Oleh : Julfikri
Harga jual mobil hybrid BYD M6 DM resmi diluncurkan, lebih terjangkau dari M6 berpenggerak motor listrik (EV).
SoundnandMachine.com (Jakarta) - Setelah meluncurkan teknologi hybrid Dual Mode (DM) pada tanggal 18 Mei 2026 lalu, PT. BYD Motor Indonesia telah resmi mengungkap harga jual untuk mobil hybrid pertamanya di Indonesia yaitu BYD M6 DM, pada tanggal 12 Juni 2026 di Jakarta.
Dengan teknologi plug-in hybrid, BYD M6 DM dibanderol mulai dari harga Rp. 298 juta hingga Rp. 390 juta on the road Jakarta.
Baca Juga:
Pertemukan Seni dan Teknologi, Denza Hadir di Pameran Seni ArtMoments 2026
Harga tersebut bisa dibilang diluar dugaan, karena lebih terjangkau dari M6 penggerak motor listrik murni (EV) dengan harga Rp. 383 Juta hingga Rp. 433 Juta.
Ditambah, kalau melihat merek Tiongkok lain yang memiliki produk MPV, varian plug-in hybrid lebih mahal dari varian penggerak motor listrik murni.
Baca Juga:
Mulai Jagokan Hybrid, BYD Tech Culture Fest Ajak Masyarakat Mengenal Teknologinya

“Konsumsi BBM bagus, teknologi sudah canggih, modelnya MPV, performa bagus. Harganya pasti cocok.” buka Nathan Sun, Operation Director PT. BYD Motor Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (12/6/2026).
Baca Juga:
EV Sukses Besar, BYD Luncurkan Teknologi Hybrid ke Indonesia. Ini Alasannya
Tipe Classic Standard merupakan tipe entry level M6 DM yang dibanderol dengan harga Rp. 298 juta, yang tampil dengan pelek 16 inci, gril, dan sejumlah aksen serba hitam.

Interior tipe Classic Standard memiliki layar multimedia lebih kecil, panel instrumen kombinasi analog dan digital, jok bermaterial fabric, dan material plastik begitu mendominasi di dasbor dan doortrim.
Untuk varian atas tetapi masih di tipe Classic yaitu Classic Dynamic, sudah dilengkapi 6-airbag, kamera 360, dan spion elektrik, dengan harga Rp. 318 juta.
Berikutnya, tipe Cross Advanced, yang tampil dengan pelek 17 inci, over fender, roof rail, dan gril dengan aksen berwarna terang, dengan harga Rp. 360 juta.

Untuk tipe ‘Cross’, sudah dilengkapi layar multimedia 12,8 inci dan panel instrumen full digital, yang belum ada di M6 EV sekalipun selain posisi tuas transmisi di sisi kanan belakang setir dan tuas sein serta wiper di sisi kiri belakang setir.
Selain itu, jok serta sebagian door trim tipe ‘Cross’ juga sudah bermaterial kulit yang membuatnya terlihat premium.
Untuk varian atasnya tetapi masih di tipe Cross yaitu Cross Superior, sudah dilengkapi fitur Advanced Driving Assistance System (ADAS), electric opening trunk, dan wireless charging, dibanderol dengan harga Rp. 380 juta.

Varian termahal M6 DM yaitu Cross Superior Captain, yang dilengkapi panoramic roof dan jok baris kedua model captain seat, dibanderol Rp. 390 Juta.
M6 DM memiliki dapur pacu berupa mesin 1.500 cc bertenaga 74 kW dan torsi 126 Nm, serta motor listrik bertenaga 120 kW dan torsi 210 Nm.
Untuk baterai, tipe Classic sebesar 7,4 kWh dengan daya jelajah 40 km, sementara Cross 183 kWh dengan daya jelajah hingga 110 km.
M6 DM memiliki garansi kendaraan 6 tahun atau 150.000 km, garansi mesin 6 tahun atau 150.000 km, garansi motor listrik dan baterai 8 tahun atau 160.000 km, dan baterai 12 Volt 6 tahun atau 150.000 km.
“Kalau orang biasa berpikir, ini dual mode, dua sistem lebih complicated. Ternyata M6 DM dua sistem menjadi satu ekosistem, servisnya jauh lebih ringan dibanding mobil internal combustion engine.” pungas Nathan. (Joule)