Versi Produksi Sportscar Ikonik Nissan Z Telah Resmi Diungkap, Begini Sosoknya

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 18/Agu/2021 13:35 WIB


SoundandMachine.com (Amerika Serikat) – Nissan telah resmi mengungkap versi produksi sportscar ikoniknya yaitu Nissan Z, setelah memperkenalkan konsepnya. 

Kehadiran sportscar produksi Z, yang sudah memasuki generasi ketujuh, merupakan bagian dari komitmen Nissan kepada para antusiasnya selama lebih dari 50 tahun, meskipun sekarang perusahaan tersebut sedang menggalakkan teknologi elektrifikasi.

Baca Juga:
Kompetitif dan Terjangkau di Segmennya, Subaru Luncurkan Dua Mobil Baru di GIIAS 2022

“Daya tariknya yang tak lekang oleh waktu adalah hasil dari semangat dan dedikasi karyawan yang bekerja untuk menghadirkan sensasi Z kepada generasi masa lalu dan masa depan.” kata Ashwani Gupta, Chief Operating Officer/Chief Performance Officer, Nissan Motor Co., Ltd.

Untuk pertama kalinya di pasar ekspor, Nissan memakai nama Z tanpa 3 angka di belakang seperti pendahulunya, yaitu 240Z, 260Z, 280Z, 300ZX, 350Z, dan 370Z.

Baca Juga:
Animonya Tinggi, Toyota Tampilkan Sportscar dan Lima Model Baru Gazoo Racing di GIIAS 2022

Nissan Z generasi pertama (kiri) dan sekarang (kanan) (sumber: Nissan)

Baca Juga:
Ajak Masyarakat Kurangi Emisi Karbon, Toyota Hadirkan Ragam Kendaraan Elektrifikasi di GIIAS 2022

Nissan Z generasi sekarang (kiri) dan generasi keempat (kanan) (sumber: Nissan)

Eksterior Z memadukan beberapa elemen dari pendahulunya sebagai bagian dari masa depan. Seperti kap panjang, posisi belakang yang lebih rendah, siluet, dan lampu depan LED memiliki dua setengah lingkaran dari Z generasi pertama keluaran 1969 dan lampu belakang dari Z generasi keempat keluaran 1989.

(sumber: Nissan)

Desain tersebut dibuat berdasarkan masukan dari para pemilik Z, kemudian membuat studi hingga membuat sketsa yang tak terhitung jumlahnya saat diteliti setiap generasi.

“Pada akhirnya, kami memutuskan Z harus melakukan perjalanan antara beberapa dekade, termasuk masa depan.” Alfonso Albaisa, Nissan’s Senior Vice President of Global Design.

(sumber: Nissan)

Kemudian untuk interior dirancang agar pas dengan pengemudi dan penumpang layaknya sarung tangan, serta desain yang memadukan teknologi modern dan sentuhan pendahulunya, seperti 3 indikator analog di tengah untuk menampilkan boost, turbo speed, dan volt.

Sementara sentuhan modern-nya ada di panel instrumen digital 12,3 inci yang dapat disesuaikan dan diatur untuk membantu pengemudi memahaminya secara sekilas, seperti titik redline pada posisi jam 12 di tachometer-nya.

Setidaknya setir yang menengahi antara Z zaman dulu dan zaman sekarang, karena membuat kontrol mengemudi dengan cepat tanpa kehilangan estetika sportscar Z zaman dulu.

(sumber: Nissan)

Kemudian desain joknya dirancang memiliki daya tahan dan kecocokan ketika menikung agresif dengan tingkat lateral G tinggi, dengan menerapkan pengalaman membuat jok untuk Nissan GT-R.

Seperti pemakaian material suede untuk menekan guncangan lateral pada bodi ketika menikung secara agresif sehingga membuat berkendara menjadi lebih nyaman.

Berhubung sejak lahir Z dibuat untuk para pengemudi antusias, tentu tidak lengkap jika tidak ada sentuhan performanya.

“Lebih dari sekadar bertenaga dan gesit, Z dirancang untuk menyatu dengan pengemudi, agar mobil menjadi ‘partner dansa’ untuk petualangan di jalan raya mereka.” ungkap Hiroshi Tamura, Chief Product Specialist Z.

(sumber: Nissan)

Dimulai dari mesin VR30DDTT 3.000 cc twin-turbo V6 bertenaga 400 hp dan torsi 475 Nm di 5.600 rpm seperti Nissan Skyline 400R yang khusus pasar Jepang.

Meski mengusung konsep downsizing, atau penurunan kapasitas mesin dilihat dari pendahulunya, mesin ini juga mengingatkan 300ZX di generasi ketiga dan keempat semenjak 3.000 cc twin-turbo V6 namun berbeda kodenya.

Mesin tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan dengan carbon fiber composite drive shaft, downshift rev matching, dan khusus tipe tertinggi yaitu performance, ada advanced launch assist control agar tetap halus saat berakselerasi dari posisi mobil berhenti.

Selain itu, mesin tersebut juga disalurkan melalui transmisi otomatis 9-percepatan dengan gear ratio lebar yang membuatnya lebih cepat, launch control, dan untuk mengoperasikannya melalui shift knob desain baru.

Kemudian untuk sektor handling terutama ketika berkecepatan tinggi dan menikung, kekakuan bodi ditingkatkan, power steering elektrikal dengan rack assist dibuat rasa mekanikalnya lebih kuat, dan ban depan lebih lebar meningkatkan performa menikung sebesar 13%.

Damper depan dan belakang menggunakan desain sokbreker monotube dengan diameter lebih besar, membuat dampening force-nya berkurang 20% sehingga mengurangi impak ketika melewati jalan tidak beraturan.

Dengan demikian, seperti itulah Nissan membawa masa lalu ke zaman sekarang untuk sportscar Z demi meraih masa depan yang lebih baik bagi para antusiasnya.

(Joule)