Oleh : Julfikri
Honda Prospect Motor mulai serah terima sportscar Prelude kepada para pelanggan.
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Honda Prospect Motor (HPM) merilis sportscar Honda Prelude pada tanggal 23 Januari 2026, dengan mulai dari mengalokasikan 40 unit dan langsung habis terjual dalam sehari.
Kemudian HPM memutuskan untuk menambah alokasi sebanyak 60 unit sebagai batch kedua, dan langsung habis terjual sehingga dalam waktu tiga hari setelah perilisan, Prelude langsung terjual sebanyak 100 unit, padahal waktu itu hanya terungkap harga dibawa Rp. 1 Miliar.
Baca Juga:
Mulai Jagokan Hybrid, BYD Tech Culture Fest Ajak Masyarakat Mengenal Teknologinya
Hingga kini, Prelude telah terpesan lebih dari 280 unit dan itu pemesannya bukan hanya dari pulau Jawa tetapi juga sampai pulau Sumatera, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.
Pada tanggal 23 Mei 2026, HPM mengadakan seremoni serah terima unit 20 pelanggan pertama Honda Prelude di Vault Automotive Museum, Jakarta.
Baca Juga:
EV Sukses Besar, BYD Luncurkan Teknologi Hybrid ke Indonesia. Ini Alasannya
“Prelude bukan sekedar menghidupkan masa lalu, tetapi mengantar Honda ke masa depan. Paling bermakna bukan hanya jumlahnya (unit yang terpesan), tetapi bagaimana antusiasme itu datang.” buka Masanao Kataoka, President Director of PT. HPM kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (23/5/2026).

Baca Juga:
Perkuat Layanan, Honda Resmikan Dua Fasilitas Purna Jual di Luar Pulau Jawa
Prelude merupakan model legendaris Honda karena bukan hanya sekedar sportscar dengan nama yang muncul sejak tahun 1976, tetapi juga menjadi salah satu model pelopor inovasi.
Contohnya Prelude generasi ketiga keluaran 1987-1991, merupakan kendaraan produksi massal pertama yang memakai four-wheel steering mekanikal.
Prelude yang resmi beredar di Indonesia merupakan generasi keenam yang dibanderol dengan harga Rp. 974,9 juta dan mengusung konsep ‘Unlimited Glide’, yaitu keseimbangan tinggi antara ekologis, kepraktisan untuk pemakaian harian, dan rasa berkendara khas Honda.
Prelude bermesin 2.000 cc dengan tenaga maksimum 139 PS di 6.000 rpm dan torsi maksimum 177 Nm di 4.500, dipadu motor listrik bertenaga 184 PS di 5.000 - 6.000 rpm dan torsi 315 Nm di 0 - 2.000 rpm, ke roda depan.
Dibanding pasar Jepang yaitu 141 PS di 6.000 rpm dan torsi maksimum 182 Nm di 4.500 rpm, tenaga mesin bensin Prelude pasar Indonesia lebih kecil.

Sistem hybridnya dilengkapi fitur S+ Shift yang menstimulasikan 5 rasa berkendara, dan menggunakan transmisi virtual 8-percepatan yang bekerja secara presisi untuk mengontrol kecepatan mesin saat berakselerasi atau deselerasi.
Untuk kenikmatan berkendara, Prelude memakai sasis dan kaki-kaki Honda Civic Type R yang murni performa sporti, sehingga menghasilkan pengendalian responsif dan pengendaraan yang mulus, menciptakan sasis yang layak untuk mobil sport istimewa.
Kehadiran Prelude sendiri termasuk yang mendobrak pasar karena sekarang ini, untuk sportscar model dua atau tiga pintu, zamannya lebih ke bermesin pembakaran dalam murni dan berpenggerak belakang.
Berbeda dengan tahun 1990-an hingga 2000-an, dimana sportscar berpenggerak depan masih menjamur, seperti selain Honda Prelude, ada Toyota Celica, Honda Integra, Hyundai Coupe, dan sebagainya.
Namun tanpa diduga, kehadiran Prelude di Indonesia termasuk berhasil, sehingga mencerminkan bahwa model legendaris menjadi salah satu arah pengembangan produk Honda ke depan agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
Di Indonesia sendiri, 70 persen pembeli Prelude adalah loyalis, sehingga menunjukkan relevansi pasar bagi Honda.
“Prelude bukan sekadar nama ikonik, melainkan sebuah pengingat untuk mengetahui kemana anda pergi, sangat penting untuk mengetahui dari mana anda berasal.” pungkas Kataoka. (Joule)