CBU Jepang Paling Terjangkau, Mencoba Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid

  • Oleh : Julfikri

Kamis, 07/Agu/2025 10:00 WIB
Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, small SUV elektrifikasi paling fenomenal di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, small SUV elektrifikasi paling fenomenal di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

SoundandMachine.com (Tangerang) - Dalam perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada tanggal 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di ICE BSD, Tangerang, PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia meluncurkan mobil baru yang fenomenal.

Baca Juga:
Layani Para Pemudik, Daihatsu Sediakan Posko Siaga dan Bengkel Resmi Tetap Buka

Pasalnya, mobil tersebut menjadi salah satu paling terjangkau di kelasnya yaitu Rp. 293,9 juta, namun bermesin hybrid yang ‘real’, dan tidak kalah menarik, statusnya impor utuh atau completely built-up (CBU) dari Jepang, yaitu Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid.

“Dengan keunggulan efisiensi luar biasa, emisi rendah, akselerasi responsif, dan fitur keselamatan memberi perlindungan maksimal, menjadikan Rocky Hybrid kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai.” buka Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT. ADM dalam keterangan resmi (24/7/2025).

Baca Juga:
Pusat Suku Cadang Daihatsu di Cikarang Jadi Penopang Pasar Domestik dan Ekspor

Kesan fenomenal Rocky e-Smart Hybrid juga sampai di luar sektor harga dan teknologi elektrifikasi.

Pada bagian eksterior, gril model honeycomb dan pelek baut lima bukan hanya sebagai pembeda antara Rocky e-Smart Hybrid dengan model reguler yang rakitan lokal, tetapi juga memberi kesan mewah.

Baca Juga:
Tampilkan Teknologi Rocky Hybrid, Daihatsu Umumkan Pemenang Undian Daifest 2025

Selain itu dari segi tampilan juga sama persis dengan Rocky e-Smart Hybrid versi pasar Jepang, sehingga menjadi pilihan menarik buat penggemar Japan Domestic Market (JDM) yang sedang naik daun akhir-akhir ini.

Interior juga terlihat bedanya dengan Rocky model reguler, seperti tombol di setir, tombol di sisi kanan untuk sistem keselamatan aktif dan S-Pedal, kontrol A/C, tombol start, layar multimedia, dan yang paling menarik sudah electric parking brake (EPB).

Selain itu, interior Rocky juga lebih kedap dengan sound insulation glass dan tambahan peredam suara pada 6 posisi kendaraan.

Fitur-fitur seperti ini yang bukan hanya membedakan dengan Rocky model reguler, tetapi juga rasa premium.

Rocky e-Smart Hybrid juga dilengkapi fitur keselamatan seperti airbag 6-titik dan 8 fitur advanced safety assist yang lebih banyak dari Rocky model reguler.

Mesin yang digunakan adalah WA-VEX, yaitu kombinasi antara mesin bensin bertenaga 82 PS di 5.600 rpm dan torsi 105 Nm di 3.200 - 5.200 rpm sebagai genset untuk baterai Lithium-Ion sebagai sumber daya motor listrik bertenaga 106 PS dan 170 Nm.

Tim soundandmachine mendapat kesempatan untuk mencoba Rocky e-Smart Hybrid dan Rocky 1.2 X rakitan lokal sebagai pembanding.

Kesan pertama mengendarai Rocky e-Smart Hybrid adalah rasa premium dari kekedapan, bahan setir yang terasa berbeda dengan Rocky, dan fitur EPB serta autohold.

Ketika mengendarainya, sistem hybrid Rocky e-Smart Hybrid bekerja sangat halus, dan injakan pedal gas terasa lebih alami karena adanya fitur Smart Pedal.

Saat dibejek, tarikan Rocky e-Smart Hybrid termasuk oke dan juga terasa halus. Suara mesin 3-silinder WA-VEX saat dipacu memberi kenikmatan tersendiri, karena ada kemiripan dengan mesin 6-silinder.

Berpindah ke Rocky 1.2 X, kesan pertama tentunya ‘ekonomis’ dari bahan setir, rem parkir yang masih manual, dan kekedapan tidak sebaik Rocky e-Smart Hybrid.

Berhubung bukan hybrid dan rakitan lokal, tentu rasa berkendara Rocky 1.2 X tidak sebaik Rocky e-Smart Hybrid. 

Namun tarikan bawah Rocky 1.2 X cukup oke dan ketika dipacu, akselerasinya agak mirip Rocky e-Smart Hybrid, namun Rocky lebih ada sensasi yang lebih alami karena mesin serta suara mesin 3-silinder dan transmisi CVT yang masih ada gir.

Secara keseluruhan, Rocky e-Smart Hybrid lebih baik mulai dari eksterior, interior, hingga rasa berkendara, sehingga wajar jika lebih mahal dari varian reguler, sementara Rocky 1.2 X sendiri sebenarnya masih tergolong bagus dan mesin 3-silinder-nya termasuk minim getaran. 

Namun sekiranya ADM sudah mulai perlu membenahi varian reguler Rocky, paling tidak dari segi build quality, peredam, dan fitur seperti Rocky e-Smart Hybrid, akan tetapi mesinnya tetap bukan hybrid.

Rasanya wajar jika Rocky e-Smart Hybrid menjadi salah satu mobil baru yang fenomenal di GIIAS 2025, karena dengan harga Rp. 293,9 juta bukan hanya mesin hybrid, tetapi juga ada improvisasi di sektor lain seperti EPB + Autohold, peredaman ekstra, dan sebagainya. Ditambah, Rocky e-Smart Hybrid CBU Jepang, sehingga akan menjadi pilihan yang menarik.

Harga Rp. 293,9 juta juga lebih terjangkau dibanding small SUV saudaranya dari merek induk perusahaan, itupun rakitan lokal dan bukan hybrid. Kalaupun Rp. 293,9 juta harga khusus GIIAS 2025, setelah itu semestinya masih terjangkau, lebih kurang berada di kisaran Rp. 300 juta kecil.

Semoga saja apabila Daihatsu dan induk perusahaannya ingin melokalkan small SUV hybrid-nya, paling tidak akan tetap seperti Rocky e-Smart Hybrid ini. (Joule)