Oleh : redaksi
Soundandmachine.com (New York) - Produsen otomotif asal Jepang, Mazda mengumumkan akan mengakhiri penjualan mobil listrik tipe MX-30 EV di Amerika Serikat, setelah dua tahun diluncurkan sejak tahun 2021.
Baca Juga:
Detailnya Mulai Diungkap, Begini Impresi Wuling Eksion Varian EV dan PHEV
Dilansir media Car and Driver dan Topgear.com, penyebab gagalnya penjualan compact SUV elektrik itu dikabarkan karena spesifikasi yang dinilai kurang bagus.
Baca Juga:
Siap Jadi Luxury MPV Revolusioner, Denza D9 Generasi Baru Segera Hadir
Menurut data yang dirilis EPA, Mazda MX-30 EV hanya mampu menjangkau jarak tempuh 160 km saja.
Baca Juga:
Penggunanya Semakin Bertambah, MG Maksimalkan Layanan Mudik Lebaran 2026
Disebutkan pula, MX-30 EV yang menggunakan material ramah lingkungan ini sejak awal penjualannya terbilang tidak menggembirakan di Negeri Paman Sam.
Ditambah lagi, MX-30 EV ini hanya dijual secara eksklusif di wilayah negara bagian California saja, sehingga membuat penjualannya terus menurun.

Mazda sendiri telah menjual MX-30 EV sebanyak 181 unit pada tahun 2021, sedangkan tahun 2022 terjual sebanyak 324 unit. Hingga Juni tahun 2023, hanya 66 unit saja yang terjual.
Menurut Mazda, strategi mereka saat ini di Amerika Serikat adalah fokus pada model plug-in hybrid (PHEV).
Seperti model CX-90 PHEV yang diluncurkan awal tahun ini dan disusul model CX-70 yang akan hadir.
Mazda MX-30 EV belum lama ini diluncurkan di Kantor pusat Mazda Indonesia pada Senin, 11 November 2024 lalu.
Mobil listrik ini sudah pernah dipamerkan di GIIAS 2023 lalu, saat ini MX-30 EV masih diproduksi di pabrik Mazda di Hiroshima, Jepang.

Mazda MX-30 EV punya dimensi panjang 4.395 mm, lebar 1.795 mm, tinggi 1.555 mm, dan wheelbase 2.655 mm, dengan ground clearance mobil 136 mm.
Sumber tenaganya, Mazda MX-30 EV dibekali motor listrik e-SkyActiv dengan baterai kapasitas 35,5 kWh.
Motor listrik yang diusung diklaim bertenaga 145 PS pada 4.500 hingga 11.000 rpm dan torsi 271 Nm, pada 0 hingga 3.243 rpm.
Dengan spek ini, Mazda MX-30 EV hanya mampu menempuh jarak 200 km (WLTP) dalam satu kali pengecasan penuh.
Untuk mengisi daya mulai dari 20 persen hingga 80 persen dibutuhkan waktu 25 menit dari pengisi daya Fast Charging, dengan jenis port pengisian cepat CCS2.

Harganya, dengan spek ini Mazda Indonesia membanderol Rp 860.000.000,- On The Road Jakarta, sudah termasuk perangkat wall-charger dan portabel charger. Tidak termasuk biaya pasang.
MX-30 EV juga sempat dipamekan di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 pada 22 November – 1 Desember lalu.
Namun, selama 10 hari penampilannya di pameran ini, Mazda MX-30 EV terbilang sepi peminat.
Pada keterangan resmi yang diterbitkan Mazda Indonesia (4/12/2024), Mazda MX-30 EV tidak tercatat dalam transaksi penjualan selama pameran, di antara model-model terbaru lainnya yang masih mengandalkan mesin bensin konvensional.
Namun, pada keterangan resminya tersebut, Mazda Indonesia menyerahkan satu unit MX-30 EV kepada Svida Alisjahbana, CEO Femina Group dan GCM Group serta penyelenggara Jakarta Fashion Week, di GJAW 2024. (Redaksi)