagusnya membantu kita untuk mempelajari, tetapi semua jeleknya harus terpecahkan di ajang Le Mans bulan depan.” tutup Akio.

(Joule)