Jadi Mobil Listrik Fenomenal di Indonesia, Begini Rasanya BYD M6 Dipakai Harian

  • Oleh : Julfikri

Selasa, 12/Nov/2024 16:00 WIB
MPV listrik 7-penumpang BYD M6. MPV listrik 7-penumpang BYD M6.

SoundandMachine.com (Jakarta) - BYD Indonesia meluncurkan mobil listrik berjenis multi-purpose vehicle (MPV) berpenggerak motor listrik BYD M6, pada tanggal 17 Juli 2024, bertepatan dengan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

BYD M6 menawarkan kombinasi sempurna antara ruang, kenyamanan, performa, dan teknologi terkini, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang mencari kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Baca Juga:
Lengkapi Lini Produk Elektrifikasi, MGS5 EV Jadi SUV Listrik untuk Keluarga Terkini

Ditambah, harga jual M6 yang relatif terjangkau di kelasnya yaitu mulai dari Rp. 379 juta hingga Rp. 429 juta, sehingga potensial untuk dipasarkan ke Indonesia.

Baca Juga:
Mengenal Fitur Canggih BYD Sealion 7: SUV Pintar dengan Sistem Keamanan Kelas Dunia

“BYD selalu melakukan riset dan pengembangan dalam teknologi sekaligus merancang dan membuat NEV baru dan kini kami perkenalkan M6, yang akan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia,” jelas Eagle Zhao Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia dalam sambutannya (17/7/2024).  

Tim soundandmachine.com mendapat kesempatan untuk mencoba M6 selama 5 hari, dengan pemakaian yang mensimulasikan sehari-hari. 

Baca Juga:
Denza D9, Luxury MPV Elektrik 7-Seater yang Siap Ubah Standar Baru Mobil Premium

Impresi pertama mengendarai M6 adalah pengoperasian seperti mobil yang dipasarkan ke Indonesia pada umumnya, yaitu sein di kanan, wiper di kiri, dan tuas transmisi di tengah, sehingga relatif terasa lebih ramah untuk masyarakat Indonesia pada umumnya..

Patut diingat, mobil listrik dengan harga setara rasa pengoperasiannya bisa berbeda jauh. Seperti misalnya tuas transmisi di belakang setir, sementara sein serta wiper di sebelah kiri layaknya mobil Eropa, hingga fitur-fitur yang harus dioperasikan via layar multimedia.

M6 terasa menyenangkan dikendarai, karena nyaman saat dibawa santai dan mengasyikkan saat ingin memacu kendaraannya. Ketika berada di mode sport dan tancap gas, torsi 310 Nm terasa kuat, karena membuat ban wheel spin dan meluncur dengan cepat.

Itu berarti M6 terasa menghibur pengemudi apabila harus menyetir sendiri, seperti jalan-jalan bersama keluarga di akhir pekan.

Sementara dari sisi penumpang, jok belakang M6 juga termasuk nyaman, ditambah ada tombol pengaturan AC di jok baris kedua, sehingga mengurangi ketergantungan pada layar multimedia.

Sayangnya desain interior M6 mulai terasa ketinggalan untuk ukuran mobil keluaran 2024, terutama panel instrumen yang belum sepenuhnya digital. Padahal sudah banyak mobil listrik China yang panel instrumen sudah full digital, dan itu lebih murah dari M6.

Selain itu, memarkirkan M6 di area seperti gedung parkir terasa sedikit merepotkan, karena blindspot-nya cukup besar, begitu juga radius putarnya, dan kamera parkir terasa tidak begitu akurat.

Ketika melihat layar, mobil terlihat sudah dekat dengan objek, namun pada saat melihat langsung, ternyata belum mepet objek, bahkan masih bisa dilalui oleh orang dewasa,

Setelah dipakai selama 5 hari dengan jarak tempuh sekitar 233,7 km, dengan beragam mode berkendara, M6 menghabiskan baterai sebesar 61 persen dari kapasitasnya yaitu 55,4 kWh, sehingga konsumsi dayanya berada di kisaran 6,91 km/kWh. 

Konsumsi baterai tersebut untuk ukuran MPV 7-penumpang termasuk wajar, karena memang dari segi konsumsi baterai, kendaraan listrik relatif sulit untuk bisa sehemat bahan bakar bensin atau Diesel, dan untungnya biaya pengisian baterai masih relatif murah.

Rasanya masuk akal mengapa M6 ini bisa menarik perhatian masyarakat Indonesia pada umumnya, meskipun ada beberapa detail yang membuatnya terasa ketinggalan. 

Ditambah, M6 ini bisa jadi pilihan kalau sang pemilik menginginkan mobil listrik dengan kabin lega dan sehari-hari disupiri, sehingga dasbor dan panel instrumen yang terlihat ketinggalan itu jadi tidak terasa. (Joule)