Berkontribusi Membangun Brand, Begini Kiprah Perjalanan Produksi Mitsubishi Pajero

  • Oleh : Julfikri

Selasa, 12/Okt/2021 17:30 WIB


SoundandMachine.com (Jepang) – Akhir-akhir ini SUV Mitsubishi Pajero lebih dikenal sebagai Pajero Sport, terlebih karena sekarang menjadi satu-satunya SUV yang eksis dengan nama Pajero.

Namun Pajero merupakan sebuah nama besar yang sangat berkontribusi bagi Mitsubishi sebagai brand dan juga manufaktur melalui teknologi dan reputasi ketangguhan sebagai SUV.

Baca Juga:
Mitsubishi Resmi Ungkap Wujud Outlander PHEV Generasi Terbaru

Mitsubishi Pajero Generasi Pertama (sumber: Mitsubishi)

Baca Juga:
Mobil MPV Gerak Depan Tak Kuat Nanjak? Ini Kata Rifat Sungkar

Pajero lahir pada tahun 1982 agar kompetitif dengan merk Jepang lain yang notabene produk SUV-nya sudah diekspor.

Pasalnya, license agreement dengan Jeep membuat Mitsubishi tidak bisa ekspor SUV-nya, dan waktu itu SUV Mitsubishi hanya Mitsubishi Jeep yang terikat dengan pemegang lisensi tersebut.

Baca Juga:
Mau Tampil Beda? Mitsubishi Hadirkan Promo Aksesori Menarik untuk Xpander

Dirilisnya Pajero juga karena ekspektasi bahwa kendaraan four-wheel drive (4WD) akan booming, sehingga membuat Mitsubishi terpacu untuk mengembangkan sendiri sistem 4WD-nya.

Pajero generasi pertama lahir dengan sasis ladder-frame dari pick-up Mitsubishi Forte, kemudian dikembangkan menjadi SUV 3 pintu metal top atau canvas top.

Mulai tahun 1983 hadir varian bodi 5 pintu dan tahun 1985 udah ada transmisi otomatis yang pertama di kelasnya.

Mitsubishi Pajero Generasi Kedua (sumber: Mitsubishi)
Mulai tahun 1991 Pajero masuk ke generasi kedua yang bukan hanya desainnya lebih modern tapi lebih banyak varian bodi.

Bisa dibilang, generasi kedua Pajero ini yang paling lengkap, mulai dari metal top, mid-roof, kick-up roof, dan J-Top.

Menariknya, Pajero Evolution yang dibuat untuk regulasi reli Dakar, hanya ada di generasi kedua di tahun 1997.

Selain itu, Pajero generasi kedua memakai teknologi 4WD pertama di dunia, yaitu Super Select 4WD yang memanfaatkan keunggulan full-time dan part time, serta mode 2WD dan 4WD.

Mitsubishi Pajero Generasi Ketiga (sumber: Mitsubishi)

Pajero beralih ke generasi ketiga di tahun 1999 yang eksterior yang lebih banyak lekukan dan meruncing.

Selain itu sasisnya sudah monocoque body with a built-in frame structure, tidak lagi ladder frame.

Sistem Super Select 4WD juga sudah elektronik yang memudahkan pengoperasian dibanding sebelumnya dengan sistem mekanik.

Mitsubishi Pajero Generasi Keempat (sumber: Mitsubishi)

Pajero memasuki generasi keempat pada tahun 2006 yang desainnya seperti gabungan antara generasi kedua dari lekukan yang lebih sedikit dan two-tone, dan generasi ketiga karena bodi kekarnya.

Sasis masih uni-body, namun titik pengelasannya ditambah dan memakai material baja yang lebih kuat sehingga lebih kaku.

Sistem 4WD masih elektrik, namun untuk mekanismenya sudah memakai aktuator.

Di generasi ini masih ada varian 3 pintu, namun stop produksi sejak 2017.

Kemudian pada tahun 2019, Mitsubishi mengumumkan bahwa produksi Pajero akan dihentikan produksinya.

Mitsubishi Pajero Final Edition (sumber: Mitsubishi)

Sebagai penghormatan, Mitsubishi merilis Pajero Final Edition, sebagai mobil yang membawa nama besar bagi Mitsubishi.

Meski Pajero SUV-nya tidak lagi eksis, perjalanan produksinya akan menjadi aset berharga bagi Mitsubishi untuk membuat sebuah kendaraan dari reputasi ketangguhan yang dibangunnya.

Terutama karena kemenangan reli Dakar sebanyak 12 dari 26 kali berpartisipasi dari tahun ke tahun, dan kemenangan tersebut sudah tercapai dari pertama berpartisipasi pada tahun 1983 di kelas non-modified.

(Joule)