Dapur Pacu GR Yaris Jadi Acuan Masa Depan Mesin Pembakaran Dalam Toyota, Ini Keunggulannya

  • Oleh : Julfikri

Kamis, 05/Mei/2022 12:10 WIB
Mesin G16E-GTS buatan Toyota dan aplikasinya di mobil produksi dan balap untuk eksperimen bahan bakar alternatif (sumber: Toyota) Mesin G16E-GTS buatan Toyota dan aplikasinya di mobil produksi dan balap untuk eksperimen bahan bakar alternatif (sumber: Toyota)

SoundandMachine.com (Jepang) – Toyota merupakan pabrikan yang masih optimis dengan masa depan mesin pembakaran dalam di tengah ramainya motor listrik baterai, salah satunya melalui produksi mesin G16E-GTS.

Baca Juga:
Kendaraan Komersial Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia ini Siap Dukung KTT G20

GR Yaris, mobil produksi pertama Toyota dengan mesin G16E-GTS (sumber: Toyota)

Mesin 1.600 cc 3-silinder turbo tersebut pertama diaplikasikan ke mobil produksi pada tahun 2020 silam, tepatnya saat peluncuran sports hatchback Toyota GR Yaris, yang pada waktu itu peredarannya dibatasi hingga 25.000 unit untuk seluruh dunia.

Baca Juga:
Gandeng OLX Autos, IMX 2022 Akan Hadirkan Konten Modifikasi Berbasis Mobil Bekas

Namun Toyota tidak hanya memakaikan G16E-GTS untuk GR Yaris semata, tetapi juga diproyeksikan sebagai salah satu masa depan mesin pembakaran dalam, mulai dari eksperimen bahan bakar alternatif hingga pemakaian di mobil produksi selain GR Yaris.

Eksperimen bahan bakar hidrogen

Baca Juga:
Factory Visit Aki Massiv: Usung Teknologi Terkini, Produksi Indonesia untuk Pasar Otomotif Dunia

Toyota Corolla Sport dengan mesin G16E-GTS berbahan bakar hidrogen di ajang balap endurance Super Taikyu (sumber: Toyota)

Mulai tahun 2021, Toyota menggunakan mesin G16E-GTS untuk eksperimen dengan bahan bakar hidrogen, dan turun di ajang balap endurance Super Taikyu kelas khusus eksperimen atau ST-Q, mulai dari seri ketiga, yaitu Fuji Super TEC 24-hour race.

“Konsep kami dalam proyek ini adalah membuat mesin hidrogen dengan banyak memakai teknologi pembakaran dalam yang ada sebanyak mungkin. Kami pikir ini akan membuat konversi ke hidrogen jadi memungkinkan, menjadi senjata ampuh untuk tantangan netral karbon.” buka Naoaki Ito, Chief Engineer of Gazoo Racing Project Operation Div., dikutip dari Toyota Times (17/5/2021).

Dengan mobil hatchback Corolla Sport di ajang Super Taikyu, Toyota terus mengembangkan performa dari mesin berbahan bakar hidrogen untuk balap tersebut hingga mengarah ke ranah produksi.

Eksperimen bahan bakar sintetis dan downsizing

Toyota GR 86 dengan mesin G16E-GTS berbahan bakar sintetis di ajang balap endurance Super Taikyu (sumber: Toyota)

Selain hidrogen, G16E-GTS juga menjadi eksperimen untuk mesin berbahan bakar sintetis yang terbuat dari campuran hidrogen dan karbon dioksida, kemudian dipakaikan di sportscar Toyota GR 86 untuk turun di Super Taikyu musim 2022 kelas ST-Q.

Berbeda dengan di Corolla berbahan bakar hidrogen atau bawaan GR Yaris, kapasitas mesin G16E-GTS di GR86 diturunkan dari 1.600 cc menjadi 1.400 cc, serta bore and stroke dari 87,5 mm x 89,7 mm menjadi 87,5 x 77 mm.

Kapasitas mesin sengaja diturunkan, agar performanya setara dengan saudaranya yaitu Subaru BRZ, yang juga turun di Super Taikyu kelas ST-Q dengan mesin 2.400 cc naturally-aspirated.

“Tentu saja bukan hanya mesin. Untuk 86 generasi berikutnya. Kami sedang menguji kaki-kaki dan material baru termasuk geometrinya. Ini adalah model konsep dari pabrikan, jadi mulai sekarang kami menggabungkan komponen berbeda dan mengujinya.” jelas Tatsuya Kataoka, Racing Director ORC Rookie Racing, tim balap yang menggunakan GR86 dengan mesin berbahan bakar sintetis.

Namun di seri pertama Super Taikyu, GR 86 lebih cepat 3 detik dari BRZ, setelah sekitar 5 jam mengitari 115 putaran Suzuka Circuit.

Dipakai di mobil produksi Toyota GR Corolla

GR Corolla, mobil produksi Toyota kedua bermesin G16E-GTS (sumber: Toyota)

Toyota mulai memakaikan mesin G16E-GTS di mobil produksi selain GR Yaris, yaitu GR Corolla pada tanggal 1 April 2022, seperti di Corolla Sport untuk eksperimen mesin hidrogen di ajang balap Super Taikyu.

Akan tetapi mesin tersebut tetap berbahan bakar bensin, dan tenaganya 32 PS lebih besar dari GR Yaris, tepatnya 304 PS. Meski tenaganya lebih besar, GR Corolla memiliki bobot 1.475 kg yang berarti 195 kg lebih berat dari GR Yaris.

Mesin G16E-GTS di Toyota GR Corolla (sumber: Toyota)

Pada dasarnya, mesin G16E-GTS bukan hanya menawarkan performa lebih, tetapi juga memiliki potensi ekologis karena emisi gas buangnya 1,15 g/km CO, 0,075 g/km NMHC, dan 0,038 g/km NOx yang memenuhi standar emisi di Jepang ataupun Eropa, tepatnya Euro 6d.

Pengembangan G16E-GTS seperti ini tentunya akan memberi angin segar untuk masa depan mesin pembakaran dalam. Meskipun tentu saja yang menjadi pertanyaan adalah, akankah mesin pembakaran dalam berhasil menjadi alternatif untuk tuntutan bebas karbon selain motor listrik baterai? (Joule)