Nissan Terancam Gulung Tikar, Serbuan Mobil Listrik Murah dari China Cekik Penjualan Tahun Ini

  • Oleh : Silvia

Rabu, 04/Des/2024 16:30 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) – Perusahaan otomotif asal negeri sakura Jepang dikabarkan tengah mengalami krisis penjualan dan terancam gulung tikar.

 

Baca Juga:
IIMS 2026: Hadirkan Navara, Nissan Kembali Berkiprah di Segmen Komersil

Adapun dugaan lesunya penjualan Nissan pada tahun 2024 ini disebabkan salah satunya oleh serbuan mobil listrik murah asal Tiongkok.

 

Baca Juga:
Serah Terima Perdana, Nissan All-New X-Trail Kembali Berkiprah

Dikutip dari berbagai sumber, Nissan berencana akan memangkas biaya produksi mobil listrik sebesar 30 persen, serta mem-PHK 9.000 orang karyawannya.

 

Baca Juga:
Siap Ulangi Kejayaan Era 2000-an, Nissan Luncurkan All-New X-Trail di GIIAS 2025

CEO Nissan, Makoto Uchida menyebut langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi biaya sebesar $2,6 miliar (£2 miliar) di tahun fiskal ini, akibat penurunan penjualan di pasar terbesar yaitu China dan AS.

 

Krisis yang dialami Nissan juga membuat Makoto Uchida mengumumkan pemotongan gaji sebesar 50 persen untuk dirinya.

Serta kabar terbaru mengungkapkan bahwa CFO Nissan, Stephen Ma dilaporkan pensiun.

 

"Kami (Nissan) hanya memiliki waktu 12 hingga 14 bulan untuk bertahan, dan membutuhkan arus kas dari Jelang dan AS," kata Makoto Uchida dikutip dari sejumlah media internasional, pada Rabu 4 Desember 2024.

 

Lebih lanjut untuk tetap mempertahankan eksistensinya, Nissan kini tengah dikabarkan mencari investor utama baru.

 

Honda disebut-sebut sebagai kandidat potensial, terlebih kedua perusahaan sedang menjalin kerja sama dalam pengembangan kendaraan listrik.

 

Mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn, pernah menyatakan bahwa kemitraan ini bisa menjadi langkah awal bagi Honda untuk mengambil alih Nissan.

 

Meskipun demikian, hingga saat ini Nissan belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan tersebut.

 

Lebih lanjut, merek-merek China seperti BYD, Chery, Geely, dan SAIC Motor kini menikmati lonjakan penjualan yang signifikan secara global.

 

Bahkan, BYD baru-baru ini mengalahkan Tesla dalam hal penjualan mobil listrik secara kuartalan.

 

Dengan pendapatan BYD mencapai USD28,2 miliar, lebih tinggi dibandingkan pendapatan Tesla sebesar USD25,2 miliar pada periode yang sama.

 

Bagaimana dengan Nissan Indonesia? Kita tunggu langkah selanjutnya dari Nissan global. (Silvia)