Oleh : Febri
Soundandmachine.com (Jakarta) - Dunia audio mobil di Indonesia terus mengalami perkembangan dari sisi teknologi hingga konstruksi instalasi.
Salah satu tren terbaru yang kini mulai banyak diterapkan di berbagai gerai audio mobil adalah penggunaan rangka aluminium untuk boks dan dudukan peranti audio mobil.
Jika sebelumnya instalasi sistem audio custom umumnya menggunakan rangka berbahan kayu MDF, kini banyak installer mulai beralih ke aluminium karena lebih ringan, kuat dan rigid, serta memiliki tampilan yang lebih modern dan rapi.

Mulainya Tren Aluminium
Penggunaan rangka berbahan aluminium sebagai pengganti boks audio mobil yang biasanya berbahan kayu MDF, sudah pernah ditemui Tim Soundandmachine.com beberapa waktu lalu.
Pada tayangan video Grebek Bengkel Concerto Audio Surabaya yang tayang di kanal YouTube Sound and Machine Channel (11/2/2023) peranti berbahan aluminium ini sudah mulai banyak diterapkan ketika itu.
Ricky Eko Widodo, instalatur sekaligus pendiri Concerto Audio menegaskan bahwa penggunaan material kayu kini semakin ditinggalkan di kalangan installer audio mobil profesional.

“Mostly kerjaan kita itu kita sudah meninggalkan pakai kayu, sedikit sedikit (pakai kayu). Nah kalau pakai kayu itu biasanya ya, biasanya bunyi-bunyi bunyi, bau bau lem,” ungkapnya.
Ricky juga menambahkan bahwa rangka aluminium jauh lebih presisi, tidak menimbulkan bunyi bergetar, dan membuat proses perakitan menjadi jauh lebih cepat.
Meskipun dari sisi biaya dan pengerjaan, penggunaan rangka aluminium memang membutuhkan investasi lebih tinggi dibanding kayu MDF.

Regan Andrew, instalatur dari Mega Audio yang ditemui Tim Soundandmachine.com di lokasi gerainya di kawasan Green Garden, Jakarta Barat (16/10/2025) mengungkapkan bahwa tren ini sebenarnya bukan hal baru.
“Sekarang edukasi car audio sudah mulai mass, kalau dulu rangka pakai kayu MDF, sekarang kita beralih ke aluminium karena ringan dan lebih rigit. Di Jakarta belakangan ini, mulai ramai di beberapa Gerai audio,” jelas Regan.
Menurutnya, meski biaya pembuatan dengan aluminium bisa mencapai dua kali lipat dibanding kayu MDF, material ini menawarkan banyak keunggulan.
“Kekuatan untuk nahan power yang berat dan besar, tapi berat rangka tersebut ringan,” tambah Regan. Selain itu, pengerjaan juga lebih cepat karena tidak memerlukan proses pendempulan seperti pada material kayu.

Biaya Lebih Besar, Tapi Lebih Cepat
Regan menyebutkan, biaya pembuatan box dengan rangka aluminium bisa mencapai dua kali lipat dari kayu, karena membutuhkan material lebih mahal, baut dan mur khusus, serta ketelitian ekstra dalam proses perakitan yang bisa mencapai 100 hingga 200 baut per instalasi. Meski demikian, kelebihannya sepadan.
Aluminium membuat pengerjaan jauh lebih cepat karena tidak memerlukan proses pendempulan atau finishing panjang, serta menghasilkan konstruksi yang lebih presisi, kokoh, dan bersih secara visual, menjadikannya pilihan favorit di kalangan installer audio profesional.
Beberapa gerai upgrade audio mobil yang ditemui Tim Soundandmachine.com seperti Concerto Audio Surabaya, Mega Audio Jakarta hingga RDM Autosound Graha Raya bahkan sudah menerapkan sistem rangka aluminium penuh.

Sebagai dudukan untuk instalasi perangkat amplifier, DSP, hingga dudukan subwoofer, lengkap dengan baut-baut khusus agar hasilnya lebih kokoh dan mudah dilepas pasang.
Dengan keunggulan pada bobot, kekuatan, kecepatan pengerjaan, serta estetika hasil akhir, rangka aluminium kini menjadi standar baru dalam dunia instalasi car audio profesional.
Meski membutuhkan biaya lebih tinggi, hasil yang lebih presisi, bersih, dan tahan lama menjadikan tren ini semakin diminati oleh installer maupun pengguna yang menginginkan hasil audio build berkualitas tinggi. (fbr)