Lima Perusahaan Otomotif Jepang ini Mulai Operasikan Ekosistem Elektrifikasi di Indonesia

  • Oleh : Julfikri

Selasa, 02/Agu/2022 08:30 WIB
Kendaraan elektrifikasi yang digunakan dalam proyek ekosistem EV Smart Mobility - Joint Project. Dari kiri ke kanan, Isuzu Elf EV, Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius PHV, Toyota C+Pod, Nissan Leaf, Mitsubishi Minicab MiEV, dan Mitsubishi Fuso eCanter. (sumber: EV Smart Mobility Joint Project) Kendaraan elektrifikasi yang digunakan dalam proyek ekosistem EV Smart Mobility - Joint Project. Dari kiri ke kanan, Isuzu Elf EV, Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius PHV, Toyota C+Pod, Nissan Leaf, Mitsubishi Minicab MiEV, dan Mitsubishi Fuso eCanter. (sumber: EV Smart Mobility Joint Project)

SoundandMachine.com (Bali) - Industri otomotif Jepang sampai sekarang masih menguasai pasar di Indonesia, meskipun pabrikan baru hadir dengan segala keunggulannya, terutama di bidang elektrifikasi.

Di tengah ketatnya persaingan, lima pabrikan Jepang ini justru bahu membahu mengoperasikan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia, sebagai bentuk usaha penurunan karbon yang menjadi arah pemerintah Indonesia ke depan.

Baca Juga:
Bakal Luncurkan Dua Mobil Baru, Suzuki Siap Unjuk Performa Terbaik di GIIAS 2022

(sumber: EV Smart Mobility - Joint Project)

Dengan nama proyek EV Smart Mobility - Joint Project yang diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2022, adapun lima pabrikan otomotif Jepang yang bahu membahu membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia antara lain Toyota, Mitsubishi Motors, Nissan, Mitsubishi Fuso, dan Isuzu.

Baca Juga:
Punya Populasi Kedua Terbanyak Setelah Jabodetabek, Subaru Indonesia Buka Dealer Resmi di Batam

“EV Smart Mobility – Joint Project merupakan sebuah projek besar pengembangan ekosistem elektrifikasi terintegrasi, yang diinisiasi oleh lima brand otomotif atas komitmen bersama untuk mendukung pemerintah dalam upaya pengurangan emisi karbon, melalui popularisasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia." buka Naoya Nakamura, Representative Joint Project dalam keterangan resminya (27/7/2022).

Baca Juga:
Banyak Untungnya, Astra Financial Tawarkan Beragam Promo Pembelian Mobil Baru di GIIAS 2022

(sumber: EV Smart Mobility - Joint Project)

Sesuai namannya, pabrikan otomotif yang tergabung dalam proyek tersebut tentunya sudah memiliki lini kendaraan elektrifikasi, terlepas dari soal peredarannya di Indonesia.

Dari Toyota ada lima unit kei-car bertenaga listrik baterai C+pod dan 5 unit sedan Prius bersistem Plug-in Electric Vehicle (PHEV).

Kemudian dari Nissan hanya 1 unit hatchback bertenaga listrik baterai Leaf, dimana nantinya masyarakat juga bisa membeli unitnya di dealer resmi.

Berikutnya dari Mitsubishi, ada 1 unit SUV Outlander PHEV yang juga bisa dibeli di dealer resmi, dan 1 unit kei-car niaga bertenaga listrik baterai Mitsubishi Minicab MiEV. 

Sementara dari brand kendaraan komersil, diwakili 1 unit Mitsubishi FUSO eCanter dan 1 unit Isuzu Elf Truck EV.

(sumber: EV Smart Mobility - Joint Project)

Untuk Line-up kendaraan elektrifikasi penumpang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, sementara lini kendaraan komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan menjadi pertimbangan untuk berkolaborasi dengan bisnis lokal di wilayah Bali. 

Tak ketinggalan, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero sudah menyiapkan infrastruktur berupa stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Kesamaan visi ini diharapkan bisa jadi salah satu pemicu untuk mendorong akselerasi ekosistem kendaraan elektrifikasi yang lebih efektif, serta menjadi solusi untuk menekan angka emisi karbon, khususnya di Indonesia.

"Dengan adanya EV Smart Mobility – Joint Project yang telah dilengkapi oleh infrastruktur pendukung pengisian listrik, dapat membantu masyarakat menyiapkan diri untuk memasuki era baru dalam mobilitas masa depan yang berbasis kendaraan ramah lingkungan.”  pungkas Nakamura.

Semoga cepat tersebar di berbagai daerah di Indonesia. (Joule)